Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Mahasiswa UMB Borong Penghargaan di Kompetisi Bisnis Internasional
Jumat, 29 Mei 2026 21:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Dua tim mahasiswa UMB sukses membawa pulang penghargaan dalam International Business Plan Competition (IBPC) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI) di University Malaya-Wales, Malaysia, pada Selasa (19/5/2026).
Kompetisi tersebut diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi yang mempresentasikan ide bisnis inovatif.
Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kreativitas, keberlanjutan usaha, kelayakan bisnis, hingga dampak sosial yang dihasilkan.
Salah satu tim dari International Class UMB yang beranggotakan Muhammad Al Fath De Niro, Monica Tandya Bethari, dan Kendo Attariq berhasil meraih penghargaan Best EdTech Innovation melalui inovasi bernama PlayLoop.
Baca juga : Summarecon Bandung Raih Penghargaan Urban Regeneration Asia 2026
Platform berbasis shareconomy tersebut menawarkan layanan penyewaan mainan dan perlengkapan anak untuk membantu keluarga muda menekan pengeluaran sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
“Ada dua masalah yang ingin kami jawab, yakni persoalan ekonomi keluarga muda dan isu lingkungan. Barang yang masih layak pakai bisa dimanfaatkan kembali sehingga lebih hemat dan mengurangi sampah,” ujar Muhammad Al Fath De Niro.
Sementara itu, penghargaan Best Problem-Solving Innovation diraih tim mahasiswa Program Studi Manajemen UMB yang terdiri atas Haidara Mahamadou, Nazwa Rahma Puspita, dan Muhammad Daffa Ridwansyah melalui inovasi LivSense.
LivSense merupakan platform livestock health intelligence yang dirancang untuk membantu peternak mendeteksi potensi penyakit ternak sejak dini melalui analisis data lapangan.
Baca juga : Di PBB, Menlu RI Sebut Palestina Contoh Gagalnya Penegakan Hukum Internasional
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi atas tingginya kerugian akibat keterlambatan penanganan penyakit ternak.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang lebih preventif agar risiko kerugian dan kematian ternak dapat ditekan,” kata Haidara Mahamadou, mahasiswa asal Mali.
Dalam proses persiapan kompetisi, kedua tim mendapatkan pendampingan dari dosen Universitas Mercu Buana, Ali Hanafiah.
Pendampingan dilakukan mulai dari pematangan konsep bisnis hingga latihan presentasi untuk menghadapi dewan juri internasional.
Baca juga : Dirjen Keuda Agus Fatoni Raih Penghargaan Digital Innovation Award 2026
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana turut mengapresiasi pencapaian para mahasiswa tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMB mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Mercu Buana memiliki kreativitas, daya saing, dan kemampuan problem solving yang baik. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani tampil di kompetisi internasional,” ujarnya.
Prestasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen Universitas Mercu Buana dalam mendukung pengembangan inovasi, kewirausahaan, dan kompetensi global mahasiswa melalui berbagai program akademik maupun kompetisi internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya