RM.id Rakyat Merdeka - Mauricio Pochettino cukup lama mentas di Inggris sebagai pelatih. Southampton jadi tim pertama yang ditangani pada 2013, sebelum setahun kemudian pindah ke Tottenham.
Pochettino mengangkat namanya di klub London Utara itu sekalipun gagal memberikan trofi . Prestasi terbaiknya adalah mengantarkan The Lilywhites sebagai runner-up Premier League dan Liga Champions.
Baca juga : Luciano Spalletti Resmi Nahkodai Juventus
Pada November 2019, Pochettino dipecat Tottenham dan bekerja di Paris Saint-Germain pada 2021, sebelum balik ke Inggris pada 2023 sebagai manajer Chelsea.
Sayangnya, karier Pochettino tak bertahan sampai semusim karena dipecat dua hari sebelum pekan terakhir musim 2023/2024.
Baca juga : Lionel Messi Masih Ngebet Tampil Di Piala Dunia 2026
Kini Pochettino lagi menjalani fase baru sebagai pelatih Timnas AS. Sekalipun kariernya di Chelsea tidak berakhir manis, Pochettino rupanya masih rindu dengan atmosfer Premier League.
“Premier League adalah liga terbaik di dunia,” ujar Pochettino. “Saya bahagia di Amerika, tapi juga berpikir untuk kembali ke Premier League suatu hari nanti. Ini liga paling kompetitif,” sambungnya.
Baca juga : Joe Calzaghe, Petinju Paling Bersinar Di Inggris
Pochettino sudah menangani AS sejak September 2024, tapi baru meraih 10 kemenangan dari 20 laga dan gagal membawa timnya juara Piala Emas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.