Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Mendikdasmen Salurkan Rp 860 Juta untuk Sekolah Terdampak Gempa NTT
Selasa, 25 Agustus 2026 09:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan satuan pendidikan yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, akan mendapatkan prioritas dalam program Revitalisasi satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nagekeo, Senin (24/8/2026).
Tak hanya memastikan dukungan melalui program revitalisasi, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan awal bagi satuan pendidikan dan warga sekolah terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo dan Ngada berupa logistik dasar, seperti 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket makanan. Selain itu, Pemerintah turut menyiapkan dana tunai berbentuk voucher sebesar Rp 860 juta untuk 61 sekolah.
“Kita tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini,” tutur Mendikdasmen.
Baca juga : Mendagri Tito: Bantuan Presiden Rp 200 Miliar untuk Bencana NTT Cair
Mendikdasmen mengungkapkan, Pemerintah terus melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan yang terdampak bencana untuk mengetahui tingkat kerusakan. Pendataan tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan yang dapat diakomodasi melalui program revitalisasi satuan pendidikan.
“Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026.” ujar Mendikdasmen.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa setelah proses pendataan dan perhitungan kebutuhan selesai, Kemendikdasmen akan segera menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). Lalu pembangunan dapat segera dimulai setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua untuk program revitalisasi sekolah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan dana disalurkan kepada sekolah.
Baca juga : Keluarga Jacob Nuwa Wea Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Gempa Di Kotakeo
“Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, akan ada perjanjian kerja sama, dan setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya,” lanjutnya.
Kepala SDK Rowa, Agustina Kabha, menyambut baik rencana revitalisasi bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti untuk memulihkan sarana dan prasarana sekaligus memastikan murid dapat kembali belajar dalam kondisi yang aman dan nyaman.
“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri, yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya