Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Catat Pertumbuhan Bisnis 22,6 Persen
Kamis, 24 September 2026 18:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Jakarta 1 mencatat pertumbuhan bisnis sebesar 22,6 persen hingga semester I 2026.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang meningkatnya minat masyarakat terhadap emas, baik melalui produk tabungan emas, pembiayaan maupun berbagai layanan berbasis emas.
Dalam pemaparannya kepada sejumlah media, jajaran Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 menyampaikan, kinerja bisnis perusahaan di wilayah tersebut terus menunjukkan perkembangan positif. Pada semester I 2026, Pegadaian mencatat laba sekitar Rp 1,1 triliun.
Wilayah kerja Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 mencakup sejumlah area bisnis, mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bogor, Bekasi hingga wilayah sekitarnya.
Dalam menjalankan bisnis di wilayah tersebut, Pegadaian didukung jajaran deputi bisnis area, yakni Ade Yayat selaku Deputi Bisnis Kantor Area Senen, Ichvan Ramdhani selaku Deputi Bisnis Kantor Area Jatiwaringin, Rahman Susilo selaku Deputi Bisnis Kantor Area Bogor, A.V. Dedy Nugroho selaku Deputi Bisnis Kantor Area Kramatjati, serta Kusnadi selaku Deputi Bisnis Kantor Area Bekasi.
Jumlah nasabah di wilayah tersebut juga telah mencapai sekitar 2,47 juta nasabah pada semester I 2026. Nasabah tersebut terdiri dari pengguna produk pembiayaan maupun tabungan emas.
Pertumbuhan bisnis salah satunya dipengaruhi kenaikan harga emas dalam beberapa periode terakhir.
Sebagai perusahaan yang memiliki bisnis utama berbasis emas, kenaikan harga emas turut mendorong aktivitas masyarakat dalam membeli, menabung dan memanfaatkan emas sebagai instrumen pembiayaan.
“Alhamdulillah, kinerja Pegadaian 2024, 2025 dan 2026 terus menunjukkan perkembangan yang baik. Kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong pertumbuhan bisnis,” ujar Dede Kurniawan, Pinwil Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1.
Pegadaian kini tidak lagi hanya mengandalkan bisnis gadai. Perusahaan telah mengembangkan berbagai layanan, mulai dari tabungan emas, cicilan emas, pembiayaan modal kerja, pembiayaan kendaraan dengan jaminan BPKB, hingga pembiayaan untuk kebutuhan ibadah haji dan umrah.
Untuk pembiayaan haji, Pegadaian menawarkan skema dengan jaminan emas untuk membantu masyarakat memperoleh porsi haji.
Baca juga : Pembiayaan Pergadaian Tembus Rp 160,78 T, Tren Gadai Mewah Terus Tumbuh
Setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan, nasabah dapat memperoleh nomor porsi dan selanjutnya melakukan pembayaran secara bertahap.
Menurut Pegadaian, skema tersebut antara lain ditujukan bagi masyarakat usia produktif yang ingin mempersiapkan keberangkatan haji sejak dini.
Selain itu, Pegadaian mengembangkan bisnis emas melalui Galeri 24. Perusahaan memiliki fasilitas pengolahan dan perdagangan emas serta jaringan distribusi yang luas.
Pegadaian menyebut, Galeri 24 memiliki berbagai pilihan emas batangan yang dapat menjadi bagian dari ekosistem emas yang dikembangkan perusahaan.
Di masing-masing wilayah, jajaran deputi bisnis area berperan memperluas akses masyarakat terhadap produk Pegadaian.
Ade Yayat menangani pengembangan bisnis di Area Senen, Ichvan Ramdhani di Area Jatiwaringin, Rahman Susilo di Area Bogor, A.V. Dedy Nugroho di Area Kramatjati, dan Kusnadi di Area Bekasi.
Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam strategi Pegadaian. Perusahaan mengembangkan aplikasi Pegadaian Digital yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi emas secara lebih praktis.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat membeli dan menabung emas mulai dari nominal yang relatif terjangkau. Saldo emas dapat dipantau secara digital sehingga masyarakat tidak perlu menyimpan emas secara fisik di rumah.
