BREAKING NEWS
 

Soal Pelatih Baru Timnas, Erick Thohir: Jangan Spekulasi!

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : SAIFUL BAHRI
Jumat, 24 Oktober 2025 18:34 WIB
Ketum PSSI, Erick Thohir. (Foto : Khairil Anwar/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan proses pencarian pelatih baru Tim Nasional Indonesia tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

Keputusan penting seperti ini, kata Erick, harus melalui tahapan yang terukur agar tidak kontraproduktif terhadap pembangunan sepak bola nasional.

“Mencari pelatih timnas itu tidak mudah dan tidak bisa buru-buru. Ada banyak faktor yang harus kami pertimbangkan. Saya tidak mau langkah ini justru kontraproduktif,” ujar Erick saat jumpa pers di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10).

Erick menyebut dirinya terbuka terhadap berbagai masukan dan informasi dari publik. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan opini atau kabar yang tidak berdasar, termasuk isu soal pelatih asal Belanda, Luis van Gaal.

Baca juga : Menpora Erick Thohir Mantapkan Arah Baru Kepemudaan Indonesia

“Saya terbuka, sangat terbuka terhadap informasi. Tapi jangan beropini atau membuat spekulasi. Misalnya soal Luis van Gaal, itu hoaks. Akhirnya jadi tidak sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan, ia sudah berkoordinasi dengan Sekjen PSSI Soemardji, Badan Tim Nasional (BTN), dan Direktur Teknik (Technical Director) Alexander Zwiers. Proses pencarian pelatih dilakukan secara sistematis oleh BTN dan TD sebelum dibahas bersama Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Adsense

“BTN dan Direktur Teknik akan melakukan pencarian dan menyusun daftar calon. Setelah itu, mereka akan melaporkan hasilnya kepada saya, dan kemudian kita bahas bersama Exco untuk memutuskan,” jelas Erick.

Erick menilai pengalaman bersama dua pelatih terakhir, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, menjadi bahan evaluasi penting. Kekurangan dan kelebihan keduanya dijadikan pelajaran untuk menentukan arah kepelatihan berikutnya.

Baca juga : Jejak 5 Pelatih Timnas Indonesia, Dari McMenemy Hingga Kluivert

“Kekurangan dan kelebihan STY dan PK kita jadikan evaluasi. Keduanya sudah menjadi bagian dari masa lalu yang kita pelajari agar ke depan makin baik,” katanya.

PSSI, lanjut Erick, kini memiliki blueprint pengembangan sepak bola nasional yang berjenjang dari tim U-20, U-23, hingga senior. Karena itu, pelatih baru harus memahami dan berperan aktif dalam sistem pembinaan berkesinambungan tersebut.

“Tidak mudah mencari pelatih yang cocok dengan strata kepelatihan nasional yang sudah kita rancang. Kita ingin pelatih yang bisa membina dari U-20, U-23 hingga senior,” ujarnya.

Erick juga menegaskan, selama kepemimpinan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, federasi telah memberikan dukungan terbaik. Namun, dunia sepak bola selalu punya dinamika hasil yang harus dipertanggungjawabkan.

Baca juga : PSM Jalani Era Baru, Arema Bidik Kemenangan Di Makassar

“Sepak bola itu ada naik-turunnya. Ada hasil yang memuaskan, ada juga yang tidak favorable. Tapi saya sendiri sudah bersikap gentleman, meminta maaf kepada Presiden Prabowo dan masyarakat setelah kegagalan di babak kualifikasi,” tutup Erick.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense