Dark/Light Mode

Blangkon Jawa Bertahan di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar

Rabu, 30 September 2026 12:14 WIB
Foto: PNM.
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tangan Tri Damayanti dan suaminya, blangkon bukan sekadar penutup kepala khas Jawa. Setiap kain yang dibentuk dan dirangkai menjadi bagian dari upaya menjaga keterampilan warisan sekaligus menopang perekonomian keluarga di tengah perubahan zaman.

Bagi keluarga Tri, membuat blangkon merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Usaha tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi cara untuk mempertahankan keterampilan tradisional agar tetap memiliki nilai ekonomi dan dikenal oleh masyarakat luas.

Untuk menjaga usaha tetap berjalan, Tri menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, memperluas pasar, hingga memperkenalkan produknya kepada konsumen di tengah perkembangan teknologi.

Perjalanan Tri kemudian bertemu dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Sejak menjadi nasabah pada 2023, Tri memperoleh akses pembiayaan yang membantunya memenuhi kebutuhan bahan baku usaha.

Baca juga : BRI Beberkan 3 Kunci UMKM Indonesia Menembus Pasar Global

Namun, dukungan yang diterimanya tidak berhenti pada pembiayaan. Melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, PNM turut memberikan pengetahuan dan pendampingan untuk membantu Tri mengembangkan cara memasarkan produknya.

Media sosial kemudian dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk memperkenalkan blangkon buatannya kepada lebih banyak orang.

“Terima kasih kepada PNM yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan yang sangat bermanfaat bagi usaha saya. Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, saya bisa memasarkan produk melalui media sosial sehingga produk saya semakin dikenal luas,” ujar Tri.

Perjalanan Tri menunjukkan bahwa penguatan usaha ultra mikro tidak berhenti setelah modal diterima.

Baca juga : Teken Kerja Sama, Askrindo dan Bank Kalsel Dorong Pembangunan dan UMKM Daerah

Pengetahuan, keberanian mencoba cara baru, serta kesempatan memperluas pasar menjadi bagian penting agar usaha dapat terus berkembang.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, PNM berupaya membuka akses sekaligus menciptakan kesempatan agar masyarakat prasejahtera dapat mengembangkan potensi yang telah dimiliki.

Menurutnya, pembiayaan menjadi pintu masuk, sementara pemberdayaan membantu nasabah memiliki kemampuan untuk terus mengembangkan usaha.

“Membuka akses bukan hanya tentang memberikan pembiayaan. Kami ingin membuka kesempatan agar setiap nasabah dapat belajar, mengembangkan usaha, dan semakin percaya diri dengan potensi yang dimilikinya. Karena itu, pembiayaan dan pemberdayaan kami hadirkan secara berdampingan, agar usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan, tetapi memiliki ruang untuk terus tumbuh,” ujar Kindaris.

Baca juga : Unisba Genjot Pendampingan UMKM Bojong Koneng Bandung Dorong Kualitas Produk

Pendekatan tersebut menjadi penting bagi usaha tradisional seperti yang dijalankan Tri. Ketika usaha memiliki ruang untuk berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga membuka peluang bagi keterampilan dan produk lokal untuk tetap menemukan tempat di tengah perubahan zaman.

“Saya berharap pendampingan ini terus berlanjut agar kami sebagai nasabah bisa terus berkembang, lebih percaya diri, mampu mengembangkan usaha, serta meningkatkan perekonomian keluarga,” lanjutnya.

Dari sebuah rumah usaha di Pracimantoro, blangkon-blangkon itu terus dibuat dengan tangan. Setiap pesanan bukan hanya berarti pemasukan bagi keluarga Tri, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sebuah keterampilan tradisional untuk tetap hidup dan menemukan tempat di tengah generasi yang terus berubah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.