BREAKING NEWS
 

Yamaha Keteteran di Tes MotoGP 2026, Masalah Tenaga dan Traksi Jadi Sorotan

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 23 Februari 2026 05:42 WIB
Fabio Quartararo. (Foto : Motosport)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proyek motor baru MotoGP berkonfigurasi V4 yang diharapkan menjadi titik balik Yamaha sejauh ini belum menunjukkan hasil menggembirakan. Pada tes pramusim MotoGP 2026 di Buriram, performa motor anyar tersebut masih tertinggal jauh dari para pesaing.

Nama Fabio Quartararo menjadi sorotan setelah mengalami insiden ringan dan hanya menutup hari pertama pengujian di posisi ke-18, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga : Hari Pers Nasional 2026, Iwakum Raih Penghargaan dari PWI

Rekan setimnya, Jack Miller, mencatat hasil terbaik Yamaha dengan finis ke-17. Namun, keduanya terpaut lebih dari satu detik dari Alex Marquez yang memimpin catatan waktu dengan motor Ducati.

Adsense

Quartararo tak menyembunyikan rasa frustrasinya. Juara dunia 2021 itu menilai Yamaha masih membutuhkan waktu lama untuk bisa kompetitif. “Dalam satu minggu, bahkan satu bulan, kami belum akan siap. Situasinya sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Baca juga : Muhaimin: Pemerintah Tidak Biarkan Pers Jalan Sendirian

Ia menjelaskan bahwa tim masih belum menemukan setelan dasar yang ideal. Hampir setiap sesi diwarnai perubahan konfigurasi, namun belum membuahkan peningkatan berarti. Fokus pengembangan yang terus bergeser membuat progres terasa stagnan.

Kendala utama Yamaha disebut berada pada sektor tenaga mesin dan traksi. Motor V4 anyar diklaim kehilangan sekitar 10 km/jam di lintasan lurus dibanding para rival. Alex Rins menambahkan bahwa bukan hanya Ducati, tetapi Honda dan Aprilia juga unggul dalam akselerasi dan daya cengkeram saat keluar tikungan.

Baca juga : Masa Depan Pecco Bagnaia di MotoGP 2027 Masih Abu-abu

“Kami kehilangan banyak tenaga mesin dan traksi. Pembalapnya siap, tetapi motornya belum,” ujar Rins, yang mengaku detak jantungnya mencapai 191 bpm hanya untuk mencatat posisi ke-19 dalam sesi time attack.

Di tengah hasil kurang memuaskan tersebut, Miller mencoba bersikap realistis. Pembalap Pramac Yamaha itu menilai ada sinyal positif pada pengembangan sasis dan aerodinamika. Namun, ia mengakui defisit kecepatan puncak menjadi pekerjaan besar yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense