RM.id Rakyat Merdeka - Shopee Indonesia meminta masyarakat untuk terus mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan perusahaan resmi masih menjadi salah satu modus penipuan.
Dalam keterangan rilisnya, Pihak Shopee menyebut, oknum penipu dapat menyamar sebagai perwakilan dari berbagai perusahaan resmi yang sudah dikenal, mulai dari e-commerce hingga jasa pengiriman.
“Dengan mengaku sebagai pihak resmi, penipu berusaha membangun kepercayaan korban sebelum kemudian menjalankan aksi penipuannya yang dapat berujung pada pencurian data maupun kerugian finansial bagi sang korban,” tulis keterangan tersebut, Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC), ada sebanyak 668.441 laporan kasus penipuan dari masyarakat yang masuk ke IASC.
Total angka laporan tersebut dihimpun IASC sejak diluncurkan atau beroperasi pertama kali pada 22 November 2024 hingga 31 Agustus 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa penipuan bukan lagi persoalan sepele. Shopee telah merangkum tiga modus penipuan yang sering digunakan oleh para penipu.
Dalam video edukasi yang diunggah Shopee, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang juga membeberkan apa saja red flag yang perlu pengguna perhatikan agar tidak mudah terjebak penipuan.
Pertama, modus akun dinonaktifkan. Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah pesan yang menginformasikan bahwa akun Shopee pengguna akan dinonaktifkan.
Baca juga : Shopee Perkuat Daya Saing Produk Lewat Program Akselerasi Usaha Lokal
Oknum penipu menghubungi pengguna melalui chat atau telepon dan mengaku sebagai pihak Customer Service Shopee. Mereka kemudian menyampaikan bahwa terdapat masalah atau aktivitas mencurigakan pada akun dan meminta korban melakukan tindakan tertentu agar akun tidak dinonaktifkan.
Modus ini biasanya dibuat seolah-olah mendesak agar korban panik dan mengikuti instruksi yang diberikan tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.
Jika menerima pesan seperti ini, jangan langsung panik maupun mengikuti instruksi yang diberikan, seperti klik link tertentu. Balques bilang, pengguna yang mengklik tautan tersebut tanpa sadar menyerahkan data pribadi ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Tak lama kemudian, pelaku menghubungi lewat telepon atau WhatsApp dengan berbagai alasan untuk menarik uang korban.Modus ini biasanya disebut phising,” katanya.
Pengguna dapat terlebih dahulu mengecek kondisi akun secara langsung melalui aplikasi resmi. Pastikan juga untuk tidak pernah memberikan password, PIN, maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai Customer Service Shopee.
Jika masih merasa ragu, lakukan verifikasi melalui kanal resmi Shopee sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Head of Operations at Shopee Indonesia Fransiscus Evan melanjutkan, modus kedua adalah modus paket tertukar.
Modus lainnya adalah penipuan dengan menginformasikan bahwa paket pengguna tertukar atau terdapat masalah dalam proses pengiriman.
Baca juga : Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Kasih Garansi Telat Beri Diskon 50 Persen
Dalam modus ini, oknum penipu mengaku sebagai kurir atau pihak jasa pengiriman, kemudian menyampaikan bahwa terdapat kesalahan pada paket yang sedang dikirim.
“Selanjutnya, korban dapat diarahkan untuk mengikuti instruksi tertentu, seperti mengklik tautan, atau melakukan tindakan tertentu untuk menyelesaikan masalah pengiriman tersebut,” katanya.
Untuk menghindari modus ini, pengguna sebaiknya tidak langsung mempercayai informasi yang disampaikan oleh pihak yang menghubungi.
Cek status pesanan dan informasi pengiriman secara langsung melalui aplikasi Shopee. Jangan sembarangan mengklik tautan yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal dan jangan pernah memberikan detail atau screenshot pesananmu.
Kurir atau jasa kirim asli dapat mengecek detail pesananmu di Shopee langsung di aplikasi mereka. Ketiga, modus mengarahkan transaksi di luar platform resmi.
Modus penipuan lainnya adalah oknum penipu dengan sengaja mengarahkan pengguna untuk melakukan transaksi atau pembayaran di luar aplikasi Shopee.
Pelaku meminta pengguna melakukan transfer secara terpisah dengan alasan untuk memberikan harga yang lebih murah dari aplikasi Shopee.
“Jika pengguna menemukan modus sejenis ini, pastikan untuk tidak melakukan pembayaran transaksi di luar aplikasi Shopee,” ujarnya.
Baca juga : Shopee Belanja Instant 1 Jam Dukung Masyarakat Hidup Serba Sat-Set
Pembayaran transaksi di luar Shopee akan membuat pengguna tidak akan bisa mendapat pengembalian karena pesanan tidak tercatat di aplikasi Shopee.
Pastikan untuk selalu melakukan pembayaran pesanan menggunakan metode pembayaran dan memilih jasa kirim yang tersedia di aplikasi Shopee.
“Jangan mudah tergiur iming-iming harga lebih murah yang nantinya bisa membuat kamu makin boncos!” tegasnya.
Selain itu, Shopee juga secara aktif mengajak para pengguna untuk menerapkan 3C agar tidak mudah tertipu penipu. Yaitu, Cek Pengirimnya, informasi resmi dari Shopee hanya dikirim melalui aplikasi, akun WhatsApp Shopee bercentang biru, media sosial resmi Shopee yang sudah terverifikasi, dan nomor Customer Service Shopee 1500702.
Cek Fakta, pengguna dapat melakukan verifikasi terhadap informasi yang mengatasnamakan Shopee melalui fitur ‘Cek Fakta’ di bagian ‘Saya’ lalu ‘Customer Service’ pada aplikasi Shopee.
Cari Tahu Modusnya, modus penipuan dapat terus berkembang. Pengguna dapat mengikuti akun @shopeecare_id di Instagram, kunjungi laman Shopee XTRA Aman dan Buku AMAN Shopee untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Shopee serta tips cara menghindarinya.
Di era digital saat ini, modus penipuan terus berkembang seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di dunia digital.
“Untuk itu, penting untuk selalu waspada, tidak mudah panik maupun tergiur dengan informasi yang diberikan pihak tidak dikenal, serta selalu melakukan pengecekan melalui kanal resmi Shopee,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.