Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sosialisasi VRV 6X dan VRV 6A
DAIKIN Perkuat Edukasi Efisiensi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026 21:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) memperkuat edukasi terkait efisiensi energi dan pembangunan berkelanjutan melalui sosialisasi sistem tata udara VRV 6X dan VRV 6A. Upaya ini dilakukan seiring meningkatnya perhatian terhadap penerapan bangunan hijau di Indonesia, termasuk melalui peluncuran Roadmap Nasional Implementasi Bangunan Gedung Hijau yang mendorong pembangunan bangunan hemat energi dan rendah karbon.
Kedua sistem tata udara tersebut telah memperoleh sertifikasi Green Label Indonesia dengan predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI), yang merupakan tingkat tertinggi dalam skema sertifikasi tersebut.
Perhatian terhadap efisiensi energi di sektor bangunan kian meningkat mengingat perannya dalam upaya pengurangan emisi. Berdasarkan roadmap pengembangan bangunan hijau pemerintah, sektor bangunan menyumbang sekitar 33 persen emisi gas rumah kaca Indonesia pada periode 2011-2021. Pemerintah juga menargetkan pengurangan emisi sebesar 1,91 juta ton CO₂e pada subsektor bangunan komersial melalui berbagai upaya efisiensi energi hingga 2030.
“Penerapan prinsip bangunan hijau membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk dalam pemilihan sistem tata udara yang dapat mendukung efisiensi energi dan kinerja bangunan,” ujar Assistant General Manager Consulting Sales PT Daikin Airconditioning Indonesia Meli Nuraeni, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (24/10/2026).
Baca juga : Indonesia Asri Society Resmi Dibentuk, Dorong Pembangunan Berkelanjutan
“Karena itu, sosialisasi VRV 6X dan VRV 6A tidak hanya berfokus pada pengenalan produk, tetapi juga memberikan wawasan mengenai pemilihan sistem tata udara yang sesuai dengan kebutuhan bangunan dan prinsip keberlanjutan,” tambahnya.
Melalui rangkaian seminar yang digelar di berbagai kota, DAIKIN mengajak konsultan, kontraktor, pengembang, pemilik gedung, dan pengelola bangunan untuk memahami berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan sistem tata udara.
Pembahasan mencakup kebutuhan pendinginan, efisiensi energi, fleksibilitas desain, hingga aspek operasional bangunan. Menurut Meli, setiap bangunan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga pemilihan sistem tata udara perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan spesifik proyek agar mampu memberikan kinerja optimal dalam jangka panjang.
Selain menjadi sarana berbagi pengetahuan, seminar tersebut juga menjadi wadah diskusi mengenai berbagai tantangan penerapan sistem HVAC pada bangunan komersial, khususnya yang terkait dengan efisiensi energi dan keberlanjutan.
VRV 6X dan VRV 6A Raih Sertifikasi Green Label Pertama untuk Kategori AC VRV
Baca juga : AC LG Raih Pengakuan Efisiensi Energi UI
VRV 6X dan VRV 6A merupakan sistem tata udara yang dirancang untuk berbagai bangunan komersial, termasuk perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan fasilitas komersial lainnya.
Sesuai namanya, keduanya menggunakan teknologi Variable Refrigerant Volume (VRV) yang memungkinkan kapasitas pendinginan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing area. Kemampuan menyesuaikan kapasitas dengan beban pendinginan inilah salah satunya yang membuat VRV 6X dan VRV 6A dapat mengoptimalkan penggunaan energi sesuai kebutuhan operasional bangunan.
Di luar aspek teknologinya, kedua produk ini telah memperoleh predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Predikat Platinum merupakan tingkat tertinggi dalam skema sertifikasi Green Label Indonesia.
Selain menjadi produk AC VRV pertama yang meraih sertifikasi Green Label Indonesia, kedua produk tersebut juga memperoleh nilai penuh dalam proses penilaian yang mencakup aspek material, kualitas produk, proses manufaktur, pengelolaan lingkungan dan limbah, serta Extended Producer Responsibility (EPR).
Baca juga : AC DAIKIN VRV 6X dan VRV 6A Raih Sertifikat Green Label Indonesia
“Sertifikasi menjadi salah satu referensi yang dapat membantu para pemangku kepentingan dalam mempertimbangkan aspek lingkungan suatu produk. Di sisi lain, edukasi diperlukan agar pemahaman mengenai penerapannya dalam proyek dapat semakin berkembang,” kata Meli.
DAIKIN memandang perkembangan bangunan hijau sebagai upaya kolaborasi yang membutuhkan kontribusi berbagai pihak. “Perkembangan bangunan hijau membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memperluas pemahaman mengenai peran sistem tata udara dalam mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan bangunan di Indonesia,” pungkas Meli.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya