Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Inggris Vs Spanyol, Kenangan Final Euro 2024
- Jelang GP Azerbaijan, McLaren Rombak MCL40
- Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman, Kemenimipas Investigasi Lapas Cibinong
- ASDP Hadir Dalam Duka Sampaikan Tali Kasih Bagi Keluarga Korban KM Arupadhatu I
- Safrizal Dorong Penguatan NTPD 112: Bukan Sekadar Nomor, Tapi Kecepatan Respons
Produksi Pupuk Kaltim Tembus 5,1 Juta Ton Hingga September 2026
Sabtu, 26 September 2026 12:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat realisasi produksi sebesar 5.102.923 ton hingga 22 September 2026, atau mencapai 78,48 persen dari target produksi sepanjang tahun ini.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan keandalan pasokan pupuk, terutama menjelang Musim Tanam Oktober 2026–Maret 2027.
“Ketersediaan pupuk sangat krusial untuk mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret. Fokus kami adalah menjaga ketersediaan stok dan keandalan operasional agar kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Rafli dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Dari total produksi tersebut, sebanyak 2.735.832 ton merupakan urea, 254.458 ton NPK, dan 2.112.633 ton amonia.
Baca juga : Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Kaltim Capai 293 Ribu Ton
Pupuk Kaltim memiliki kapasitas produksi hingga 6,47 juta ton per tahun yang berasal dari 13 pabrik. Kapasitas tersebut terdiri atas 3,43 juta ton urea, 300 ribu ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia per tahun.
Selain menjaga tingkat produksi, perusahaan memastikan ketersediaan stok untuk menghadapi peningkatan kebutuhan pada musim tanam. Hingga 20 September 2026, stok pupuk di gudang produsen lini I mencapai lebih dari 293 ribu ton.
Stok tersebut terdiri atas 285.841 ton urea, 5.093 ton NPK Phonska, dan 2.182 ton NPK Kakao. Selanjutnya, stok disalurkan melalui jaringan distribusi Pupuk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan petani.
Rafli mengatakan, keandalan produksi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pabrik, tetapi juga oleh kondisi fasilitas dan efisiensi operasional. Karena itu, Pupuk Kaltim terus memperkuat penerapan Operational Excellence melalui digitalisasi dan revitalisasi fasilitas produksi.
Baca juga : Stok Pupuk PKT Aman Jelang Musim Tanam
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang telah beroperasi penuh sejak Agustus 2026.
Setelah revitalisasi, kapasitas produksi amonia meningkat menjadi 1.841 ton per hari dari sebelumnya 1.767 ton per hari atau naik 4,18 persen.
Hasil uji kinerja juga menunjukkan konsumsi energi turun dari 39,28 menjadi 35,25 Million British Thermal Unit (MMBTU) per ton amonia.
Efisiensi tersebut diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya produksi hingga 14,3 juta dolar AS per tahun atau sekitar Rp 228 miliar.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Jakbar & Pupuk Indonesia Dorong Perlindungan Pekerja
Peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi amonia tersebut turut memperkuat ketersediaan bahan baku untuk produksi urea serta mendukung program revitalisasi industri pupuk nasional.
Rafli menegaskan perusahaan akan terus menjaga produktivitas dan keandalan operasional sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai pihak. Pupuk Kaltim akan terus menjaga produktivitas dan keandalan operasional sebagai bagian penting dari peran kami dalam mendukung ketahanan pangan,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya