Dark/Light Mode

Cegah Disabilitas Alami Kecelakaan

Segera Perbaiki Trotoar Jalur Pemandu Rusak

Jumat, 28 Agustus 2026 06:25 WIB
Pejalan kaki melintasi jalur pedestrian sementara di trotoar Jalan MH Thamrin, kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)
Pejalan kaki melintasi jalur pedestrian sementara di trotoar Jalan MH Thamrin, kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Bina Marga DKI Jakarta harus segera memperbaiki jalur pemandu di sejumlah trotoar yang banyak bergeser dan mengalami kerusakan. Sebab, kondisi itu membahayakan penyandang disabilitas pengguna fasilitas itu saat berjalan kaki.

Permintaan itu disampaikan Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Nabilah Aboe Bakar Alhabsyi.

Menurut Nabilah, kerusakan tidak hanya berupa jalur pemandu yang bergeser. Ada pula yang pemasangannya tidak sesuai arah, sehingga berpotensi membingungkan penyandang disabilitas. “Saya ingin Bina Marga memberikan perhatian lebih,” tandas Nabilah, Rabu (19/8/2026).

Dia mengingatkan, pembangunan trotoar tidak boleh hanya mengejar aspek fisik. Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas harus menjadi bagian penting sejak perencanaan, pembangunan hingga pemeliharaan.

Hal tersebut disampaikan Nabilah setelah menerima sejumlah masukan dari penyandang disabilitas, terkait kondisi jalur pemandu yang membahayakan di beberapa lokasi.

Baca juga : SDA Harus Dimanfaatkan Untuk Kemakmuran Rakyat

Nabilah menambahkan, fasilitas publik harus dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat. “Jangan sampai fasilitas yang seharusnya membantu penyandang disabilitas, justru menjadi sumber persoalan karena rusak atau pemasangannya tidak tepat,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menyatakan, kondisi trotoar, termasuk jalur pemandu, menjadi perhatian jajarannya. “Pemeriksaan akan dilakukan petugas Dinas maupun Suku Dinas Bina Marga di lapangan,” ucapnya.

Heru menjelaskan, perbaikan jalur pemandu di trotoar berbahan paving dapat dilakukan melalui kegiatan rutin dan Satuan Tugas (Satgas) Bina Marga.

Sedangkan kerusakan konstruksi tertentu yang membutuhkan pekerjaan lebih besar, akan ditangani dengan melibatkan penyedia jasa. “Hal-hal seperti itu sudah masuk kegiatan rutin kami,” jelas Heru.

Perhatian terhadap fasilitas pejalan kaki tersebut, sejalan dengan tingginya laporan masyarakat terkait infrastruktur Jakarta.

Baca juga : Crystal Palace Vs Manchester City, Kenangan Buruk Si Elang

Sepanjang Juli 2026, Dinas Bina Marga mencatat, 5.716 aduan melalui sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM) telah ditindaklanjuti.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.048 laporan berkaitan dengan jalan.

Kemudian, 58 laporan terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) dan jaringan listrik, 2.457 laporan mengenai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), halte dan utilitas.

Sementara itu, 466 laporan berkaitan dengan trotoar beserta perlengkapannya. 687 laporan lainnya terkait berbagai persoalan infrastruktur kebinamargaan.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan, laporan masyarakat merupakan salah satu instrumen penting bagi pemerintah untuk mengetahui kondisi infrastruktur secara langsung.

Baca juga : Gagal Di Kejuaraan Dunia, Jojo Malah Rebut Peringkat 1 Dunia

“Setiap aduan yang masuk, adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap infrastruktur Jakarta,” ujar Wenny, sapaan Siti Dinarwenny.

Dia berharap, masyarakat terus berpartisipasi melaporkan kerusakan infrastruktur. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Menurut Wenny, pengaduan masyarakat juga membantu memastikan berbagai fasilitas publik, mulai dari jalan, trotoar, JPO, PJU hingga infrastruktur lainnya tetap aman dan nyaman digunakan.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan menjadi bagian dari upaya menjaga infrastruktur Jakarta agar tetap aman dan nyaman,” tuturnya.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui sejumlah kanal resmi, antara lain Jakarta Kini (JAKI), SPAN-LAPOR!, Sistem Informasi Pengaduan Whistleblowing, kantor Pemerintahan DKI, media sosial, maupun Posko Dinas Bina Marga melalui nomor 021-3844444. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.