Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Antisipasi Provokasi Digital, Polda Metro Tingkatkan Patroli Siber
Kamis, 24 September 2026 10:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya memperkuat patroli siber untuk mengantisipasi penyebaran konten media sosial yang berpotensi memprovokasi massa menjelang aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, patroli dilakukan untuk memantau berbagai aktivitas di ruang digital, termasuk ajakan yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Preventive strike, baik itu dengan adanya patroli siber, patroli media-media digital, ataupun ajakan-ajakan untuk melakukan kegiatan gangguan kamtibmas,” kata Budi kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Baca juga : 26.386 Personel Gabungan Kawal 99 Kegiatan di Jakarta
Selain patroli siber, Polda Metro Jaya menyiapkan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) untuk menangani setiap pelanggaran yang ditemukan. Penindakan dilakukan secara tegas, tepat dan terukur, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis serta menghormati hak asasi manusia.
Sebanyak 26.386 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan 99 kegiatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan daerah penyangga. Dari jumlah tersebut, 73 merupakan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, sedangkan 26 lainnya merupakan kegiatan masyarakat.
Personel ditempatkan di sejumlah titik. Rinciannya, 4.020 personel di kawasan Monas, 4.051 personel di Bundaran HI, 3.663 personel di DPR/MPR RI, 8.914 personel untuk penyekatan dan FKPMS, 2.055 personel untuk Kamseltibcarlantas, serta 1.841 personel dari unsur Gakkum. Pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta pengamanan dalam (Pamdal) Gedung MPR/DPR RI.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Kamis 24 September, Hadir di 5 Lokasi
Budi menegaskan, Polri tetap mengedepankan komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat. Rekayasa lalu lintas juga diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi arus kendaraan, jumlah massa, serta perkembangan situasi di lapangan.
“Menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Masyarakat yang tidak berkepentingan di sekitar lokasi aksi diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan mempertimbangkan jalur alternatif. Informasi mengenai kondisi lalu lintas dapat dipantau melalui media sosial TMC Polda Metro Jaya atau mengikuti arahan petugas di lapangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya