Dark/Light Mode

International Zakat Leader Summit

BAZNAS Tegaskan Peran Strategis ZIS Dalam Ekonomi Syariah

Senin, 19 Oktober 2026 14:14 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menegaskan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mendorong kemandirian umat. Foto: BAZNAS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menegaskan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mendorong kemandirian umat. Foto: BAZNAS

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menegaskan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mendorong kemandirian umat.

Melalui pengelolaan dana umat yang optimal, ZIS diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid mengatakan, zakat, infak dan sedekah harus ditempatkan sebagai bagian penting dari sistem ekonomi syariah yang mendorong pertumbuhan berkeadilan.

“Jadi, kita harus menempatkan diskusi-diskusi kita tentang zakat, infak, sedekah itu dalam konteks sistem ekonomi Islam atau sistem ekonomi syariah yang Alquran menjamin itu akan memberikan tumbuh berkeadilan,” kata Sodik saat membuka International Zakat Leader Summit bertema “The Future of Zakat: Advancing Innovation, Strengthening Collaboration, and Building Sustainable Impact” di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Baca juga : BAZNAS Raih Juara I Public Relations Excellence Awards 2026

Ia menambahkan, BAZNAS turut mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui fasilitasi legalitas halal bagi pelaku usaha kecil, optimalisasi penghimpunan ZIS, serta peningkatan literasi masyarakat mengenai zakat, infak, dan sedekah.

“BAZNAS juga mendorong tentang industri halal. Beberapa pengusaha kecil kita dukung untuk mendapatkan legalitas industri halal. BAZNAS tentu mobilisasi zakat, infak, sedekah. BAZNAS juga adalah memberikan literasi tentang zakat, infak, sedekah,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menekankan, masa depan zakat tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang berhasil dihimpun. Akan tetapi, juga oleh kualitas pengelolaan dan profesionalisme amil, dukungan regulasi, ketepatan penyaluran, serta dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Masa depan zakat tidak cukup ditentukan oleh besarnya dana yang dihimpun. Keberhasilan juga sangat tergantung pada kualitas dan profesionalisme para amil, kualitas regulasi, ketepatan sasaran, kemampuan membuktikan dan menunjukkan dampak bagi masyarakat,” ujar Kamaruddin.

Baca juga : Raih Penghargaan BAZNAS, ANGKASA Malaysia Apresiasi Kolaborasi Pemberdayaan Umat

Senada, Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF) Datuk Dr. Mohd Ghazali Md Noor menilai, BAZNAS memiliki peran strategis dalam pengembangan keuangan sosial Islam di tingkat global.

Peran tersebut dapat diperkuat melalui program zakat produktif, peningkatan tata kelola, inovasi teknologi, dan kolaborasi internasional.

“Marilah kita memperkuat tata kelola, merangkul inovasi yang bertanggung jawab, serta memperluas kolaborasi antarlembaga dan antarnegara untuk membangun ekosistem zakat global yang berlandaskan prinsip-prinsip bersama, keunggulan profesional, dan rasa saling percaya,” ujar Datuk Ghazali.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dadang Muljawan menyambut baik penyelenggaraan International Zakat Leader Summit. Ia berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.

Baca juga : BAZNAS Dan Pemkab Tegal Sinergikan Program Pemberdayaan Mustahik

“Kegiatan ini mempertemukan para pengelola zakat, pembuat kebijakan, praktisi, dan pakar internasional dalam sesi dialog yang penting. Kami berharap diskusi ini dapat menghasilkan rekomendasi yang praktis dan dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan pengelolaan zakat ke depan,” ujarnya.

Sejumlah tokoh nasional dan internasional turut hadir sebagai narasumber dan panelis, di antaranya Kuasa Usaha ad interim Negara Qatar Saad M. El-Amadi; Pimpinan BAZNAS Bidang Keuangan, Digitalisasi, dan Operasional Mokhamad Mahdum; serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengendalian dan Pengawasan Neyla Saida Anwar.

Hadir pula Wakil Direktur Utama Pusat Pungutan Zakat, MAIWP, Tuan Haji Azrin Dato' Haji Abdul Manan; perwakilan Ummet Vakfi Abdulrahman Farwana; Wakil Sekretaris WZWF Irfan Syauqi Beik; Direktur Utama IBF Net Group Mohammed Obaidullah; Ekonom Negara di Islamic Development Bank Ali Fallahi; serta Kepala Pembiayaan untuk Pembangunan dan Pertumbuhan Inklusif United Nations Development Programme (UNDP) Nila Murti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.