Sebelumnya
Selain membawa SDN Cipayung 02 menjadi juara, Gildas Syauqillah juga meraih penghargaan individu sebagai top scorer KU 12 setelah membukukan 21 gol.
Pencapaian tersebut melanjutkan performa impresifnya pada kompetisi sebelumnya. Pemain yang rutin berlatih sepak bola tiga kali dalam sepekan itu mengakui persaingan di MLSC Bekasi cukup menantang.
Meski demikian, ia tetap percaya pada kemampuan rekan-rekan setimnya untuk melewati setiap pertandingan hingga akhirnya meraih gelar juara.
MLSC Bekasi Seri 1 2026–2027 menjadi salah satu kompetisi terakhir Gildas di kategori tersebut karena usianya telah melewati batas kelompok umur yang dipertandingkan.
Ia berharap, para pemain SDN Cipayung 02 yang lebih muda dapat meneruskan pencapaian tim. Gildas juga bertekad terus berlatih demi mewujudkan cita-citanya menjadi pemain tim nasional Indonesia.
Baca juga : Jakarta Raya Hadirkan Juara Baru, Muhammadiyah Sapen Masih Dominan di DIY
“Semoga teman-teman yang usianya di bawahku prestasinya bisa lebih baik. Karena saya kurang puas dengan hasil ini. Tapi saya akan tetap semangat latihan agar bisa menjadi pemain timnas Indonesia di masa mendatang,” ucap Gildas.
Partisipasi Meningkat, Peluang Sepak Bola Putri Makin Terbuka
Antusiasme terhadap MLSC terlihat dari jumlah atlet dan sekolah yang berpartisipasi. MLSC Bekasi Seri 1 2026–2027 diikuti 1.261 atlet dari 80 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).
Sebanyak 30 tim berkompetisi di KU 10 dan 86 tim bersaing di KU 12. Pertandingan berlangsung di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela. Sementara itu, MLSC Kudus Seri 1 2026–2027 diikuti 1.672 atlet dari 100 SD dan MI.
Persaingan melibatkan 80 tim di KU 10 dan 80 tim di KU 12 yang bertanding di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus.
Besarnya partisipasi tersebut mencerminkan semakin terbukanya ruang bagi pesepak bola putri untuk mengenal, menekuni, dan mengembangkan potensi mereka sejak usia dini.
Baca juga : Djarum Foundation Raih Sports Industry of The Year 2026 dari Kemenpora
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto, menilai tingginya partisipasi di Bekasi dan Kudus menunjukkan antusiasme yang terus tumbuh terhadap sepak bola putri usia dini.
Menurut dia, keterlibatan semakin banyak atlet dan sekolah menjadi modal penting untuk memperluas kesempatan anak perempuan dalam mengembangkan kemampuan melalui kompetisi yang berkelanjutan.
“Antusiasme yang ditunjukkan para peserta dan sekolah menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri. Kami berharap semakin banyak anak perempuan yang tertarik untuk bermain sepak bola dan mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan mereka melalui MilkLife Soccer Challenge,” ujar Edi.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, turut mengapresiasi kerja keras penyelenggara, pelatih, dan para pemain yang terus menunjukkan kemampuan terbaik di setiap seri.
Namun, ia menekankan pentingnya persiapan yang lebih matang dari setiap sekolah untuk mengimbangi penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan.
Baca juga : Cipta Cendikia Football Academy U-15 dan Putri JP Jakarta U-18 Jadi Juara
Menurut Timo, masih ada tim yang hanya berlatih satu kali dalam sepekan, bahkan baru memulai latihan menjelang turnamen.
“Kalau saya lihat, yang masuk delapan besar ke atas semuanya berlatih dua atau tiga kali seminggu. Itu yang saya inginkan, sekolah-sekolah lebih serius lagi. Karena pasti hasilnya berbeda jika hanya satu kali seminggu atau bahkan hanya berlatih sebelum turnamen dimulai,” tutup Timo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.