Dark/Light Mode

Benedictus Siregar Belajar Memaknai Hidup Lewat "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati"

Selasa, 13 Oktober 2026 14:42 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Aktor sekaligus komedian Benedictus Siregar mengaku mendapat pelajaran berharga tentang kehidupan setelah mendalami karakter Ale dalam film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati.

Proses tersebut tidak hanya menjadi tantangan akting bagi pria yang akrab disapa Benny itu, tetapi juga mengubah cara pandangnya terhadap kesepian, persoalan hidup, dan pentingnya hubungan antarmanusia.

"Ada beberapa hal yang nggak pernah aku alami, jadi buat aku, kayaknya ini enggak mungkin (bisa terjadi dalam hidup). Tapi ternyata, memang ada kemungkinan ini sering terjadi," kata Benedictus dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Sebelum menjalani syuting, Benny melakukan sejumlah persiapan untuk mendalami karakter Ale, tokoh utama dalam film adaptasi novel populer berjudul sama tersebut.

Salah satunya dengan berdiskusi bersama seorang teman yang berprofesi sebagai psikolog. Melalui diskusi itu, Benny mencoba memahami berbagai adegan dalam film dengan mengaitkannya pada fenomena sosial yang kerap ditemui dan ditangani para ahli.

Pengalaman tersebut membuatnya lebih bersyukur atas kehidupan yang dijalani sekaligus belajar memahami kondisi orang lain, termasuk mereka yang menghadapi persoalan lebih berat.

Benny menyadari bahwa ukuran sebuah masalah tidak selalu sama bagi setiap orang. Persoalan yang terasa besar bagi seseorang bisa terlihat sederhana bagi orang lain, begitu pula sebaliknya.

Baca juga : Film Hasut Tawarkan Horor Psikologis, Debut Sutradara Ilya Sigma

Pemahaman itu semakin terasa dekat ketika ia menemukan kesamaan antara dirinya dan Ale, terutama dalam pengalaman menghadapi kesepian dan perasaan tidak memiliki teman.

Mendalami karakter Ale juga membuat Benny kembali menyadari pentingnya menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Baginya, percakapan sederhana sekalipun dapat memberikan energi baru untuk menjalani kehidupan.

"Yang bikin aku bertahan di hidup ini, aku pastikan adalah ngobrol sama orang-orang di sekelilingku. Nggak harus yang aku kenal, yang aku baru ketemu lagi, itu sudah bikin energiku kayak kembali lagi," ujarnya.

Benny berharap, pesan tersebut dapat sampai kepada penonton, khususnya mereka yang sedang menghadapi masa sulit. Menurutnya, alasan untuk terus bertahan tidak harus selalu datang dari sesuatu yang besar.

"Mudah-mudahan teman-teman di luar sana dan mungkin juga Ale, menemukan alasan untuk bertahan. Mungkin bukan sesuatu yang besar, mungkin sederhana, tapi lumayan ampuh untuk bertahan," tambah Benny.

Pesan tentang kesepian, hubungan antarmanusia, dan harapan menjadi salah satu sisi emosional yang diangkat melalui perjalanan Ale dalam film tersebut.

Tantangan Memerankan Ale

Di balik keterlibatannya dalam film ini, Benny mengaku sempat merasa takut dan tidak percaya diri saat mengikuti audisi.

Baca juga : Film Bapak Paling Jujur Siap Tayang 15 Oktober 2026

Ia khawatir kemampuan aktingnya justru membuat penonton tertawa, padahal karakter Ale membutuhkan pendekatan emosional yang berbeda.

Benny bahkan sempat berpikir bahwa tidak mendapatkan peran utama akan terasa lebih mudah.

Ia menyadari besarnya tanggung jawab yang harus dipikul saat memerankan karakter sentral dalam film yang diadaptasi dari novel populer tersebut.

"Karena aku tahu buku ini akan difilmkan sudah beberapa bulan sebelum aku casting (audisi), dan aku tahu banyak orang-orang yang mention, jadi itu juga yang menambahkan beban, karena ekspektasinya semakin tinggi," katanya.

Ekspektasi tinggi dari para pembaca novel menjadi tantangan tersendiri bagi Benny. Ia menyadari karakter Ale sudah memiliki tempat di benak pembaca sebelum dihadirkan dalam versi layar lebar.

Meski demikian, Benny bersyukur proses produksi berjalan dengan aman dan nyaman hingga selesai. Ia juga mengapresiasi sikap para pemain dan kru yang dinilainya ramah serta santun dalam berkomunikasi.

"Tidak ada teriakan sama sekali, benar-benar kayak gitu. Makanya aku sampai bilang ke Mas Kuntz (sutradara Kuntz Agus) pokoknya kalau nanti merasa belum pas, aku mengulang adegan beberapa kali enggak masalah, aku sampai bilang begitu karena takut Mas Kuntz kayak orang enggak enakan," tuturnya.

Baca juga : Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Teror Rephaim Ancam Satu Kota

Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati mengisahkan kehidupan Ale yang diperankan Benedictus Siregar. Ale merupakan pria yang mengalami depresi berat akibat tekanan hidup yang dihadapinya.

Perasaan kesepian yang begitu kuat membuat Ale berniat mengakhiri hidupnya dalam kurun waktu 24 jam. Namun, sebelum mengambil keputusan tersebut, ia memiliki satu keinginan sederhana, yakni menyantap seporsi mi ayam yang menjadi makanan favoritnya.

Keinginan itu membawanya bertemu dengan berbagai individu dari latar belakang berbeda. Pertemuan-pertemuan tersebut menghadirkan pengalaman yang perlahan mengubah cara Ale memandang kehidupan.

Melalui perjalanan itu, film ini mengeksplorasi bagaimana interaksi sederhana, pertemuan tak terduga, dan hubungan dengan orang lain dapat memberikan perspektif baru di tengah situasi sulit.

Film adaptasi novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 November 2026.

Dengan mengangkat kesepian, pergulatan batin, dan pencarian alasan untuk terus hidup, film ini diharapkan dapat mengajak penonton melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas.

Film ini juga membawa pesan bahwa hal sederhana sekalipun bisa memiliki arti besar bagi seseorang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.