Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto langsung gaspol. Sehari setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai orang nomor 1 di Korp Bhayangkara, Suyudi melakukan rotasi besar-besar di tubuh Polri.
Total ada 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri yang dirotasi. Dari jumlah tersebut, 27 pati mendapat jabatan baru. Sebanyak 19 di antaranya merupakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Surat Telegram Kapolri soal rotasi itu keluar pada Jumat (2/10/2026). Sedangkan pelantikannya digelar pada Sabtu malam (3/10/2026).
Delapan nama jenderal bintang tiga (Komjen) turut bergeser. Komjen Wahyu Widada yang sebelumnya menjabat Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri mendapat penugasan di Kementerian ATR/BPN. Posisi Irwasum kemudian diisi Komjen Asep Edi Suheri yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya. Sementara, Komjen Dedi Kusuma Bakti ditunjuk sebagai Kabaintelkam Polri.
Kemudian, Kapolda Maluku Dadang Hartana diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya dan kini berpangkat Komjen. Lalu, Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan dimutasi sebagai Pati Baintelkam di Kantor Staf Presiden (KSP). Selanjutnya, Kapolda Kepulauan Riau Asep Safrudin dipercaya menjadi Kabareskrim Polri dan kini menyandang bintang tiga. Sementara, Kabareskrim Komjen Syahardiantono menjadi Pati Bareskrim Polri pada KSP.
Berikutnya, Kapolda Riau Hery Herjawan ditunjuk sebagai Kabaharkam dan kini berpangkat Komjen. Sedangkan, Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Rudi Darmoko diangkat menjadi Kalemdiklat Polri, yang juga berpangkat Komjen.
Kapolri Suyudi meminta seluruh pejabat baru segera beradaptasi dengan amanah yang diberikan. Mereka juga diminta melanjutkan program yang sudah berjalan, menjaga soliditas organisasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Baca juga : Usia Kabinet Tersisa 3 Tahun, Para Menteri Harus Gaspol
“Kepada seluruh pejabat yang mendapat amanah dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang telah berjalan, menjaga soliditas organisasi, serta memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko di Mabes Polri, Sabtu (3/10/2026) malam.
Trunoyudo mengatakan, mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Selain sebagai penyegaran, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan karier personel.
“Ini juga merupakan amanah baru yang harus dijaga untuk menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Trunoyudo melanjutkan, pergantian pejabat diharapkan membuat Polri lebih cepat merespons dinamika dan kebutuhan masyarakat. Kecepatan tersebut diperlukan agar pelayanan kepolisian dapat menjawab ekspektasi publik.
“Artinya kecepatan sesuai dengan ekspektasi masyarakat terhadap dinamika yang dibutuhkan masyarakat terhadap Polri, ini juga salah satunya untuk menjawab tantangan masyarakat,” katanya.
Trunoyudo menambahkan, Suyudi juga menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat. Gagasan tersebut sejalan dengan tema yang dibawa Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR pada 1 Oktober 2026, yakni “Polri Bersama Masyarakat”.
Baca juga : Hujan Mulai Turun, Elnino Masih Mengintai
Gagasan tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Suara, kebutuhan, hingga kritik publik juga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki institusi Polri.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil berharap, mutasi dan promosi yang dilakukan Suyudi menjadi bagian dari upaya mewujudkan gagasan tersebut. “Harapannya melanjutkan reformasi Polri secara transparan dan humanis serta mempercepat transformasi kelembagaan, dari tingkat Mabes hingga Polsek,” kata Nasir, Minggu (4/10/2026).
Nasir mendorong Suyudi memperkuat konsolidasi internal dengan merangkul seluruh angkatan di tubuh Polri. Menurutnya, penempatan dan pemberian tugas harus berdasarkan prinsip meritokrasi.
Selain itu, komunikasi produktif dengan lembaga eksternal perlu diperkuat untuk membangun sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Membangun komunikasi dengan lembaga eksternal secara produktif guna memastikan bahwa Polri bersama masyarakat merealisasikan Asta Cita Presiden Prabowo dan mengantarkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPR Lola Nelria Oktavia mengingatkan mutasi besar-besaran tersebut jangan sekadar dimaknai sebagai pergantian pejabat. Rotasi harus menjadi momentum meningkatkan kualitas Polri.
Baca juga : Kepala Bakom Ganti 3 Kali, Ada Apa Dengan Tim Komunikasi Pemerintah?
Menurut dia, setiap mutasi dan rotasi perlu dilakukan secara profesional, objektif, berdasarkan rekam jejak, kompetensi, kebutuhan organisasi, serta prinsip merit.
“Ukuran keberhasilan kepemimpinan Kapolri bukan hanya dari perubahan struktur atau pergantian pejabat saja. Tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan adanya peningkatan pelayanan, penegakan hukum yang adil, profesionalisme, dan rasa aman,” kata Lola, Minggu malam (4/10/2026).
Ia berharap, kepemimpinan Suyudi semakin memperkuat Polri dalam menghadapi tantangan yang kompleks, terutama dalam memberikan perlindungan, rasa aman, kepastian hukum, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami juga berharap program yang beliau sampaikan, khususnya terkait peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, konsolidasi internal, serta upaya mendekatkan polisi dengan masyarakat, dapat benar-benar diwujudkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandas Lola.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya