RM.id Rakyat Merdeka - Rangkaian Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 mencapai puncaknya pada hari ketiga, di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, Minggu (26/4/2026).
Sejak pagi, pertandingan lanjutan mempertemukan para atlet terbaik dari berbagai provinsi, baik di kategori senior maupun junior. Kompetisi berlangsung dari babak delapan besar hingga semifinal dengan intensitas yang semakin tinggi.
Memasuki fase penentuan, perebutan posisi ketiga di kedua kategori berlangsung ketat dan penuh strategi. Para atlet tampil maksimal sebagai penutup perjalanan panjang sejak babak kualifikasi.
Pada malam hari, suasana mencapai klimaks lewat grand final kategori senior dan junior. Laga berlangsung dalam atmosfer kompetitif tinggi dan menjadi penentu gelar juara nasional. Di sela final, suasana semakin semarak dengan penampilan musisi Anji yang turut memeriahkan puncak Kejurnas ORADO 2026.
Baca juga : Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Dimulai, Atlet Dari 28 Provinsi Berdatangan
Berdasarkan hasil akhir, kategori senior dimenangkan Bangka Belitung B sebagai juara pertama, disusul Jambi B di posisi kedua, Lampung B di posisi ketiga, dan Jawa Barat A di posisi keempat.
Untuk kategori junior, Sulawesi Selatan keluar sebagai juara pertama. Diikuti Sumatera Selatan B di posisi kedua, Kalimantan Selatan di posisi ketiga, dan Sumatera Selatan A di posisi keempat.
Usai final, kegiatan dilanjutkan dengan agenda penghargaan (awarding) untuk sejumlah kategori. Antara lain penyelenggara kejuaraan provinsi terbaik, penyelenggara kejuaraan cabang terbaik, serta penghargaan khusus best jersey. Momentum penutup ditandai dengan pengumuman pemenang dari posisi keempat hingga juara pertama, dilanjutkan penyerahan medali dan trofi kepada para juara.
Ketua Umum Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) Yooky Tjahrial menilai Kejurnas tahun ini menunjukkan perkembangan positif dalam pembinaan atlet di daerah.
Baca juga : Ana/Trias Jumpa Duet Peringkat Satu Dunia
“Dari keseluruhan rangkaian hingga partai final, kita melihat kualitas permainan yang semakin merata, baik di kategori senior maupun junior. Ini menjadi indikator bahwa pembinaan berjalan dengan baik dan menghasilkan atlet-atlet yang kompetitif,” ujar Yooky, dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, Kejurnas bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang memperkuat ekosistem olahraga domino nasional. “Melalui Kejurnas ini, kita tidak hanya menentukan juara, tetapi juga membangun fondasi pembinaan yang berkelanjutan agar domino semakin berkembang sebagai olahraga prestasi,” katanya.
Ketua Harian PB ORADO Giri Bayu Kusumah menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan tidak lepas dari kesiapan sistem dan konsistensi teknis. “Seluruh tahapan pertandingan berjalan sesuai dengan sistem yang telah disiapkan sejak awal. Konsistensi dalam pelaksanaan teknis menjadi kunci agar kompetisi berlangsung adil, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Giri.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) PB ORADO Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF menilai Kejurnas tidak hanya sukses dari sisi kompetisi, tetapi juga dalam membangun kebersamaan.
Baca juga : Prabowo Turun ke Bantaran Rel di Pasar Senen, Warga Terharu dan Bahagia
“Kejurnas ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita membangun semangat kebersamaan antarprovinsi. Domino hadir sebagai olahraga strategi yang inklusif, yang bisa dinikmati berbagai kalangan dan terus berkembang di Indonesia,” pungkasnya.
Panitia juga menggelar pertandingan ekshibisi yang diikuti provinsi yang belum lolos ke babak perdelapan final. Sebanyak 18 peserta ambil bagian, antara lain dari Bali, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Papua, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, serta tim PB ORADO.
Pertandingan menggunakan sistem undian dengan sembilan meja. Setiap laga memberikan apresiasi kepada peserta, baik pemenang maupun partisipan. Khusus tim yang menghadapi PB ORADO, panitia menyiapkan skema hadiah lebih besar.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan perangkat pertandingan sebagai simbol berakhirnya Kejurnas ORADO 2026. Dengan berakhirnya seluruh rangkaian, Kejurnas ORADO 2026 tak hanya menghadirkan kompetisi yang kompetitif, tetapi juga mempertegas posisi domino sebagai olahraga strategi dan kecerdasan dalam sistem pembinaan prestasi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.