Pegadaian menyebut jumlah pengguna aplikasi tersebut telah mencapai sekitar 5,4 juta pengguna. Aplikasi Pegadaian Digital juga telah terintegrasi dengan sejumlah ekosistem layanan perbankan sehingga masyarakat dapat mengakses produk Pegadaian melalui kanal digital yang lebih luas.
Menurut Pegadaian, digitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem emas sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat.
Dalam pengembangan ekosistem emas, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 menjelaskan terdapat sejumlah layanan utama yang dikembangkan perusahaan.
Baca juga : Tren Baru: “Gerebek” KUA
Pertama, tabungan emas yang memungkinkan masyarakat membeli emas secara bertahap sesuai kemampuan. Kedua, titip emas, termasuk layanan penyimpanan emas bagi nasabah korporasi.
Ketiga, pinjaman modal kerja berbasis emas yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di sektor perdagangan emas. Keempat, perdagangan emas batangan yang dilakukan melalui jaringan Galeri 24.
Pegadaian menilai, pengembangan ekosistem tersebut dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat yang ingin menyimpan emas dengan kebutuhan pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan.
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 juga menaruh perhatian terhadap literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Pegadaian secara rutin melakukan edukasi keuangan di kampus dan berbagai komunitas. Edukasi tersebut antara lain membahas pentingnya perencanaan keuangan, investasi, pengelolaan utang, serta risiko pinjaman online ilegal maupun pinjaman yang tidak sesuai kemampuan.
Pegadaian menyatakan kegiatan literasi keuangan tidak hanya dilakukan pada momentum Bulan Inklusi Keuangan, tetapi sepanjang tahun.
“Kami tidak harus menunggu Oktober untuk melakukan literasi keuangan. Mulai Januari kami sudah masuk ke kampus-kampus untuk memberikan edukasi,” kata Ichvan Ramdhani, Deputi Bisnis Kantor Area Jatiwaringin.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu generasi muda memahami produk keuangan sebelum menggunakan layanan pembiayaan.
Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan, Pegadaian juga memiliki sejumlah produk yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro.
Salah satunya KmGadai Peduli, yang disebut dapat memberikan pinjaman hingga Rp 2,5 juta dengan tenor 60 hari tanpa bunga. Nasabah hanya membayar biaya administrasi.
Pegadaian juga menyampaikan adanya skema pembiayaan mikro berbasis syariah tanpa agunan dengan plafon hingga Rp10 juta bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.
Baca juga : Menyeberang Laut, Kisah Vio Menjangkau Nasabah Ultra Mikro dari Rumah ke Rumah
Dalam penyaluran pembiayaan tersebut, Pegadaian tetap melakukan proses verifikasi terhadap usaha, tempat tinggal serta riwayat pembiayaan calon nasabah.
Pegadaian juga menyampaikan adanya fleksibilitas dalam penyelesaian kewajiban bagi nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran, sesuai ketentuan produk dan kemampuan nasabah.
Di tingkat area, penguatan pembiayaan dan pendampingan kepada nasabah menjadi bagian dari aktivitas bisnis yang dijalankan masing-masing jajaran deputi.
Ade Yayat, Rahman Susilo, A.V. Dedy Nugroho dan Kusnadi turut menjalankan fungsi pengembangan bisnis di wilayah masing-masing, termasuk memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan Pegadaian.
Pegadaian menargetkan pengembangan bisnis emas tidak hanya berhenti pada transaksi jual beli atau gadai.
Perusahaan ingin membangun ekosistem yang menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, investor dan institusi melalui berbagai produk berbasis emas.
Strategi tersebut sejalan dengan visi Pegadaian untuk menjadi pemimpin dalam ekosistem emas dan inklusi keuangan digital.
Pegadaian juga melihat masih besarnya potensi emas yang tersimpan di masyarakat dan belum masuk ke dalam sistem keuangan formal.
Karena itu, perusahaan mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan emas secara lebih produktif melalui layanan yang tersedia.
Dengan kombinasi digitalisasi, diversifikasi produk, pembiayaan usaha dan edukasi keuangan, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 berharap pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya