Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pelatihan Restorasi Terumbu Karang MTCRC, dari Kelas ke Lapangan
Senin, 21 September 2026 16:01 WIB
Korea–Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) bersama para mitranya menyelenggarakan International Training on Sustainable Marine Ecosystem Development through Science, Policy, and International Collaboration to Enhance Blue Food Security, di Lombok, 15–16 September 2026.
Pelatihan selama dua hari ini diikuti 22 peserta dari berbagai institusi di Indonesia dan luar negeri, termasuk Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Bengkulu, Universitas Brawijaya, Universitas Teknologi Sumbawa, NUS College, dan Cavite State University. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam pengelolaan ekosistem laut berkelanjutan, khususnya melalui pembelajaran dan praktik restorasi terumbu karang.
Pelatihan memadukan pembelajaran di kelas, diskusi interaktif, kegiatan berbasis kelompok, dan praktik lapangan, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep restorasi terumbu karang, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam menerapkannya secara langsung.
Memahami Restorasi Terumbu Karang
Kegiatan dibuka dengan sambutan Director of MTCRC Kim Namhoon, Indonesia Director of MTCRC Prof. Ivonne M. Radjawane, dan perwakilan BRIN. Rangkaian pelatihan kemudian memperkenalkan peserta pada produktivitas ekosistem terumbu karang, metode restorasi, serta berbagai inisiatif rehabilitasi terumbu karang.
Dr. Marieke Huhn dari Luminocean menyampaikan materi berjudul “Coral Reef Restoration Through Sexual Reproduction Methodology”. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada peran reproduksi seksual dalam menghasilkan populasi karang dengan keragaman genetik serta mendukung upaya restorasi terumbu karang.
Sesi berikutnya menghadirkan Disa dan Gilang dari Indonesia Biru Foundation (IBF) yang membawakan materi “Coral Reef Ecosystem Rehabilitation and Restoration Initiatives”. Peserta diperkenalkan pada berbagai pendekatan dan aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi dan restorasi ekosistem terumbu karang.
Pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi bersama para pemateri. Fikri dari Universitas Teknologi Sumba dan Angel dari Universitas Diponegoro (UNDIP) menjadi beberapa peserta yang turut berpartisipasi dalam sesi diskusi.
Merencanakan Masa Depan Restorasi Terumbu Karang
Pada sesi siang, kegiatan beralih dari pembelajaran berbasis materi menuju pembelajaran kolaboratif. Peserta dibagi menjadi empat kelompok dan diminta menyusun rencana pengembangan restorasi terumbu karang di kawasan ASEAN untuk tiga tahun ke depan.
Kegiatan ini mendorong peserta untuk mempertimbangkan strategi restorasi, kerja sama regional, serta pendekatan jangka panjang dalam memperkuat ketahanan ekosistem terumbu karang. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan rencana yang telah disusun, dilanjutkan dengan diskusi dan pemberian masukan. Berdasarkan hasil keseluruhan diskusi dan rencana yang dipresentasikan, Kelompok D terpilih sebagai kelompok dengan hasil terbaik.
Indonesia Biru Foundation memaparkan materi
Membawa Pengetahuan ke Lapangan
Pada hari kedua, peserta menuju Pantai Kecinan untuk mengikuti kegiatan praktik restorasi terumbu karang bersama IBF. Kegiatan diawali dengan persiapan bingkai restorasi terumbu karang, dilanjutkan dengan snorkeling dan penanaman karang. Dengan pendampingan dari tim IBF, peserta mempraktikkan cara menangani dan menempatkan karang pada struktur restorasi serta memperoleh pengalaman langsung mengenai berbagai aspek teknis dalam kegiatan restorasi.
Sebanyak enam bingkai berbentuk jaring laba-laba untuk restorasi terumbu karang disiapkan dan ditempatkan di lokasi restorasi Pantai Kecinan selama kegiatan berlangsung. Lokasi restorasi tersebut akan dipantau oleh IBF selama 12 bulan ke depan untuk mengamati perkembangan dan kondisi karang yang telah direstorasi.
Kegiatan lapangan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium karang milik IBF. Peserta diperkenalkan pada fasilitas serta proses yang mendukung kegiatan restorasi terumbu karang.
Pelatihan kemudian ditutup dengan closing remarks dari Ibu Yanti Permatasari dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yang menandai berakhirnya rangkaian pelatihan selama dua hari.
Memperkuat Kapasitas melalui Pembelajaran dan Praktik
Dengan menggabungkan pemaparan ilmiah, perencanaan kolaboratif, dan praktik langsung di lapangan, pelatihan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan mengenai ekosistem terumbu karang dengan penerapan restorasi secara nyata.
Program ini menekankan bahwa upaya restorasi ekosistem yang efektif tidak hanya membutuhkan pengetahuan ilmiah dan keterampilan teknis, tetapi juga kolaborasi, pemantauan jangka panjang, serta penguatan kapasitas secara berkelanjutan.
Pelatihan selama dua hari ini merupakan bagian dari rangkaian International Training and Seminar yang diselenggarakan oleh MTCRC bersama para mitra pada 15–17 September 2026 dan dilanjutkan dengan Internasional Seminar pada 17 September 2026.
Briefing sebelum melakukan pelatihan di lapangan
Melalui kegiatan ini, MTCRC berupaya berkontribusi dalam pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, dan kolaborasi untuk mendukung pengembangan ekosistem laut yang berkelanjutan di Indonesia dan kawasan ASEAN.
Laila Nur Istiqomah
General Affairs Staff
General Affairs Staff
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya