RM.id Rakyat Merdeka - Kesuksesan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 bukanlah hasil instan. Di balik dua gelar Piala Dunia yang diraih La Roja pada 2010 dan 2026, terdapat filosofi sepak bola yang dibangun selama hampir dua dekade dan terus dikembangkan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Direktur National School of Coaches RFEF, David Gutierrez, menyebut fondasi kejayaan Spanyol bermula dari keberanian Luis Aragones mengubah identitas permainan tim nasional pada 2008. Menurutnya, Aragones memahami karakter pemain Spanyol yang tidak mengandalkan kekuatan fisik, tetapi unggul dalam kecerdasan bermain dan kerja sama tim.
Baca juga : Bupati Lombok Barat Ditangkap di Rumah Dinas, Usai Nobar Final Piala Dunia
"Dia membuat kami sadar bahwa kami mungkin bukan bangsa yang paling cepat atau paling kuat, tetapi kami memiliki kemampuan memahami permainan secara kolektif. Itulah yang terus kami tanamkan kepada para pelatih," ujar Gutierrez.
Pandangan serupa disampaikan mantan Direktur Olahraga RFEF, Jose Francisco Molina. Menurutnya, Aragones membangun tim berdasarkan karakter pemain yang dihasilkan akademi-akademi klub Spanyol. Filosofi itu kemudian dipertahankan karena terbukti membawa hasil luar biasa.
Baca juga : Pramono Diledek Istri Usai Argentina Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Keberhasilan tersebut juga didukung sistem pembinaan pelatih yang terstruktur. Direktur Olahraga RFEF saat ini, Aitor Karanka, mengatakan seluruh pelatih Spanyol dididik agar mampu mengembangkan kecerdasan taktik pemain sejak usia dini. Fokus latihan bukan sekadar meningkatkan teknik individu, tetapi juga pemahaman permainan kolektif melalui penguasaan bola dan pengambilan keputusan.
Hasilnya terlihat jelas di lapangan. Para pemain Spanyol dikenal mampu membaca permainan, bergerak tanpa bola secara efektif, dan mengambil keputusan cepat dalam berbagai situasi. Tim juara Piala Dunia 2026 bahkan tidak lagi bergantung pada lulusan akademi Barcelona semata. Rodri, Fabian Ruiz, hingga Pedro Porro menjadi bukti bahwa filosofi tersebut telah diterapkan secara merata di berbagai akademi klub.
Baca juga : 10 Rekor Fantastis Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Gol Pedro Porro ke gawang Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 menjadi contoh nyata. Proses gol diawali rangkaian umpan pendek, pergerakan tanpa bola, dan pemanfaatan ruang yang mencerminkan identitas sepak bola Spanyol.
Meski sukses meraih gelar dunia, RFEF menegaskan proses pengembangan belum berhenti. Gutierrez menyebut sepak bola modern terus berkembang dengan analisis data, inovasi taktik, hingga tuntutan fisik yang semakin tinggi. Namun, Spanyol tetap yakin filosofi berbasis penguasaan bola, kecerdasan bermain, dan kerja sama tim akan terus menjadi fondasi untuk mempertahankan dominasi mereka di level dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.