Dark/Light Mode

Jelang 5 Abad Jakarta, Warga Ingin Akses Ancol Gratis

Senin, 2 November 2026 08:22 WIB
Puluhan warga yang tergabung dalam Warga Jakarta Bersatu menggelar aksi pengumpulan Satu Juta Tanda Tangan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026). Foto: Dok: Warga Jakarta Bersatu
Puluhan warga yang tergabung dalam Warga Jakarta Bersatu menggelar aksi pengumpulan Satu Juta Tanda Tangan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026). Foto: Dok: Warga Jakarta Bersatu

RM.id  Rakyat Merdeka - Puluhan warga yang tergabung dalam Warga Jakarta Bersatu menggelar aksi pengumpulan Satu Juta Tanda Tangan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026).

Mereka meminta tiket masuk gerbang Pantai Ancol digratiskan bagi masyarakat sebagai kado menjelang peringatan 500 tahun atau lima abad Jakarta, pada 22 Juni 2027.

Koordinator Aksi Warga Jakarta Bersatu, Andi Nurcahyadi mengatakan, gerakan tersebut menargetkan pengumpulan satu juta tanda tangan sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap penggratisan akses masuk Ancol.

"Kami mendukung Ancol bisa gratis. Targetnya sejuta tanda tangan. Kami mengajak masyarakat ikut menandatangani petisi ini sebagai kado menjelang Jakarta menuju lima abad. Kami ingin pada hari jadinya yang ke-500, Jakarta bisa menggratiskan akses gerbang masuk Ancol," ujar Andi di kawasan Car Free Day (CFD) Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026).

Baca juga : Warga Kumpulkan Sejuta Tanda Tangan Minta Tiket Ancol Digratiskan

Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta yang didominasi kaum ibu membentangkan kain putih sepanjang kurang lebih 30 meter. Kain tersebut menjadi media pengumpulan tanda tangan warga yang mendukung penghapusan tiket masuk gerbang Pantai Ancol.

Para peserta juga mengajak masyarakat yang tengah mengikuti kegiatan CFD di kawasan Bundaran HI untuk turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi tersebut.

Andi mengaku, gerakan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Menurutnya, akses hiburan yang terjangkau, khususnya kawasan pantai, masih dibutuhkan warga Jakarta.

"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat begitu besar ketika kami mengampanyekan tiket masuk gratis Ancol. Memang, masyarakat Jakarta membutuhkan tempat hiburan," tuturnya.

Baca juga : Diikuti 38 Provinsi, DKI Matangkan PON Pantai Di Ancol

Usai menyampaikan aspirasi di Bundaran HI, rombongan melanjutkan aksi dengan berjalan menuju kawasan Sarinah. Mereka tetap membawa kain berisi tanda tangan warga dan menyampaikan tuntutan kepada masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan.

Para peserta juga membagikan air mineral dan makanan ringan. Andi menilai, biaya masuk Ancol saat ini cukup membebani masyarakat, terutama warga yang datang bersama keluarga.

"Sementara, tempat liburan di pantai Jakarta hanya ada Ancol. Biaya masuknya cukup mahal. Tiket untuk motor saja Rp 25 ribu dan orang Rp 35 ribu. Bagaimana kalau mengajak keluarga lima orang? Tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," jelasnya.

Menurutnya, kawasan pesisir merupakan bagian dari ruang publik yang semestinya dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, penggratisan tiket masuk Pantai Ancol dinilai dapat membuka kesempatan lebih luas bagi warga untuk menikmati ruang rekreasi di ibu kota.

Baca juga : Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Gratis untuk Semua

Melalui gerakan solidaritas ini, Warga Jakarta Bersatu berharap pemerintah dan pihak terkait mempertimbangkan kebijakan pembebasan tiket masuk gerbang Ancol.

Momentum menuju 500 tahun Jakarta juga diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik, termasuk kawasan pesisir, sehingga fasilitas rekreasi ibu kota dapat dinikmati secara lebih terbuka dan terjangkau.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.