Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Muktamar XXI IMM Digelar 21-23 Januari 2027 Di Kalimantan Selatan
- Weekend Career Class GSSD UI Dan Tazakka Ajak Anak Muda Rancang Karier Bermakna
- Kalapas Garut: Pengawasan Harus Cegah Masalah Pemasyarakatan Berulang
- Marc Klok Pede Persib Taklukkan Persik
- Riko Simanjuntak Pede PSS Sleman Curi Poin di Kandang Persebaya
Diplomasi Dagang
KJRI Karachi Hasilkan 14 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp 167,6 Miliar di TEI 2026
Minggu, 18 Oktober 2026 19:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rangkaian kunjungan delegasi bisnis Pakistan ke Indonesia dalam rangka Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 membuahkan hasil. Sebanyak 14 kesepakatan kerja sama antara pelaku usaha dan institusi bisnis kedua negara berhasil dicapai, dengan total nilai proyeksi mencapa 9,4 juta dolar AS atau sekitar Rp167,6 miliar.
Capaian ini merupakan hasil fasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi yang tahun ini mendampingi sekitar 22 perusahaan asal Provinsi Sindh, Pakistan. Sepanjang rangkaian kunjungan di Indonesia, KJRI memfasilitasi lebih dari 200 agenda pertemuan bisnis terjadwal dengan berbagai perusahaan, eksportir, dan institusi usaha Indonesia.
Salah satu agenda utama berlangsung pada Jumat (16/10/2026), ketika KJRI Karachi menyelenggarakan Indonesia–Pakistan Business Matching and Partnership Forum di Pranaya Boutique Hotel, BSD City, Tangerang. Forum ini mempertemukan para pengusaha Pakistan dengan mitra potensial Indonesia melalui sesi pertemuan bisnis langsung, dilanjutkan dengan forum kemitraan dan penandatanganan sejumlah kesepakatan kerja sama.
Baca juga : Trade Expo Indonesia 2026 Tampilkan Ragam Produk Nusantara
Kegiatan tersebut melengkapi rangkaian agenda delegasi selama mengikuti TEI 2026 di ICE BSD, kunjungan ke Jakpreneur, serta Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta. Melalui berbagai kegiatan ini, delegasi Pakistan tidak hanya bertemu dengan perusahaan besar peserta pameran, tetapi juga memperoleh akses kepada pelaku UMKM dan perusahaan Indonesia lainnya yang memiliki produk sesuai kebutuhan pasar Pakistan.
Kerja sama yang dihasilkan pun cukup beragam. Selain perdagangan produk pangan dan pertanian seperti bubuk kakao, kopra, dan kelapa parut kering, sejumlah kesepakatan mencakup komponen otomotif, produk ibu dan bayi, pengembangan kewirausahaan, serta kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan ekonomi syariah. Nilai-nilai tersebut merupakan proyeksi bisnis untuk periode kerja sama yang berbeda, dengan realisasi yang bergantung pada tindak lanjut masing-masing pihak.
Bagi KJRI Karachi, capaian ini tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan jauh sebelum delegasi tiba di Indonesia. Dari sekitar 50 pelaku usaha Sindh yang mendaftar untuk mengikuti TEI tahun ini, KJRI memberikan pendampingan langsung kepada 22 perusahaan, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan produk, menjajaki calon mitra, hingga menyusun agenda pertemuan bisnis yang lebih terarah.
Konsul Jenderal RI di Karachi, Mudzakir pada acara Indonesia-Pakistan Business Matching and Partnership Forum di Tangerang, Jumat (16/10/2026).
Baca juga : KBRI Ankara Borong Tiga Penghargaan Di TEI 2026
Dalam sambutannya pada Indonesia–Pakistan Business Matching and Partnership Forum, Konsul Jenderal RI di Karachi, Mudzakir, menekankan bahwa keberhasilan diplomasi ekonomi tidak cukup diukur dari banyaknya pertemuan atau dokumen kerja sama yang ditandatangani.
Menurutnya, MoU merupakan awal yang menjanjikan, bukan tujuan akhir. Nilai sesungguhnya dari sebuah kesepakatan baru terlihat ketika pesanan dapat dipenuhi, komitmen dijalankan, dan hubungan bisnis terus berlanjut. Karena itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk menjaga komunikasi, menindaklanjuti peluang yang telah dibahas, serta melakukan uji tuntas sebelum memasuki kerja sama komersial.
Peluang memperluas kerja sama ekonomi kedua negara masih terbuka lebar. Dalam dua tahun terakhir (2024–2025), nilai perdagangan bilateral Indonesia–Pakistan berada di kisaran USD 4 miliar per tahun, mencerminkan hubungan dagang yang cukup kuat sekaligus menyimpan potensi besar untuk terus dikembangkan.
Baca juga : Astra Bawa UMKM ke Trade Expo Indonesia 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 M
Momentum positif dalam rangkaian TEI tahun ini turut ditandai dengan penganugerahan Primaduta Award 2026 kepada Mapak Edible Oil (Pvt.) Ltd. dari Karachi pada pembukaan TEI, 14 Oktober. Penghargaan kepada perusahaan yang dipimpin Abdul Rasheed JanMohammad tersebut merupakan bentuk apresiasi Indonesia atas kontribusi pengusaha Pakistan dalam memperkuat perdagangan bilateral dan membangun kepercayaan jangka panjang terhadap produk Indonesia.
KJRI Karachi berharap berbagai pertemuan dan kesepakatan yang dihasilkan selama rangkaian TEI dapat terus ditindaklanjuti setelah delegasi kembali ke Pakistan. Dengan 11 kesepakatan dan lebih dari 200 agenda pertemuan bisnis, kunjungan tahun ini telah membuka sejumlah peluang baru bagi dunia usaha kedua negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya