Dark/Light Mode

Kemenkop Tekankan Program Magang Pengurus KDKMP Bekal Bangun Koperasi Modern

Minggu, 30 Agustus 2026 10:54 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari (kedua kanan) saat acara Penutupan Magang Bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha, di Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu malam (29/8/2026). (Foto: Dok. Kemenkop)
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari (kedua kanan) saat acara Penutupan Magang Bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha, di Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu malam (29/8/2026). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus menjadi ruang bersama, guna mengonsolidasikan seluruh potensi ekonomi desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Oleh karena itu, Kemenkop menggelar kegiatan magang pengurus KDKMP yang berlangsung selama delapan hari, yang saat ini resmi berakhir.

Selama kegiatan, para peserta menimba ilmu langsung dari praktik, yang diterapkan di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur (Jatim).

“Para peserta membawa bekal pembelajaran nyata mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan untuk diterapkan di daerah masing-masing,” kata Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari dalam acara Penutupan Magang Bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha, di Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu malam (29/8/2026).

Pada waktu yang bersamaan, kegiatan penutupan program magang juga dilaksanakan di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Destry menegaskan, fondasi penguatan KDKMP dimulai dari pengurus yang kompeten, adaptif, dan memiliki semangat kewirausahaan.

Baca juga : Menkop Resmikan Kebumen Travel Mart Dorong IWAKK Walet Emas Jadi Koperasi

“Keberhasilan kegiatan magang tidak hanya diukur dari kehadiran selama kegiatan berlangsung, melainkan dari langkah nyata yang lahir setelah peserta kembali ke daerah,” ujar Destry.

Pengetahuan, pengalaman, dan jejaring kerja yang diperoleh selama magang menjadi modal utama bagi para pengurus untuk memperkuat tata kelola dan kemampuan usaha koperasi.

“Kolaborasi antara koperasi, Pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendukung turut membuka peluang yang lebih luas bagi kemajuan KDKMP di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Destry menekankan peran strategis para pengurus KDKMP sebagai ujung tombak dalam menghadirkan koperasi yang modern, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

KDKMP yang berkembang sehat dan kuat secara otomatis akan memperkokoh fondasi perekonomian desa sekaligus memperluas manfaat bagi anggota dan masyarakat luas.

Diketahui, peserta magang merupakan pengurus KDKMP sebanyak 54 orang yang berasal dari 31 Provinsi di seluruh Indonesia yang telah mendapatkan sertifikat pelatihan perkoperasian melalui LMS (Learning Management System) atau pelatihan dasar perkoperasian lainnya, operasional sudah berjalan dan diprioritaskan gedung sudah terbangun.

Baca juga : Wamenkop Tegaskan Pentingnya Koperasi Wujudkan Cita-Cita Ekonomi Nasional

“Metodologi dan Materi Pelaksanaan Magang :pendekatan dua skema yaitu pembekalan materi dan studi kunjungan (study visit) dan praktik langsung (on the job training),” kata Destry. 

Sementara, materi pembelajaran mencakup, regulasi, strategi kebijakan, prinsip dan penerapan tata kelola koperasi yang baik.

Koordinasi dan komunikasi antara pengurus dan pengelola koperasi. Transformasi jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, serta identifikasi potensi dan inovasi usaha.

Kolaborasi, inkubasi, pengembangan circular business, dan ekosistem bisnis berkelanjutan. Pengelolaan keuangan dan strategi pembiayaan atau permodalan koperasi.

Teknik penyusunan proposal bisnis, metode evaluasi, dan mitigasi risiko serta studi kunjungan dan praktik langsung pada unit-unit usaha koperasi.

“Kegiatan magang ini telah berakhir, namun perjalanan memajukan KDKMP baru saja dimulai. Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Destry.

Baca juga : Menkop Gaungkan Semangat Juang Bung Hatta di Malam Koperasi Award 2026

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Kepala Bidang Perkoperasian, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Lamongan Yusup Efendi menyampaikan, Lamongan menjadi daerah dengan jumlah KDKMP terbanyak yang telah terbangun secara fisik di Indonesia, yakni sebanyak 317 unit.

“Dari jumlah tersebut, tahap pertama sebanyak 90 unit telah mulai beroperasi. Keberadaan KDKMP yang jumlahnya paling banyak di Lamongan membawa tantangan tersendiri,” kata Yusup.

Terutama terkait kesiapan pengurus dalam menjalankan operasional koperasi. Di lapangan masih ditemui berbagai kendala, meskipun secara fisik bangunan koperasi telah berdiri.

Ditegaskan Yusup, meskipun masih terdapat hambatan, respon masyarakat terhadap keberadaan KDKMP sangat positif.

Pada masa peluncuran awal, salah satu KDKMP di Lamongan mencatatkan omzet hingga Rp14 juta dalam satu hari penjualan. Barang yang paling banyak diburu masyarakat adalah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan elpiji.

“Ini membuktikan bahwa jika jalur logistik terjamin dan pengelolaan berjalan baik. Keberadaan KDKMP akan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Insya Allah kendala yang ada saat ini akan teratasi seiring berjalannya waktu dan semakin matangnya pengelolaan di tingkat desa,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.