Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Polisi Amankan 322 Orang Usai Demo di DPR, Sita Golok, Gunting, Hingga Ketapel
Jumat, 28 Agustus 2026 19:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang pascaaksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Mereka diamankan setelah muncul kelompok yang melakukan kerusuhan, vandalisme, hingga pelemparan terhadap petugas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, aksi penyampaian aspirasi pada awalnya berlangsung damai dan sebagian besar massa telah meninggalkan lokasi menjelang sore. Namun, setelah itu muncul sekelompok orang yang membuat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terganggu.
“Yang mencoba melakukan pengrusakan, aksi-aksi vandalisme, serta melakukan pelemparan kepada petugas. Dan ini juga dapat ditangani dengan baik,” ujar Budi, dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Baca juga : Polda Metro Jaya Ajak Warga Jaga Jakarta Tetap Kondusif
Polisi kemudian melakukan sejumlah tindakan untuk menghentikan aksi vandalisme dan pengrusakan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan meluas serta menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
Dari 322 orang yang diamankan, sebanyak 162 orang merupakan dewasa berusia sekitar 18 hingga 40 tahun dan ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sementara, 160 orang lainnya berada pada rentang usia 12 hingga 18 tahun dan ditangani Direktorat PPA dan TPPO Polda Metro Jaya.
Hingga Jumat (28/8/2028) malam, seluruhnya masih menjalani pemeriksaan dan belum ada yang dipulangkan. Polisi masih mendalami keterlibatan serta peran masing-masing berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan di lapangan.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Jumat 28 Agustus, Hadir di 5 Lokasi
Tak hanya mengamankan massa, polisi juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi kerusuhan. Di antaranya golok, gunting, asahan pisau, 10 lembar PVC, ketapel, 19 mata panah, satu rantai besi, serta empat tongkat bambu.
Polisi juga menyoroti aksi sebuah mobil pickup yang disebut sengaja berupaya menabrak petugas saat melakukan pengamanan aksi. Selain itu, sejumlah fasilitas umum milik Pemerintah dan Kepolisian mengalami kerusakan, termasuk pagar yang dibakar.
Polda Metro Jaya memastikan, seluruh gangguan tersebut berhasil dikendalikan. Saat ini, proses pemeriksaan terhadap 322 orang masih berlangsung untuk mengungkap peran masing-masing dalam rangkaian kericuhan pascaaksi di depan Gedung DPR/MPR.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya