Dark/Light Mode

Analisis Personalia: Kunci Menentukan Pelatihan yang Tepat

Selasa, 15 September 2026 20:11 WIB
Ilustrasi analisis personalia untuk menentukan pelatihan karyawan yang tepat. (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi analisis personalia untuk menentukan pelatihan karyawan yang tepat. (Gambar dibuat dengan AI)

Pelatihan karyawan sudah sering dilakukan di berbagai perusahaan. Tetapi, pernahkah kita berpikir, apakah pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan karyawan? Jangan sampai perusahaan sudah mengeluarkan banyak waktu dan biaya untuk pelatihan, tetapi hasilnya belum terlihat karena pelatihannya tidak sesuai dengan masalah yang dihadapi.

Menurut saya, sebelum menentukan program pelatihan, perusahaan perlu melakukan analisis personalia. Analisis personalia merupakan proses untuk mengetahui kemampuan, keterampilan, pengetahuan, serta kekurangan yang dimiliki karyawan. Dari sini, perusahaan dapat melihat siapa yang membutuhkan pelatihan dan kemampuan apa yang perlu dikembangkan.

Baca juga : Pemuda Katolik Banten Gandeng Kemendag Cetak Eksportir Muda

Sebagai contoh, sebuah perusahaan retail mengalami penurunan target penjualan. Perusahaan kemudian memberikan pelatihan teknik penjualan kepada seluruh karyawan. Setelah dievaluasi, ternyata sebagian karyawan sebenarnya sudah memahami teknik penjualan, tetapi masih mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem digital dan memahami informasi produk. Artinya, masalah yang terjadi bukan sepenuhnya karena kurangnya kemampuan menjual.

Jika perusahaan melakukan analisis personalia terlebih dahulu, pelatihan yang diberikan tentu bisa lebih tepat. Karyawan yang kesulitan menggunakan sistem digital dapat diberikan pelatihan teknologi, sedangkan karyawan yang kurang memahami produk dapat diberikan pelatihan product knowledge. Dengan cara ini, pelatihan menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing karyawan.

Baca juga : Orang Tepat di Posisi Tepat: Pentingnya Analisis dan Klasifikasi Pekerja

Analisis personalia juga dapat dilakukan dengan melihat hasil kerja, pencapaian target, evaluasi atasan, serta kesulitan yang sering dialami karyawan dalam menjalankan tugas. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk menentukan apakah masalah kinerja memang membutuhkan pelatihan atau justru membutuhkan solusi lain.

Menurut saya, pelatihan yang efektif bukan hanya tentang seberapa sering perusahaan mengadakan pelatihan, tetapi seberapa tepat pelatihan tersebut diberikan. Ketika kebutuhan karyawan sudah diketahui, perusahaan dapat menghindari pelatihan yang hanya bersifat formalitas dan mengarahkan program pengembangan pada kemampuan yang benar-benar dibutuhkan.

Baca juga : Perencanaan SDM: Jangan Asal Rekrut Karyawan

Pada akhirnya, analisis personalia menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan keberhasilan pelatihan. Dengan mengetahui kebutuhan setiap karyawan, perusahaan dapat memberikan pelatihan yang lebih tepat sasaran, membantu karyawan meningkatkan kemampuannya, sekaligus membuat penggunaan waktu dan biaya perusahaan menjadi lebih efektif.

Silvia Rahmawati
Silvia Rahmawati
Mahasiswa Program Studi Manajemen

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.