Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Menpora: Bonus Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026
- Eugenia Diva Persembahkan Perunggu Buat Indonesia
- Praperadilan, Silmy Karim Minta Penyitaan dan Status Tersangka Dicabut
- Beredar Hoax Bantuan Rp300 Juta, Ini Klarifikasi Pemprov Papua
- Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026
Gandeng Thales Dan CFM, Vietjet Perkuat Teknologi Penerbangan
Rabu, 16 September 2026 19:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Maskapai asal Vietnam Vietjet memperkuat kapabilitas teknologi penerbangan melalui perluasan kerja sama dengan Thales dan CFM International, mencakup perawatan pesawat, dukungan komponen, penerbangan digital, kecerdasan buatan (AI), hingga keamanan siber.
Langkah tersebut dilakukan seiring ekspansi armada dan jaringan penerbangan Vietjet di kawasan Asia-Pasifik hingga pasar global, termasuk Indonesia melalui penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City.
"Industri penerbangan yang kuat membutuhkan lebih dari sekadar armada modern dan jaringan yang luas. Industri ini membutuhkan keahlian teknis yang mendalam dan sumber daya manusia yang sangat terampil," ujar CEO Vietjet Nguyen Thanh Son.
Menurut dia, kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya Vietjet membangun ekosistem penerbangan yang lebih lengkap di Vietnam, termasuk menyiapkan tenaga teknik berkelas dunia dan memperkuat peran Vietnam dalam rantai nilai penerbangan global.
Baca juga : Thales Lira Nilai Persija Layak Menang atas Madura United
Bersama Thales, Vietjet meneken kontrak Repair-By-The-Hour (RBTH) untuk perawatan komponen armada Airbus, mulai dari A320/A321, A321neo/A321XLR, hingga A330 dan A330neo.
Skema tersebut ditujukan untuk meningkatkan keandalan dan ketersediaan armada sekaligus menjaga efisiensi operasional maskapai.
Vietjet dan Thales juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengeksplorasi teknologi penerbangan digital, avionik, AI, dan keamanan siber.
Kerja sama itu mencakup penjajakan solusi cloud yang aman, analitik prediktif, serta teknologi pendukung pengambilan keputusan dalam operasional penerbangan.
Baca juga : Perkuat Konektivitas Penerbangan Indonesia-Vietnam, Vietjet Gelar Flash Sale
Sementara itu, Vietjet dan CFM International menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk menilai kelayakan pengembangan kapabilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) mesin LEAP di Vietnam.
CFM akan memberikan konsultasi mengenai kebutuhan MRO, infrastruktur, tenaga kerja, hingga aspek industri yang diperlukan untuk membangun kemampuan perawatan mesin secara lokal.
Hubungan Vietjet dengan CFM telah berlangsung sejak maskapai tersebut menerima Airbus A320ceo pertamanya dengan mesin CFM56 pada 2014.
Saat ini, Vietjet mengoperasikan 50 pesawat A320ceo dan A321ceo bermesin CFM56. Kemitraan kedua perusahaan memasuki tahap baru setelah Vietjet memesan 200 unit Boeing 737-8, termasuk 737-8 dan 737-8-200 yang menggunakan mesin CFM LEAP-1B.
Baca juga : Thales Lira Siap Perpanjang Tren Positif Persija Saat Hadapi Persik
Penguatan MRO, AI, teknologi digital, dan keamanan siber tersebut menjadi bagian dari persiapan Vietjet untuk menopang pertumbuhan armada dan jaringan internasional.
Indonesia menjadi salah satu pasar yang terhubung langsung dalam ekspansi jaringan Vietjet. Maskapai itu juga bersiap meluncurkan layanan penerbangan pertamanya ke Eropa pada Oktober 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya