Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Muktamar XXI IMM Digelar 21-23 Januari 2027 Di Kalimantan Selatan
- Weekend Career Class GSSD UI Dan Tazakka Ajak Anak Muda Rancang Karier Bermakna
- Kalapas Garut: Pengawasan Harus Cegah Masalah Pemasyarakatan Berulang
- Marc Klok Pede Persib Taklukkan Persik
- Riko Simanjuntak Pede PSS Sleman Curi Poin di Kandang Persebaya
Wapres Dorong Penguasaan AI, KH Marsudi Syuhud Libatkan Santri dalam Pembangunan
Minggu, 18 Oktober 2026 18:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Marsudi Syuhud mendukung Pemerintah dalam memperkuat dukungan bagi pesantren. Tujuannya agar mampu meningkatkan kualita SDM dan menguasai teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI).
Hal itu disampaikan Marsudi menanggapi kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran bersilaturahmi dengan para ulama sekaligus meninjau pembelajaran AI dan robotik bagi para santri.
Menurut Marsudi, kunjungan pemimpin negara ke pesantren merupakan langkah penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan kalangan pesantren.
Baca juga : AI di Dunia Farmasi: Ancaman atau Peluang bagi Generasi Apoteker?
Terlebih, pesantren memiliki peran historis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Marsudi menegaskan, kontribusi pesantren dalam pembangunan nasional tidak hanya terbatas pada pendidikan agama.
"Pesantren juga berperan dalam membangun moral, mengembangkan ekonomi, melestarikan kebudayaan, serta meningkatkan kualitas SDM Indonesia," kata Marsudi, Minggu (18/10/2026).
Terkait dorongan Wapres Gibran agar santri menguasai AI dan robotik, Marsudi menilai pesan tersebut merupakan langkah positif.
Namun, dorongan itu perlu ditindaklanjuti dengan dukungan konkret agar pesantren memiliki kemampuan untuk mengembangkan pembelajaran teknologi. "Ya mungkin kalau pemimpin negara, nanti tindak lanjutnya adanya support. Bantuan apa mungkin ke depannya untuk pesantren," ujarnya.
Baca juga : Anatomi Jasa Suruh di Era Kecerdasan Buatan (AI)
Ia menilai, penguasaan teknologi di lingkungan pesantren perlu ditopang fasilitas yang memadai, mulai dari akses internet hingga perangkat komputer dan laptop.
Selain itu, ketersediaan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi di bidang AI juga menjadi kebutuhan penting. Marsudi mengusulkan agar pemerintah dapat membantu menyediakan tenaga pengajar yang ahli di bidang teknologi untuk mengajar langsung di pesantren.
"Atau ini ada guru AI, tak kasih dibagi oleh pemerintah. Ini ada guru orang hebat kayak gini, gaji, kasihkan ke pondok, kan bisa," jelasnya.
Selain dukungan fasilitas dan tenaga pengajar, Marsudi mendorong penguatan aturan pelaksanaan Undang-Undang Pesantren.
Baca juga : LG Bersama Choi Minho Hadirkan Pengalaman Rumah Pintar Berbasis AI
Menurutnya, kejelasan aturan diperlukan agar pemerintah pusat dan daerah memiliki landasan yang kuat dalam memberikan dukungan anggaran maupun program peningkatan kualitas pendidikan pesantren.
Ia menegaskan, investasi pemerintah dalam pengembangan pesantren akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan nasional, terutama melalui peningkatan kualitas generasi muda.
"Kan kembalinya, sumber daya manusianya kembali untuk Indonesia lagi," ucapnya.
Sebelumnya, Wapres Gibran mendorong para santri Pondok Pesantren Dalwa untuk mengikuti perkembangan teknologi, termasuk AI dan robotik. Meski demikian, ia mengingatkan agar penguasaan teknologi tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai agama dan akhlak sebagai landasan dalam pemanfaatannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya