Dark/Light Mode

Dukung Perlindungan Nasabah, Prudential Ajak Masyarakat Cek Kesehatan Berkala

Jumat, 2 Oktober 2026 19:06 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (Foto: Dok. Prudential Indonesia)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (Foto: Dok. Prudential Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak orang menunda memeriksakan batuk atau sesak napas karena merasa masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Padahal, menunda pemeriksaan dapat membuat kondisi kesehatan baru diketahui ketika sudah lebih serius.

Keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan dalam penanganan sejumlah penyakit di Indonesia.

Mengapa kita masih menunda perawatan? Kecenderungan menunda perawatan terlihat dalam studi Prudential plc bertajuk “Suara Pasien Indonesia” yang dilakukan bersama Economist Impact.

Sebanyak 9 dari 10 responden mengaku menunda perawatan, sementara hampir setengahnya melakukannya berulang kali. Keputusan untuk menunda tidak selalu terjadi karena masyarakat mengabaikan kesehatannya.

Studi tersebut menunjukkan beberapa hambatan, mulai dari kurangnya informasi kesehatan yang jelas, hingga kebutuhan keluarga yang sering kali lebih diprioritaskan dibandingkan kesehatan diri sendiri.  

Baca juga : Prudential Bukukan Pendapatan Premi Rp12,2 Triliun di Semester I 2026

Karena itu, perlindungan kesehatan perlu dipandang sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, sama seperti menabung untuk pendidikan atau masa pensiun.

Kekhawatiran ini semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyakit pernapasan dan kenaikan biaya layanan kesehatan akibat inflasi medis.

Kementerian Kesehatan mencatat adanya kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di Banten, Lampung, dan Jawa Barat pada September 2026. 

Berdasarkan data industri asuransi Indonesia, rata-rata biaya perawatan penyakit pernapasan meningkat 106,3 persen dari Rp49,9 juta pada 2023 menjadi Rp103 juta pada 2025.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui pola hidup sehat, pemeriksaan berkala, dan deteksi dini.

Namun, masyarakat juga perlu menyiapkan perlindungan finansial agar tetap siap ketika perawatan dibutuhkan.

Baca juga : Prudential Raih 3 Penghargaan di Indonesia Sustainable Business Excellence 2026

Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan, di tengah tingginya biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit di Indonesia, memilih produk asuransi kesehatan dari perusahaan yang mampu memberikan perlindungan kesehatan sekaligus mendampingi Nasabah dalam tiap tahapan, menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga agar tidak perlu mengorbankan tabungan maupun tujuan keuangan jangka panjang ketika menghadapi kondisi medis yang tidak terduga.

Yosie menambahkan, kebutuhan kesehatan setiap orang terus berubah seiring bertambahnya usia, gaya hidup, dan kondisi keluarga.

"Karena itu, Nasabah membutuhkan perlindungan yang tidak hanya hadir ketika risiko terjadi, namun juga membantu mereka dalam mencegah terjadinya risiko sekaligus menjaga kesehatan di setiap tahapan kehidupan," ujar Yosie dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).

Yosie manambahkan, dengan dukungan yang tepat, Nasabah dapat merasakan manfaat yang Prudential berikan secara komprehensif.

"Sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif, Prudential Indonesia secara konsisten menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan melalui berbagai kegiatan perusahaan," ujarnya.

Pada Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 4.570 Nasabah, Tenaga Pemasar dan karyawan telah mengikuti free mini medical check-up melalui kolaborasi dengan jaringan PRUPriority Hospitals.

Baca juga : Prudential Indonesia Raih The Excellent Performance Life Insurance Company 2026

Selain itu, melalui kegiatan PRUActive, sejak tahun 2023 Prudential Indonesia berhasil mengajak lebih dari 60.000 masyarakat untuk berolahraga bersama sebagai upaya untuk menjalani gaya hidup sehat.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Prudential Indonesia untuk mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala, meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko, serta membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan lebih dini.

Manfaat perlindungan kesehatan secara menyeluruh, juga dirasakan langsung oleh Doni Kurniawan, Nasabah Prudential Indonesia sejak 2016.

“Saya sempat memanfaatkan fasilitas Mini MCU saat menghadiri Customer Day. Pengalaman tersebut menyenangkan karena tim Prudential sangat informatif dan komunikatif. Selain itu, saya pertama kali mengajukan klaim pada akhir 2025 saat harus menjalani operasi. Saya mendapatkan diagnosa dokter pada hari Sabtu. Lalu, berkat bantuan agen Prudential yang sigap, saya bisa dirawat inap pada hari Minggu dan langsung menjalani tindakan pada Senin. Biaya operasi sekitar Rp35 juta hingga perawatan pasca-operasi seluruhnya ditanggung oleh Prudential. Prosesnya sangat lancar dan memudahkan,” ujar Doni.

Yosie menambahkan, sejalan dengan semangat “Janji, jadi nyata”, Prudential Indonesia menghadirkan berbagai solusi perlindungan yang dirancang untuk menemani kebutuhan kesehatan Nasabah yang terus berkembang, mulai dari langkah preventif, deteksi dini, hingga dukungan ketika membutuhkan perawatan.

"Kami ingin memastikan Nasabah memiliki perlindungan yang relevan dengan kebutuhan di setiap tahapan kehidupan, sehingga mereka dapat menjalani hidup lebih tenang dan percaya diri,”  pungkas Yosie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.