RM.id Rakyat Merdeka - Venezia kalah bersaing dengan Lecce dan Empoli. Sementara pelatih Juve Igor Tudor meminta kejelasan statusnya.
Venezia gagal lepas dari jeratan zona merah Seri A. Jay Idzes dkk harus ikhlas terjun ke Serie B, setelah tumbang 3-2 lawan Juventus, dinihari kemarin.
Pada laga pamungkas Liga Italia musim ini, Venezia bersaing ketat dengan Lecce dan Empoli memperebutkan satu slot untuk tetap di Serie A, musim depan. Apesnya, Venezia yang kehilangan Idzes karena akumulasi kartu kuning harus mengakui keunggulan Juve. Sebaliknya, Lecce yang menyambangi markas Lazio justru menang 1-0, sehingga lolos dari degradasi.
Baca juga : Knicks Menang Tipis Di Kandang Pacers
Lecce mengakhiri kompetisi dengan menduduki peringkat 17 atau satu strip di atas zona merah. Sementara, Empoli yang menjamu Verona dipaksa menyerah 2-1.
Alhasil, Venezia hanya menempati peringkat 19 atau kedua dari dasar klasemen. Mereka mengantungi 29 poin, dari hasil lima kali menang, 14 kali imbang, dan sisanya kalah. Namun pelatih Venezia, Eusebio Di Francesco, merasa tiada penyesalan. Pasalnya, perjuangan I Leoni Alati (Singa Bersayap) dalam upaya menyelamatkan diri memang cukup impresif. Terutama setelah Idzes menjadi kapten tim pada paruh kedua kompetisi.
Dalam 11 pertandingan, mereka hanya kebobolan 9 gol sehingga berhasil menang 2 kali dan imbang 7 kali. “Para pemain memberikan segalanya, suporter melihat upaya tersebut. Sayang kami gagal selamat meskipun layak,” ucap Di Francesco, eks gelandang AS Roma itu.
Baca juga : Sering Video Call Anak Baim
Dari kubu Juve. La Vecchia Signora (Si Nyonya Tua) menjadi tim terakhir yang mendapat tiket ke UCL (UEFA Champions League) setelah menduduki peringkat empat. Curi tiket UCL, Juve unggul satu poin atas Roma yang mengalahkan Torino 2-0.
Target yang dibebankan pada Igor Tudor setelah menggantikan Thiago Motta pada Maret lalu, berhasil dicapai. Eks pelatih Marseille dan Lazio itu pun menodong kejelasan terhadap manajemen atas statusnya.
“Saya akan bertemu dengan klub, dan kami akan memutuskan,” kata Tudor.
Baca juga : Puan Sejalan dengan Prabowo
Mantan bek Juve dan Timnas Kroasia itu mengingatkan Si Nyonya Tua harus berlaga di Piala Dunia Antarklub pada 15 Juni-13 Juli mendatang.
“Bukan ide bagus untuk pergi ke turnamen itu tanpa kepastian masa depan pelatih. Juga tidak bagus jika klub sudah membuat keputusan satu arah, sementara masih membawa pelatih sekarang ke Piala Dunia Antarklub,” ancam Tudor. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.