RM.id Rakyat Merdeka - Tim nasional sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia siap mengukir sejarah pada IFCPF World Cup 2026 di Atlanta, Amerika Serikat, 14-24 Oktober 2026.
National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) resmi melepas tim tersebut dalam acara doa bersama bertajuk *Melampaui Batas dengan Kekuatan Doa* di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo, Jawa Tengah, Rabu (7/10).
Ajang ini menjadi debut Indonesia di Piala Dunia sepak bola CP sekaligus penampilan pertama para pemain asuhan Yanuar Dhuma Ardhiyanto di luar kawasan Asia Tenggara.
Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun mengatakan, keikutsertaan Indonesia merupakan momentum penting untuk mendapatkan pengalaman di level dunia.
"Indonesia baru pertama kali ini mengikuti Piala Dunia. Jadi, kita tidak bisa berbicara targetnya bagaimana. Yang terpenting sekarang kita bisa ke sana, kita menimba ilmu, pengalaman-pengalaman dan lihat apa yang bisa dilakukan selanjutnya," kata Senny.
Baca juga : Kolaborasi HSBC & ANA Travel Fair Tawarkan Berbagai Promo Akhir Tahun
Diky Hendrawan dan kawan-kawan menjadi salah satu wakil Asia bersama Australia dan Jepang. Sebanyak 14 pemain terpilih telah menjalani pemusatan latihan di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Karanganyar.
Indonesia tergabung di Grup C bersama Inggris, Republik Irlandia dan Jepang. Tim akan bertolak menuju Amerika Serikat pada Sabtu (10/10) sore.
"Semoga para pemain bisa beradaptasi dengan semua yang ada di sana, karena kita kan baru pertama kali ini di Piala Dunia. Kita harus melihat kemampuan kita dan kemampuan mereka," ujar Senny.
Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto memastikan seluruh persiapan tim telah rampung. Sebanyak 14 atlet dan 15 ofisial akan dibawa ke Amerika Serikat.
"Untuk yang CP Football sudah 100 persen. Mereka sudah siap, dari sisi mental, fisik dan juga seluruh peralatan serta Visa-nya sudah selesai. Jadi kita harap mereka bisa menampilkan performa terbaiknya di Atalanta," tutur Rima.
Baca juga : Prabowo Tepis Isu Indonesia Gelap, Tunjukkan Investasi IWIP 20 Miliar Dolar AS
Pelatih tim CP Indonesia Yanuar Dhuma Ardhiyanto menyebut laga kontra Republik Irlandia pada 15 Oktober menjadi fokus utama. Kemenangan pada pertandingan pertama diyakini bisa menjadi modal penting untuk menghadapi laga berikutnya.
"Fokus kita mengamankan pertandingan pertama melawan Irlandia di tanggal 15 Oktober. Pertandingan ini akan menjadi modal kita dan Insya Allah ada tiga poin," kata Dhuma.
Dhuma menilai Inggris sebagai lawan terberat di Grup C. Sementara Jepang bukan lawan yang asing bagi Indonesia. Pada pertemuan sebelumnya di IFCPF Asia Oceania, Indonesia mampu mengalahkan Jepang 1-0.
"Kita sudah melakukan analisis beberapa calon lawan, termasuk Inggris yang nantinya cukup berat. Kita siapkan beberapa strategi menyesuaikan tim lawan, tidak selalu sama," ujarnya.
Bek Indonesia Diky Hendrawan memastikan dirinya bersama rekan-rekannya siap menghadapi tantangan di Amerika Serikat. Lolos dari fase grup menjadi target realistis yang ingin diwujudkan.
Baca juga : Jakarta Jadi Laboratorium Integrasi Transportasi Nasional
"Alhamdulillah saya sudah siap menghadapi World Cup. Saya siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Diky.
"Untuk target realistis saja, kita bisa lolos fase grup. Tetapi semoga kita bisa menembus semifinal dan bisa sampai ke babak final," tambahnya.
IFCPF World Cup 2026 diikuti 12 negara. Grup A dihuni Amerika Serikat, Belanda, Kanada dan Skotlandia. Grup B berisi Brasil, Spanyol, Chile dan Australia. Sementara Grup C ditempati Indonesia, Inggris, Republik Irlandia dan Jepang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.