RM.id Rakyat Merdeka - Mercedes mengambil keputusan berani di Grand Prix Italia 2026. Tim asal Jerman itu mengganti seluruh komponen pembangkit daya di mobil Andrea Kimi Antonelli demi mempertahankan keunggulan hingga akhir musim.
Konsekuensinya, pembalap asal Italia itu harus menerima penalti: memulai balapan dari posisi paling belakang. Yang ironisnya, Antonelli bakal tampil di hadapan publiknya sendiri.
Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi Antonelli yang tengah memburu gelar juara dunia. Monza seharusnya menjadi panggung ideal bagi Antonelli untuk tampil di depan pendukungnya dan memperbesar keunggulan di klasemen. Saat ini, pembalap berusia 20 tahun itu tengah berada di puncak klasemen.
Antonelli sulit menghindar dari penalti ini. Setelah mengalami kegagalan mesin pembakaran internal di Barcelona, Antonelli menggunakan mesin keempat di Grand Prix Belgia, yang nota bene batas terakhir alokasi tanpa penalti. Mercedes akhirnya memilih Monza untuk mengambil konsekuensi tersebut.
Baca juga : Geser AS, China Perkuat Cengkraman Di Mesir
Pemilihan Monza bukan tanpa perhitungan. Karakter sirkuit yang memiliki lintasan lurus panjang dan empat zona menyalip memberi Antonelli peluang lebih besar untuk mengejar dari posisi belakang. Ditambah performa mobil W17 yang kompetitif sepanjang musim, Mercedes menilai kerugian akibat penalti masih dapat diminimalkan.
“Monza adalah sirkuit yang menuntut efisiensi energi tinggi dan memiliki empat zona untuk menyalip. Seorang pembalap tidak mungkin bisa bertahan di semua zona tersebut, jadi mobil yang lebih cepat seharusnya bisa melaju ke depan dengan relatif mudah,” dalih Direktur Teknik Lintasan Mercedes, Andrew Shovlin seperti dikutip dari Crush, kemarin.
Mercedes juga memilih tidak menggunakan peningkatan performa mesin melalui skema Additional Development and Update Opportunities (ADUO). Unit baru Antonelli lebih difokuskan pada keandalan dan pendinginan, sesuai tuntutan Monza serta kebutuhan tim untuk menjaga kondisi komponen hingga akhir musim.
Bagi Antonelli, konsekuensinya tetap berat. Penggantian komponen secara menyeluruh membuatnya terkena penalti grid minimal 20 posisi. Berdasarkan regulasi F1, akumulasi penalti 15 posisi atau lebih membuat pembalap harus memulai balapan dari posisi paling belakang.
Baca juga : Audi Marissa, Suami Posting Pesan Perpisahan
Team Principal Mercedes, Toto Wolff, mengakui keputusan tersebut tidak menyenangkan, terutama karena Antonelli akan menjalani balapan kandang dari posisi terakhir.
“Kimi akan menerima penalti dan memulai balapan dari posisi paling belakang. Ini disayangkan baginya dan para penggemar, yang ingin melihatnya berjuang untuk meraih kemenangan di balapan kandangnya,” ujar Wolff.
Namun, Mercedes berharap kerugian tersebut hanya bersifat sementara. “Ketika Anda membuat keputusan yang menguntungkan kampanye kejuaraan Anda, terkadang Anda harus membayar harga jangka pendek. Tujuannya adalah untuk merebut kembali posisi sebanyak mungkin dan mencetak poin sebanyak mungkin,” katanya.
Penalti Antonelli sekaligus menjadi peluang bagi George Russell. Rekan setimnya itu saat ini tertinggal 59 poin di klasemen dan berpeluang memangkas jarak jika Antonelli gagal melakukan pemulihan maksimal.
Baca juga : Dipastikan Gus Ipul, Istana Tidak Intervensi Pemilihan Ketum PBNU
Russell juga dipastikan akan menerima penalti akibat penggantian mesin pada salah satu dari 11 balapan tersisa. Mercedes belum menentukan kapan penalti tersebut akan dijalankan.
Karena itu, Monza menjadi perjudian besar bagi Mercedes. Antonelli harus mengejar posisi sebanyak mungkin dari belakang, sementara tim berharap mesin baru tersebut memberikan keandalan yang dibutuhkan untuk menghadapi sisa musim.
Jika Antonelli mampu kembali ke barisan depan dan meraih poin besar, keputusan Mercedes mengambil penalti di Monza akan terlihat sebagai strategi yang tepat. Sebaliknya, jika kehilangan banyak poin, langkah tersebut berpotensi menjadi bumerang dalam perebutan gelar F1 musim 2026. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.