Dark/Light Mode

101 Tahun Pandji Wisaksana, 101 Pasien Dapat Operasi Katarak Gratis di JEC

Kamis, 8 Oktober 2026 11:44 WIB
kick of ceremony Bakti Katarak 2026 di JEC  Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
kick of ceremony Bakti Katarak 2026 di JEC Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Semangat berbagi almarhum Pandji Wisaksana kembali diwujudkan melalui aksi sosial kesehatan mata. Memperingati 101 tahun kelahiran pendiri Gerakan Matahati tersebut, sebanyak 101 pasien akan menjalani operasi katarak gratis di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics.

Program ini digelar Gerakan Matahati bersama JEC Eye Hospitals and Clinics, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia. Rangkaian operasi dimulai bertepatan dengan World Sight Day 2026 melalui seremoni kick-off di RS Mata JEC @ Kedoya.

Angka 101 menjadi simbol penghormatan terhadap perjalanan hidup Pandji Wisaksana. Program ini sekaligus mendukung target Gerakan Matahati menghadirkan 1.010 operasi katarak gratis bagi masyarakat hingga akhir tahun.

Gerakan Matahati didirikan pada 2008 dan selama ini menghimpun dukungan mitra, donatur, serta tenaga medis untuk membantu masyarakat mendapatkan akses penanganan gangguan penglihatan.

Ketua Pelaksana Matahati, Wandi S. Brata, mengatakan program ini melanjutkan perjalanan panjang Gerakan Matahati. Hingga kini, pihaknya telah membantu memfasilitasi 27.500 operasi katarak tanpa biaya.

Baca juga : Tolak Angin & Kuku Bima Gelar Operasi Katarak Gratis 100 Pasien di Gorontalo

“Program ini melanjutkan perjalanan tersebut sekaligus menjadi penghormatan atas 101 tahun Bapak Pandji Wisaksana. Bagi kami, semangat yang beliau rintis akan terus berarti selama dapat diteruskan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wandi saat kick of ceremony Bakti Katarak 2026 di JEC @ Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026).

Kebutuhan penanganan katarak masih besar. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 600-650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Katarak juga menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk usia di atas 50 tahun, dengan proporsi 81,2 persen.

Secara global, World Health Organization (WHO) memperkirakan katarak memengaruhi lebih dari 94 juta orang. Hampir separuh orang dengan kebutaan terkait katarak masih membutuhkan akses operasi.

Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, mengatakan perluasan akses layanan mata penting dilakukan agar masyarakat di berbagai daerah lebih mudah mendapatkan penanganan.

“Katarak dapat berdampak besar pada kemandirian seseorang karena penglihatan sangat menentukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, akses terhadap penanganan yang tepat perlu semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Baca juga : BULOG-Kodam Tambun Bungai Operasi Katarak Gratis 100 Warga

Menurut dia, JEC Group telah melakukan lebih dari 40.000 operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 101 pasien dalam program ini akan dilayani melalui 16 jaringan JEC, mulai dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Kediri, Surabaya, Pasuruan, Semarang, Purwokerto, Denpasar, Kendari hingga Makassar.

Perwakilan keluarga Pandji Wisaksana sekaligus wakil Matahati, Satria Laksmana Pandji atau Stephen Pandji, mengatakan angka 101 menjadi simbol untuk meneruskan nilai kemanusiaan yang diwariskan almarhum.

“Penghormatan terbaik bukan hanya mengenang Bapak Pandji, tetapi meneruskan nilai yang beliau jalankan sepanjang hidupnya. Karena itu, 101 tahun perjalanan beliau kami wujudkan melalui manfaat bagi 101 pasien,” ujarnya.

Direktur RS Mata JEC @ Kedoya sekaligus Ketua Katarak dan Bedah Refraktif JEC Group, Dr. Setiyo Budi Riyanto, menegaskan pasien program sosial tetap mendapat standar pelayanan medis yang sama.

Baca juga : ASDP Perluas Akses Kesehatan Mata Lewat Operasi Katarak Gratis Bagi Nelayan

Setiap pasien menjalani pemeriksaan komprehensif, penentuan tindakan berdasarkan indikasi medis, operasi oleh dokter spesialis mata, penggunaan teknologi dan lensa tanam intraokular atau Intraocular Lens (IOL) sesuai kebutuhan, hingga pemantauan pascaoperasi.

“Setiap pasien berhak mendapatkan mutu pelayanan yang setara, aman, dan terstandar di seluruh jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics,” ujar Setiyo.

Sementara itu, Kepala Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) sekaligus Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Sharita R. Siregar, mengingatkan masyarakat tidak menganggap perubahan penglihatan sebagai hal biasa akibat pertambahan usia.

Dia mendorong masyarakat segera memeriksakan mata ketika mulai mengalami keluhan agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganannya tepat.

Rangkaian operasi 101 pasien ditargetkan selesai pada Desember 2026. Selain membantu pasien mendapatkan kembali fungsi penglihatan, program ini diharapkan memperluas akses layanan kesehatan mata dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mata. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.