Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persebaya-Garudayaksa Didenda Rp 100 Juta, Java United Kena Sanksi Berat
- Martha Tilaar, Pendiri Sariayu, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
- Indonesia Dipatok Masuk 10 Besar Asian Para Games 2026
- Persebaya Belum Tajam, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
- Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
Dari Ahli Kelistrikan ke Kursi Dirut PLN, Ini Jejak Suroso Isnandar
Rabu, 14 Oktober 2026 21:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lebih dari tiga dekade berkecimpung di sektor ketenagalistrikan mengantarkan Suroso Isnandar ke posisi tertinggi di PT PLN (Persero).
Berawal dari latar belakang teknik elektro, ia kini dipercaya memimpin perusahaan listrik negara dengan tantangan besar menjaga keandalan pasokan sekaligus melanjutkan transformasi energi.
Suroso ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (14/10/2026).
Sebelumnya, ia menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sejak Juni 2025.
Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya di perusahaan listrik pelat merah itu.
Pengalaman di bidang pembangkitan, pengaturan beban, teknologi informasi, manajemen risiko, hingga energi baru terbarukan menjadi bekal bagi Suroso untuk menakhodai PLN.
Komisaris Independen PLN Andi Arief membenarkan pergantian pucuk pimpinan tersebut. Ia menyebut perubahan kali ini hanya mencakup posisi direktur utama, sementara jajaran direksi dan komisaris lainnya tetap.
Baca juga : Suroso Isnandar Gantikan Darmawan Prasodjo sebagai Dirut PLN
“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan,” ujar Andi.
Menapaki Berbagai Lini Kelistrikan
Lahir di Klaten pada 12 Agustus 1971, Suroso membangun fondasi kariernya melalui pendidikan teknik.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Elektro, dengan bidang Sistem Tenaga, di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994.
Ketertarikannya pada bidang ketenagalistrikan kemudian diperkuat melalui pendidikan magister di University of Abertay, Inggris, yang diselesaikannya pada 1999.
Lebih dari dua dekade kemudian, ia kembali mendalami bidang keilmuannya dan meraih gelar doktor Teknik Elektro dari ITB pada 2025.
Latar akademik tersebut berjalan beriringan dengan pengalaman profesionalnya di berbagai unit strategis PLN.
Pada 2019–2021, Suroso dipercaya menjadi General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi.
Baca juga : Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026
Tugas itu menempatkannya di lingkup operasi pembangkitan dan penyaluran listrik.
Setelahnya, ia memimpin Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali pada 2021–2022, unit yang berkaitan dengan pengaturan sistem kelistrikan di kawasan dengan kebutuhan listrik besar.
Pengalaman tersebut berlanjut di kantor pusat. Pada 2022–2023, Suroso mengepalai Satuan Digital dan Teknologi Informasi.
Ia kemudian dipercaya sebagai Direktur Manajemen Risiko sebelum mendapat tanggung jawab mengelola manajemen proyek dan energi baru terbarukan pada Juni 2025.
Rangkaian jabatan itu memperlihatkan lintasan karier yang mencakup aspek teknis, operasional, teknologi, dan pengelolaan risiko.
Kombinasi pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin perusahaan yang mengelola sistem kelistrikan berskala nasional.
Melanjutkan transformasi PLN
Kini, tantangan Suroso tidak hanya berkaitan dengan menjaga listrik tetap menyala. PLN juga dituntut memperkuat keandalan sistem, meningkatkan kualitas pelayanan, mengembangkan energi baru terbarukan, serta menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan kebutuhan energi.
Baca juga : Menteri Energi Bangladesh Apresiasi Hidrogen Hijau PLN Nusantara Power
Pengalaman Suroso di bidang manajemen proyek dan energi baru terbarukan akan menjadi salah satu bekal dalam menghadapi tantangan tersebut.
Namun, kepemimpinan di tingkat perusahaan menuntut kemampuan untuk menyelaraskan berbagai kepentingan, mulai dari keandalan pasokan dan efisiensi operasional hingga agenda transisi energi.
Andi Arief berharap, Suroso dapat melanjutkan transformasi yang telah dilakukan pendahulunya. Harapan itu menjadi penanda bahwa pergantian pimpinan PLN bukan sekadar perubahan jabatan, melainkan juga momentum untuk menjaga kesinambungan pembenahan perusahaan.
Bagi Suroso, pengalaman lebih dari 30 tahun di sektor ketenagalistrikan kini memasuki fase baru. Ia tidak lagi hanya bertanggung jawab atas unit atau bidang tertentu, tetapi memimpin perusahaan yang perannya bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa pengalaman teknis dan manajerial yang telah ditempuhnya mampu diterjemahkan menjadi kinerja perusahaan yang lebih baik, layanan listrik yang andal, serta transformasi energi yang berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya