Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perkembangan zaman telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi membuat berbagai aktivitas menjadi lebih mudah dan cepat, mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi hingga berbelanja. Namun, kemudahan tersebut juga dapat mendorong kebiasaan hidup yang kurang aktif.
Penggunaan kendaraan bermotor, pekerjaan yang banyak dilakukan sambil duduk, serta meningkatnya waktu di depan layar dapat membuat aktivitas fisik masyarakat berkurang. Menurut World Health Organization (WHO, 2020), kurangnya aktivitas fisik dan perilaku sedentari dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Salah satu masalah yang muncul dari gaya hidup modern adalah kurangnya aktivitas fisik. Kesibukan sehari-hari membuat sebagian orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan menggunakan perangkat digital. Padahal, aktivitas fisik memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Baca juga : Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini
WHO (2020) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu. Aktivitas tersebut tidak harus selalu berupa olahraga, tetapi dapat dilakukan melalui berjalan kaki, bersepeda, aktivitas rumah tangga, dan kegiatan sehari-hari lainnya.
Selain kurang bergerak, pola makan juga menjadi salah satu tantangan kesehatan pada masyarakat modern. Kesibukan dan kemudahan memperoleh makanan siap saji dapat membuat masyarakat lebih sering memilih makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak.
Menurut WHO dan FAO (2024), pola makan sehat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi dan membantu mengurangi risiko penyakit tidak menular. Oleh karena itu, masyarakat perlu membiasakan konsumsi makanan yang beragam, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta sumber protein yang bergizi.
Baca juga : Sehat Hari Ini, Produktif Esok Hari: Pentingnya Menjadikan Kesehatan sebagai Pri
Gaya hidup modern juga dapat memengaruhi waktu istirahat dan keseimbangan kehidupan sehari-hari. Penggunaan perangkat digital hingga larut malam, aktivitas yang padat, serta tuntutan pekerjaan atau pendidikan dapat membuat seseorang mengurangi waktu istirahat. Penggunaan teknologi secara berlebihan juga dapat membuat seseorang lebih lama berada dalam posisi duduk. WHO (2020) menekankan pentingnya mengurangi perilaku sedentari dan menggantinya dengan aktivitas fisik sesuai kemampuan.
Menghadapi perubahan gaya hidup tersebut, masyarakat tidak harus meninggalkan teknologi dan kemajuan zaman. Hal yang lebih penting adalah menggunakannya secara bijak dan tetap memperhatikan kesehatan.
Kebiasaan sederhana seperti lebih sering berjalan kaki, melakukan aktivitas fisik, memilih makanan bergizi, membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta memberikan waktu untuk beristirahat dapat menjadi langkah dalam menjaga kesehatan. Dengan membangun kebiasaan sehat secara konsisten, masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan zaman tanpa mengabaikan kesehatan tubuh dan kualitas hidup.
Baca juga : Air Bersih dan Sanitasi Sehat untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Artikel ini ditulis oleh Wilda Rahmayani Marpaung, Luthfiah Mawar, M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Putri Namira, Sitti Fhadilah Pasaribu, Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, dan Aninda Listya dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM8 UINSU Stambuk 2026L
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya