Dark/Light Mode

Hasilkan Nilai Tambah Rp 26 Miliar

Pertamina Dorong Kemandirian Melalui Desa Energi Berdikari

Senin, 2 November 2026 20:40 WIB
Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP Management Pertamina di acara DETalk: Desa Berdaya, Energi Terjaga :  Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan, Senin (2/11/2026).
Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP Management Pertamina di acara DETalk: Desa Berdaya, Energi Terjaga : Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan, Senin (2/11/2026).

 Sebelumnya 
Hingga 2026, Pertamina telah mengembangkan sekitar 310 Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia, dengan sekitar 60% di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Pertamina menargetkan target cukup masif dalam pengembangan DEB yang ditargetkan bisa mencapai 732 desa hingga 2030.

Program tersebut memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan sesuai potensi lokal, mulai dari tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel, hingga pembangkit listrik hibrida.

Dari pengembangan tersebut, kapasitas pembangkitan energi terbarukan DEB telah mencapai sekitar 1,5 MWp, dengan produksi biogas sekitar 973 ribu meter kubik. Sebanyak 223 local hero juga telah memperoleh sertifikasi keahlian sebagai Junior Operator untuk mendukung pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas energi terbarukan di wilayah masing-masing.

Baca juga : Pertamina EP dan PGN Teken Kontrak Gas Sengeti Rp 1,6 Triliun

Dampak ekonomi program juga terus berkembang. Secara kumulatif, DEB telah menghasilkan nilai tambah ekonomi sekitar Rp26 miliar per tahun dan memberikan manfaat kepada sekitar 283 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Di sektor ketahanan pangan, sebanyak 166 desa telah mengembangkan program berbasis pertanian dan pangan. Pengembangan tersebut menghasilkan sekitar 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas pangan nonberas per satu kali panen dari sekitar 2.000 hektare lahan.

Sementara dari aspek lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan melalui DEB berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 1,1 juta ton CO2 ekuivalen. Program ini juga mendukung pengelolaan sekitar 145 ribu ton sampah per tahun serta pemanfaatan lebih dari 23 ribu ton kotoran hewan untuk pengembangan energi biogas.

Baca juga : 60 Entrepreneur Muda Siap Ikut Bootcamp, Berebut Juara Pertamuda 2026

Rudi menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pembangkit energi terbarukan yang dibangun atau besarnya pengurangan emisi, tetapi terutama dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana pengembangan DEB benar-benar berdampak signifikan kepada masyarakat. Petani bisa meningkatkan kapasitas produksinya, UMKM mendapatkan tambahan pendapatan, dan berbagai aktivitas ekonomi bisa berjalan dengan baik hingga masyarakat mampu mencukupi kebutuhannya,” ungkapnya.

Untuk memastikan keberlanjutan, Pertamina mendorong penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui koperasi maupun badan usaha, sekaligus meningkatkan kompetensi local hero agar mampu mengelola fasilitas energi secara mandiri.

Baca juga : Pertamina Bawa Produk UMKM Lokal ke Forum ASCOPE 2026

Kisah Desa Tumpak dan Dusun Bondan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari inisiatif masyarakat setempat. Dukungan perusahaan, pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan kemudian memperkuat langkah tersebut hingga menghasilkan manfaat yang lebih luas.

Melalui Desa Energi Berdikari, Pertamina terus mendorong energi terbarukan menjadi fondasi pembangunan desa yang tidak hanya mandiri secara energi, tetapi juga kuat secara ekonomi, tangguh menghadapi tantangan, dan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.