Dark/Light Mode

Menteri Dody Percepat Pemulihan Dua Jembatan Vital Di Flores

Jumat, 28 Agustus 2026 20:23 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau kondisi Jembatan Wae Pesi yang terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/8/2026). Dok. PU
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau kondisi Jembatan Wae Pesi yang terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/8/2026). Dok. PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan rehabilitasi Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai dan Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedua jembatan tersebut terdampak gempa yang melanda Pulau Flores. Pemulihan tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan fungsi jembatan, tetapi juga meningkatkan ketahanannya terhadap gempa.

Instruksi tersebut disampaikan Dody saat meninjau kondisi kedua jembatan, Jumat (28/8/2026).

“Wae Pesi ini secara keseluruhan terdampak paling parah. Kita berusaha merehabilitasi dengan cepat. Saat ini sedang mendatangkan alat dari Jakarta. Mudah-mudahan paling lambat pertengahan September kita sudah mulai melakukan rehabilitasi,” kata Dody.

Dody menegaskan, penanganan infrastruktur yang terdampak bencana harus dilakukan secepat mungkin. Hal itu penting agar aktivitas masyarakat kembali berjalan, mobilitas orang dan barang tidak terganggu, serta konektivitas antarkawasan tetap terjaga.

Baca juga : Kementerian Imipas Galang Donasi Rp1,8 Miliar untuk Korban Bencana NTT

“Yang menjadi porsi kita harus kita kerjakan secepat-cepatnya. Dengan kualitas harus lebih bagus lagi dan berkarakter lebih tahan terhadap gempa,” ujarnya.

Jembatan Wae Pesi menjadi salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian khusus. Jembatan tersebut berada di ruas Ruteng–Reo–Kedindi yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Reo.

Pelabuhan tersebut memiliki depo Pertamina yang menjadi salah satu titik penting distribusi bahan bakar minyak (BBM). Karena itu, kelancaran akses di ruas tersebut dinilai penting bagi mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik.

Berdasarkan pemeriksaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, kerusakan pada Jembatan Wae Pesi antara lain berupa retakan pada oprit jembatan, expansion joint, serta bagian daerah aliran sungai (DAS).

Untuk mempercepat pekerjaan, peralatan penanganan telah didatangkan dari Jakarta dan sedang dalam perjalanan. Rehabilitasi ditargetkan dimulai paling lambat pertengahan September 2026.

Baca juga : Pertamina Pulihkan Energi Flores Pascagempa, 56 SPBU Kembali Beroperasi

Pemerintah berharap pekerjaan tersebut dapat segera memulihkan fungsi jembatan sehingga gangguan perjalanan masyarakat di jalur tersebut tidak berlangsung lama.

Setelah meninjau Jembatan Wae Pesi, Dody melanjutkan peninjauan ke Jembatan Wae Dampek yang berada di atas Sungai Wae Laing, Kabupaten Manggarai Timur.

Jembatan sepanjang 60 meter dengan tipe rangka baja tersebut berada di ruas Wae Gongger–Batas Kabupaten Manggarai–Pota.

Dody melihat langsung kondisi oprit jembatan dan turun ke bagian bawah untuk memeriksa struktur jembatan. Ia meminta penanganan dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi wilayah Flores yang memiliki risiko gempa.

Menurut Dody, pemulihan infrastruktur pascabencana harus menerapkan prinsip build back better. Artinya, jembatan yang diperbaiki tidak sekadar dikembalikan ke kondisi semula, tetapi dibangun dengan kualitas dan ketahanan yang lebih baik.

Baca juga : Nurani Astra Bangun 7 Posko Bantuan Untuk Warga Korban Gempa NTT

“Ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya. Prinsipnya kita harus membangun dengan lebih baik lagi, tetapi dengan lebih cepat,” tegasnya.

Secara keseluruhan, gempa yang melanda Pulau Flores berdampak terhadap sejumlah infrastruktur jalan nasional. Berdasarkan data per 20 Agustus 2026, tercatat 11 ruas jalan nasional terdampak, dengan 64 titik longsoran, tujuh titik patahan badan jalan, serta 14 unit jembatan dan deuker.

BPJN NTT telah memobilisasi 12 unit excavator dan empat unit loader untuk mempercepat pemulihan akses. Pemerintah juga mengerahkan jembatan Bailey dari Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan untuk mendukung penanganan konektivitas.

Kementerian PU memastikan seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores saat ini sudah dapat dilalui kendaraan secara fungsional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan konektivitas Flores sekaligus memastikan infrastruktur yang dibangun kembali lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.