Dark/Light Mode

Dana Bergulir LPDB Bikin KDKMP Tamanmartani Makin Eksis

Rabu, 14 Oktober 2026 13:43 WIB
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menjadi salah satu penopang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Foto: LPDB
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menjadi salah satu penopang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Foto: LPDB

RM.id  Rakyat Merdeka - Dukungan dana bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menjadi salah satu penopang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua KDKMP Tamanmartani, Mawardi, mengaku, dana tersebut membuat berbagai usaha yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat terus berkembang. Koperasi ini bahkan menjadi salah satu percontohan KDKMP secara nasional.

"Modal KDKMP kami berasal dari LPDB Rp 750 juta, Bumkal (Badan Usaha Milik Kalurahan) berupa penyertaan modal, dan juga dari iuran wajib serta simpanan pokok anggota," kata Mawardi kepada wartawan, dikutip Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, dukungan modal tersebut sangat penting bagi koperasi yang baru merintis usaha karena lewat pembiayaan itu pengurus dapat mengembangkan berbagai layanan tanpa harus terlebih dahulu membangun gedung baru.

"Ketika kami berdiri, tidak langsung eksis. Kami mendapat dukungan berupa bantuan keuangan. Memang kami tidak membangun fisik koperasi, tetapi memanfaatkan bangunan lama yang menjadi aset milik kalurahan," ujarnya.

Saat ini, KDKMP Tamanmartani mengelola gerai sembako, sarana produksi pertanian, budidaya ikan nila sistem bioflok, klinik kesehatan, pemasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan agen BNI 46.

Klinik kesehatan yang dikelola koperasi juga tengah bersiap menjalani sertifikasi dan uji kelayakan agar dapat beroperasi sebagai Klinik Pratama yang melayani peserta BPJS Kesehatan.

Baca juga : Perluas Peluang Pasar Global, Pertamina Bekali UMKM dengan Pelatihan Ekspor

Koperasi juga mulai memasok sebagian kebutuhan SPPG. Mawardi berharap, kerja sama tersebut dapat berkembang sehingga koperasi bisa menjadi pemasok tetap.

"Harapannya, kalau KDKMP bisa menjadi pemasok tetap, minimal 35 persen kebutuhan SPPG, kami yakin koperasi ini bisa semakin eksis," tuturnya.

Mawardi menilai proses pencairan pembiayaan LPDB relatif mudah dan cepat. Pengembalian pinjaman pun berjalan tertib, dengan monitoring dan evaluasi dari LPDB setiap tiga bulan.

Koperasi juga merencanakan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi bendahara sebelum menjalankan unit simpan pinjam secara penuh.

Ke depan, Mawardi berharap pembiayaan LPDB dapat ditingkatkan agar koperasi mampu memperluas usaha, termasuk menjadi pembeli atau offtaker hasil pertanian masyarakat setempat.

"Kita punya banyak potensi, termasuk menjadi pemasok tetap SPPG. Kami berharap ruang komunikasi terus dibuka sehingga peluang kerja sama dengan berbagai pihak bisa ditingkatkan," katanya.

Dukungan juga datang dari Lurah Tamanmartani, R. Gandang Hardjanata. Ia menegaskan komitmennya mendorong koperasi sebagai penggerak ekonomi sekitar 17.400 penduduk yang tersebar di 22 pedukuhan.

Baca juga : DPR Apresiasi BRI Jadi Merek Paling Bernilai Di Indonesia

Gandang mengaku bersedia memberikan jaminan untuk meyakinkan penyalur modal agar KDKMP mendapat dukungan pembiayaan. Namun, ia menilai koperasi masih menghadapi hambatan di lapangan karena adanya pembatasan peran sebagai pemasok kebutuhan masyarakat.

"Saya berharap program Presiden tidak didukung hanya di mulut, tetapi benar-benar bisa dilaksanakan. Kunci utamanya adalah komunikasi. Saya berharap ruang komunikasi dengan berbagai pihak terkait dibuka selebar-lebarnya oleh pemerintah pusat," katanya.

Ia pun menilai pembangunan gedung baru belum menjadi kebutuhan mendesak karena koperasi masih dapat memanfaatkan aset kalurahan yang belum digunakan secara optimal.

Pembangunan gerai fisik dapat dipertimbangkan sesuai perkembangan usaha. Berdasarkan data yang disampaikan, LPDB Koperasi telah menyalurkan pembiayaan kepada delapan KDKMP dengan total pencairan Rp 6,38 miliar.

Dua koperasi menerima pembiayaan dengan skema syariah, sedangkan enam lainnya menggunakan skema konvensional.

Pembiayaan LPDB Bantu UMKM Berkembang Manfaat dana bergulir LPDB juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) anggota koperasi.

Salah satunya Ardi Suhami, pemilik usaha Arumanis Haji Ardi di Sleman, Yogyakarta. Ardi merupakan anggota Koperasi Bina Ihsanul Fikri Yogyakarta.

Baca juga : wawancara dengan pemilik Warkop Neng Dira.

Koperasi tersebut memperoleh pembiayaan LPDB yang kemudian disalurkan kepada anggota untuk mendukung pengembangan usaha. Mantan sales yang memproduksi jajanan tradisional rambut nenek atau arbanat ini mengaku, biaya pinjaman melalui koperasi lebih ringan dibandingkan sejumlah alternatif pembiayaan lain, termasuk perbankan.

Lebih lanjut, Ardi berharap akses modal semakin mudah, murah, dan cepat agar UMKM dapat mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya pembiayaan yang tinggi.

"Kehadiran LPDB memberikan manfaat bagi UMKM karena bunganya kami anggap rendah. Dengan beban biaya yang murah, tentu berdampak bagi usaha UMKM seperti kami," katanya.

Menurut Ardi, permintaan produknya kini tak hanya di level nasional melainkan sudah merambah pasar luar negeri. Namun, tingginya biaya pengiriman masih menjadi kendala untuk memperluas pasar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.