Dark/Light Mode

Menengok IT Wayame, Nadi Energi Maluku-Papua

Senin, 5 Oktober 2026 06:40 WIB
Supervisor Fuel & LPG Distribution Integrated Terminal Wayame Fahriza Ahmad (dua kanan) memberikan pemaparan saat menerima kunjungan rombongan jurnalis di Ambon, Maluku, Selasa (29/9/2026). Ia menjelaskan prosedur keselamatan dan operasional distribusi BBM di kawasan terminal. (Foto: Dok. Pertamina)
Supervisor Fuel & LPG Distribution Integrated Terminal Wayame Fahriza Ahmad (dua kanan) memberikan pemaparan saat menerima kunjungan rombongan jurnalis di Ambon, Maluku, Selasa (29/9/2026). Ia menjelaskan prosedur keselamatan dan operasional distribusi BBM di kawasan terminal. (Foto: Dok. Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjaga pasokan BBM di wilayah kepulauan bukan pekerjaan mudah. Jarak antarpulau, cuaca yang cepat berubah, serta ketergantungan pada moda transportasi laut dan darat menjadi tantangan yang dihadapi setiap hari.

Di tengah tantangan tersebut, Pertamina terus menjaga kelancaran pasokan BBM di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Maluku dan Papua. Salah satu simpul penting dalam rantai distribusi energi tersebut adalah Integrated Terminal (IT) Wayame di Ambon, Maluku.

Di terminal ini, distribusi BBM didukung sistem digital yang memungkinkan stok di lembaga penyalur dipantau secara real-time selama 24 jam. Ketika persediaan mulai menipis, kebutuhan pasokan dapat segera diketahui sehingga pengiriman BBM bisa dilakukan.

Fakta tersebut disaksikan langsung Rakyat Merdeka saat mengunjungi IT Wayame, Ambon, bersama tiga media nasional di Jakarta dan belasan media lokal di Maluku, Selasa (29/9/2026).

Kompleks operasional IT Wayame berada di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku. Kawasannya membentang di sepanjang pesisir Teluk Ambon, sekitar 11 kilometer dari Bandara Pattimura dan tidak jauh dari Jembatan Merah Putih yang menjadi salah satu ikon Kota Ambon.

Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIT. Meski hari masih pagi, terik matahari sudah terasa menyengat.

IT Wayame merupakan salah satu objek vital nasional. Karena itu, faktor keselamatan sangat diutamakan, terutama di zona operasional yang memiliki risiko tinggi.

Sebelum memasuki area operasional, setiap pengunjung wajib mengenakan alat pelindung diri (APD), mulai dari pakaian khusus atau wearpack, helm, sepatu keselamatan, hingga tanda pengenal.

Sejumlah barang juga tidak diperkenankan dibawa masuk. Tas, ponsel, kamera, dompet, korek api, dan barang lainnya harus disimpan atau dititipkan di tempat yang telah disediakan.

Baca juga : Pindah Moda Transportasi Melewati Trotoar Sempit

Pemeriksaan keamanan dilakukan secara ketat. Satu per satu pengunjung diperiksa menggunakan tongkat pendeteksi logam. Ponsel dan sejumlah perangkat elektronik tidak diperkenankan dibawa masuk demi keselamatan dan kesehatan kerja, mengingat area IT Wayame memiliki potensi paparan uap BBM yang mudah terbakar.

Dari seluruh rombongan, hanya dua kamera yang diperbolehkan masuk. Satu kamera milik petugas dan satu lainnya milik jurnalis foto, yang telah diperiksa oleh tim HSSE (Health Safety Security & Environment). Keduanya berjenis mirrorless. Penggunaannya pun tetap diawasi dan tidak diperbolehkan menggunakan lampu kilat (flash).

Setelah dinyatakan clear, rombongan dipersilakan memasuki area operasional. Integrated Terminal Manager Wayame Gege Kahutama Gigan dan Supervisor Fuel & LPG Distribution Fahriza Ahmad turut mendampingi. Dua petugas sekuriti mengikuti dari belakang untuk mengawasi pergerakan rombongan.

Sebelum memasuki area operasional, Fahriza Ahmad menjelaskan prosedur keselamatan. Menurutnya, pada hari itu tidak ada simulasi keadaan darurat.

“Jadi, jika sewaktu-waktu terdengar bunyi sirene, seluruh rombongan harus segera bergerak menuju titik kumpul,” kata Fahriza. Titik kumpul tersebut berada di dekat gerbang masuk.

Rombongan kemudian berjalan berbaris menyusuri jalur hijau khusus pengunjung di area operasional. Aktivitas pagi itu cukup sibuk. Sejumlah mobil tangki keluar-masuk untuk mengisi BBM sebelum membawanya ke berbagai lembaga penyalur.

Area pertama yang dituju adalah Filling Shed, tempat mobil tangki mengisi BBM. Sekilas, aktivitasnya mirip dengan kendaraan saat mengisi BBM di SPBU. Bedanya, skala dan kapasitasnya jauh lebih besar.

Filling shed Wayame dilengkapi empat jalur pengisian atau loading bay. Terdapat jalur khusus avtur dan LPG, serta jalur untuk melayani berbagai jenis BBM seperti Pertalite, Pertamax, dan Biosolar.

Setiap jalur terhubung dengan sistem pengisian otomatis sehingga proses pengisian berlangsung cepat. Untuk mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, misalnya, pengisian membutuhkan waktu sekitar 7-10 menit. Sementara tangki berkapasitas 16.000 liter membutuhkan waktu sekitar 20-25 menit.

Petugas mengisi BBM ke mobil tangki di Integrated Terminal (IT) Wayame PT Pertamina Patra Niaga di Ambon, Maluku, Selasa (29/9/2026). BBM selanjutnya didistribusikan ke berbagai lembaga penyalur. (Foto: Bambang Trismawan/RM.id)

Baca juga : Italia Vs Turki, Azzurri Usung Momen Kebangkitan

Setelah terisi, mobil-mobil tangki bergerak membawa BBM menuju SPBU atau badan usaha lainnya. Di wilayah Ambon, terdapat delapan SPBU yang mendapat pasokan dari IT Wayame.

Distribusi juga menjangkau wilayah yang lebih jauh, termasuk Pulau Seram. Pengiriman ke wilayah tersebut harus menggunakan kapal dan membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari untuk sampai ke lokasi. Lama perjalanan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan gelombang laut.

Dari area operasional, rombongan kemudian melihat deretan tangki timbun. Total terdapat 16 unit tangki timbun BBM dan dua unit tangki LPG berbentuk seperti bola raksasa.

Tangki timbun tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai jenis BBM, seperti Pertalite dan Pertamax. Namun, rombongan tidak diperkenankan mendekati area tangki timbun dan hanya dapat mengamatinya dari kejauhan.

IT Wayame juga memiliki fasilitas dermaga atau jetty untuk kapal tanker. Lokasinya berada persis di seberang jalan. Sayangnya, saat itu tidak ada kapal tanker yang bersandar sehingga rombongan tidak dapat melihat aktivitas bongkar muat.

Integrated Terminal Manager Wayame Gege Kahutama Gigan mengatakan pasokan utama IT Wayame berasal dari Kilang atau Refinery Unit (RU) V Balikpapan. Jika terdapat kendala, pasokan dapat diambil dari Kilang Cilacap.

Untuk produk gasoline seperti Pertalite dan Pertamax, pasokan masih didominasi impor dari Singapura dan Malaysia.

Selain menyalurkan BBM ke SPBU, IT Wayame juga memasok BBM untuk 20 depot BBM. Terminal-terminal tersebut tersebar di sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia, mulai dari Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, hingga Papua Selatan.

Dengan posisi tersebut, IT Wayame memiliki peran strategis sebagai salah satu terminal penyangga pasokan BBM bagi wilayah Maluku dan Papua.

Pastikan Distribusi BBM Lancar

Baca juga : Juarai GP Jepang, Baby Alien Dekati Rekor V46

Kondisi geografis Maluku dan Papua membuat kelancaran distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi. BBM tidak cukup hanya tersedia di terminal, tetapi harus dipastikan dapat bergerak dari titik penyimpanan hingga sampai ke masyarakat.

Untuk menjaga distribusi tetap aman dan lancar, Pertamina melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal.

Di saat yang sama, Pertamina mengembangkan sistem berbasis digital untuk memantau ketersediaan BBM hingga tingkat lembaga penyalur. Sistem tersebut memungkinkan stok di SPBU, SPBU Nelayan, maupun Agen Premium Minyak Solar (APMS) dipantau secara real-time selama 24 jam.

“Dengan sistem tersebut, Pertamina dapat mengetahui kondisi stok di lapangan dan segera mengirimkan BBM apabila terdapat kebutuhan mendesak atau stok di lembaga penyalur mulai terbatas,” kata Gege.

Gege menjelaskan, hingga saat ini ketersediaan BBM dalam kondisi aman. Seluruh produk berada dalam kondisi optimal dengan ketahanan stok di kisaran 17-20 hari.

Namun, angka tersebut terus diperbarui karena proses penerimaan dan penyaluran pasokan tetap berjalan. Dengan pemantauan selama 24 jam dan dukungan jaringan distribusi, Pertamina memastikan pasokan energi tetap terjaga untuk menopang aktivitas masyarakat di Maluku dan Papua. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.