Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Kerja Sama RI-Jerman Diperkuat
Pemerintah Target Ratifikasi IEU-CEPA Tuntas Tahun 2026
Senin, 5 Oktober 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi dengan Jerman. Penguatan diarahkan pada sektor industri, perdagangan, investasi, energi, transformasi digital, hingga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hubungan Indonesia dan Jerman selama satu dekade terakhir terus berkembang. Hubungan ini dilandasi rasa saling menghormati, kepercayaan dan kepentingan bersama.
“Ini peluang besar untuk memperdalam kerja sama di bidang industri, infrastruktur, perdagangan, investasi, energi, transformasi digital, kesehatan, ilmu hayati dan pengembangan SDM,” kata Airlangga saat perayaan Hari Persatuan Jerman, seperti dikutip di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Pada 2026, Indonesia dan Jerman memperingati 74 tahun hubungan diplomatik. Kedua negara akan memasuki 75 tahun hubungan bilateral pada 2027.
Menurut Airlangga, tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kedua negara. Hal itu ditandai sejumlah kunjungan dan pertemuan tingkat tinggi.
Pada Juni 2026, Indonesia menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menegaskan komitmen memperkuat kemitraan. Terutama di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan dan ketenagakerjaan.
Menurut Airlangga, pertemuannya dengan delegasi bisnis Jerman yang dipimpin Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri Jerman Florian Hahn, bagian dari upaya menerjemahkan hubungan politik kedua negara menjadi kerja sama ekonomi yang konkret.
Baca juga : Pindah Moda Transportasi Melewati Trotoar Sempit
Pembahasan mencakup Komite Bersama Ekonomi dan Investasi, kerja sama industri dan hijau, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Pada Agustus 2026, Airlangga juga menerima kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali-Radovan bersama delegasi Pemerintah, anggota parlemen Bundestag, serta perwakilan sektor keuangan dan bisnis.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menjajaki pemanfaatan teknologi dan pembiayaan Jerman untuk mendukung sejumlah proyek di Indonesia.
Proyek tersebut antara lain energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, ekosistem kendaraan listrik dan baterai, semikonduktor, infrastruktur digital, serta pembiayaan berkelanjutan.
Politisi senior Partai Golkar itu menambahkan, Jerman bersama Jepang berperan sebagai salah satu pemimpin bersama International Partners Group (IPG) dalam kemitraan transisi energi Indonesia melalui Just Energy Transition Partnership (JETP).
Kemitraan tersebut menjadi salah satu platform untuk mempercepat investasi dan pembiayaan transisi energi bersih Indonesia, dengan komitmen pendanaan lebih dari 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 358 triliun.
Selain sektor industri dan energi, Indonesia melihat peluang besar dalam memperluas kerja sama pendidikan vokasi. Termasuk peluang bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk berkontribusi dalam perekonomian Jerman.
Baca juga : Italia Vs Turki, Azzurri Usung Momen Kebangkitan
Jerman merupakan salah satu mitra ekonomi dan industri penting bagi Indonesia. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar 6,11 miliar dolar AS (Rp 109,4 triliun) pada 2025.
Sementara, akumulasi investasi Jerman di Indonesia selama 2021 hingga kuartal I-2026 tercatat lebih dari 1 miliar dolar AS atau (Rp 17,9 triliun).
Saat ini, lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman telah beroperasi di Indonesia.
Untuk memperkuat hubungan ekonomi, kedua negara dapat memanfaatkan berbagai mekanisme kerja sama, termasuk Komisi Ekonomi Bersama Indonesia-Jerman dan JETP.
Airlangga juga menyoroti rencana penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEUCEPA).
Pemerintah menargetkan IEU-CEPA dapat ditandatangani pada 2026 dan proses ratifikasi dilakukan pada tahun yang sama. Dengan demikian, implementasi perjanjian tersebut diharapkan dapat dimulai pada awal 2027.
Menurut Airlangga, perjanjian itu akan membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan perdagangan, serta memperkuat keterlibatan pelaku usaha dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman.
Baca juga : Juarai GP Jepang, Baby Alien Dekati Rekor V46
“Indonesia tetap berkomitmen memperkuat kemitraan dengan Jerman sejalan dengan prioritas pembangunan nasional,” katanya.
Mantan Menteri Perindustrian ini menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah dan rakyat Jerman dalam peringatan Hari Persatuan Jerman.
Dia berharap, persahabatan dan kemitraan kedua negara terus berkembang pada tahun-tahun mendatang. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 5 Oktober 2026 dengan judul "Kerja Sama RI-Jerman Diperkuat Pemerintah Target Ratifikasi IEU-CEPA Tuntas Tahun 2026"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya