Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Intip Lab Canggih Swiss, Menko AHY Dorong PLTA Jadi Penyimpan Energi Terbarukan
Jumat, 2 Oktober 2026 06:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong adanya transformasi radikal dalam pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia. PLTA dinilai tak boleh lagi sebatas beroperasi sebagai pabrik setrum, melainkan harus berevolusi menjadi penyimpan energi masa depan.
Penegasan ini disampaikan AHY saat menyambangi EPFL Hydropower Laboratory di Lausanne, Swiss. Di fasilitas tersebut, Menko AHY meninjau langsung penerapan teknologi digital twin, pengujian skala model berstandar internasional, hingga sistem perawatan prediktif berbasis kombinasi sensor fisik dan kecerdasan buatan (AI).
Baca juga : Menko AHY Temui Presiden Swiss, Bahas Investasi Dan Infrastruktur Strategis
Melihat inovasi mutakhir tersebut, AHY menekankan perlunya pergeseran paradigma pengelolaan energi air di Tanah Air. “PLTA bukan lagi sekadar penghasil listrik biasa, melainkan aset penyeimbang jaringan dan penyimpan energi,” tegas AHY.
Terkait fungsi lainnya, AHY menarasikan bahwa PLTA ke depan harus menjadi tulang punggung utama untuk menopang masuknya arus energi terbarukan secara masif ke dalam sistem kelistrikan nasional.
Baca juga : Swiss Pesta Gol, Slovenia Dan Skotlandia Berbagi Angka
Terlebih, Indonesia memiliki raksasa tidur berupa potensi energi air mencapai 95 Gigawatt (GW) yang saat ini baru digarap sekitar 8 persen. Optimalisasi ini semakin mendesak mengingat pemerintah tengah mengelola 302 bendungan nasional, 22 waduk prioritas, 15 danau, serta proyek pumped-storage PLTA Upper Cisokan berkapasitas 1.040 MW di Bandung.
Alih-alih melulu membangun bendungan baru, AHY mendorong peremajaan dan peningkatan kapasitas aset yang sudah ada. Ia juga meminta pembentukan platform riset nasional serta laboratorium independen yang menggandeng BUMN dan perguruan tinggi, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan ketahanan air nasional.
Baca juga : Dubes Swiss Obolensky Diplomasi Di Atas Kapal Pinisi Dengan Pemprov Sulsel
Melalui alih teknologi dan kolaborasi dengan Swiss ini, AHY optimistis ketahanan air, pangan, dan energi Indonesia akan semakin tangguh.
Dalam lawatannya, Menko AHY turut didampingi oleh Dubes RI untuk Swiss I Gede Ngurah Swajaya, Deputi Infrastruktur Dasar Nazib Faizal, serta jajaran Staf Khusus dan Tenaga Ahli Kemenko Infrastruktur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya