Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hubungan Pola Makan dengan Aktivitas Sehari-hari Anak Sekolah
Kamis, 24 September 2026 22:04 WIB
Sarapan sering dianggap sebagai kegiatan sederhana sebelum berangkat sekolah. Namun, bagi pelajar, sarapan memiliki peran penting dalam menyediakan energi dan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalani aktivitas hingga siang hari. Kebiasaan melewatkan sarapan dapat membuat asupan energi dan zat gizi harian menjadi kurang optimal, terutama jika tidak digantikan dengan makanan bergizi pada waktu berikutnya.
Sarapan merupakan salah satu bagian dari pola makan sehat. Makanan yang dikonsumsi pada pagi hari sebaiknya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mengandung berbagai zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan penerapan pola makan bergizi seimbang yang memperhatikan keberagaman makanan dan kebutuhan tubuh (Kementerian Kesehatan, 2014).
Pagi hari merupakan awal dari berbagai aktivitas pelajar, mulai dari perjalanan menuju sekolah, mengikuti pembelajaran di kelas, mengerjakan tugas, hingga melakukan kegiatan olahraga. Tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan berbagai aktivitas tersebut. Sarapan yang terdiri atas makanan beragam dan bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan energi setelah tubuh tidak memperoleh makanan selama tidur malam (Kementerian Kesehatan, 2014).
Baca juga : Gula, Garam, Lemak: Enak di Meja Makan, Bahaya di Dalam Tubuh
Sarapan yang baik tidak harus mahal atau terdiri atas makanan yang rumit. Pilihan sederhana seperti nasi dengan telur dan sayur, roti dengan telur, atau makanan pokok lainnya yang dilengkapi sumber protein, sayuran atau buah, serta air putih dapat menjadi pilihan. Prinsipnya adalah menyediakan makanan yang beragam dan bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh (Kementerian Kesehatan, 2014).
Bagi pelajar, sarapan juga berkaitan dengan kemampuan mempertahankan konsentrasi selama proses pembelajaran. Otak membutuhkan energi agar dapat menjalankan fungsi kognitif seperti memperhatikan informasi, mengingat materi, dan menyelesaikan tugas. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sarapan dapat memberikan manfaat terhadap beberapa aspek fungsi kognitif dan performa belajar pada anak dan remaja, meskipun pengaruhnya dapat berbeda berdasarkan jenis makanan, kondisi individu, dan kualitas keseluruhan pola makan (Adolphus, Lawton, & Dye, 2013).
Namun, masih terdapat pelajar yang melewatkan sarapan karena berbagai alasan. Jadwal sekolah yang padat, bangun terlambat, tidak terbiasa makan pada pagi hari, atau keterbatasan waktu menjadi beberapa faktor yang dapat menyebabkan siswa berangkat sekolah tanpa sarapan. Jika kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus, kesempatan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi pada pagi hari dapat berkurang.
Baca juga : Bukan Sekadar Kebiasaan: Cuci Tangan Penting bagi Kesehatan Masyarakat
Kebiasaan sarapan juga berkaitan dengan pola makan secara keseluruhan. Penelitian pada anak dan remaja menunjukkan bahwa mereka yang terbiasa sarapan cenderung memiliki kualitas pola makan yang lebih baik dibandingkan mereka yang sering melewatkannya (Rampersaud et al., 2005).
Namun, sarapan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan belajar. Tidur yang cukup, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, lingkungan belajar, dan faktor psikologis juga dapat memengaruhi konsentrasi pelajar. Dengan demikian, sarapan dapat menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang mendukung kesiapan pelajar dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sarapan bukan satu-satunya faktor yang menentukan konsentrasi atau prestasi belajar, tetapi menjadi bagian dari pola hidup sehat bersama tidur yang cukup, aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan kebiasaan hidup bersih. Membiasakan sarapan sejak usia sekolah merupakan langkah sederhana untuk membantu membangun perilaku hidup sehat sejak dini.
Baca juga : Pentingnya Pola Hidup Sehat Sejak Dini
Artikel ini ditulis oleh Machika Putri Indriyani, Luthfiah Mawar,M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah , Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Lufhfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan, dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM10 UINSU Stambuk 2026e
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya