BREAKING NEWS
 

Pengamat Soroti Tekanan Non-Teknis, PSSI Ajukan Protes ke FIFA

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Rabu, 17 September 2025 06:21 WIB
Para pemain Timnas Indonesia. (Foto : PSSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat sepakbola Binder Singh menyoroti makin besarnya tekanan non-teknis yang harus dihadapi Timnas Indonesia pada Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Jeddah, Arab Saudi, 8–14 Oktober mendatang.

Indonesia tergabung di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Binder menilai tantangan terbesar bukan hanya kualitas lawan, melainkan keputusan-keputusan yang dinilai merugikan Indonesia secara sistematis.

Ia mengkritisi perubahan kebijakan AFC yang awalnya menetapkan laga di tempat netral, namun kemudian menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah dengan alasan peringkat FIFA lebih tinggi.

Baca juga : PDIP Soroti Penurunan TKD, Pemerintah Perlu Kuatkan Program Berbasis Desa

Sorotan lain adalah penunjukan wasit asal Kuwait untuk laga Indonesia kontra Arab Saudi. “Mengapa harus dari Timur Tengah lagi? Apakah tidak ada wasit dari Jepang, Korea Selatan, China, Thailand, bahkan Eropa atau Amerika Latin?” tegas Binder dalam keterangannya, Selasa (17/9/2025).

Adsense

Binder juga menilai alokasi tiket 8 persen bagi suporter Indonesia di Stadion King Abdullah Sport City sangat merugikan. “Padahal kita tahu, banyak warga Indonesia di Timur Tengah siap mendukung langsung. Ini jelas tidak adil,” ujarnya.

Dia mengapresiasi langkah PSSI yang melayangkan protes resmi ke FIFA dan AFC. “PSSI menunjukkan keberanian dan sikap tegas. Ini penting menjaga marwah sepak bola Indonesia di level internasional,” tandasnya.

Baca juga : Pengamat: Giring Absen di Kongres PSI, Tanda Tak Loyal

Binder tetap percaya skuad Garuda akan tampil penuh semangat. “Skuad kita semakin solid. Saya yakin mereka tidak akan gentar menghadapi tekanan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, pihaknya sudah mengirim surat protes resmi kepada FIFA dan AFC terkait penunjukan wasit.

PSSI, kata Erick, berharap penunjukan wasit nantinya lebih netral dan bukan berasal dari negara-negara Timur Tengah. Ia menyarankan pihak terkait dapat mempertimbangkan wasit mulai dari Australia sampai negara-negara dari Eropa.

Baca juga : NasDem Dorong Prabowo Segera Keluarkan Keppres

“Kami berharap pengadil berasal dari kawasan yang lebih netral, seperti Jepang, China, Australia, atau bahkan Eropa,” ucap Erick.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense