Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
2 Tahun Prabowo-Gibran
Berkat MBG, Konsumsi Protein Hewani Anak Naik Jadi 84%
Senin, 26 Oktober 2026 22:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencatat sejumlah capaian melalui berbagai program prioritas.
Meski masih membutuhkan perbaikan, sejumlah program dinilai telah memberikan manfaat bagi masyarakat, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Juru Bicara 98 Resolution Network, Supriyanto mengapresiasi, pelaksanaan program MBG yang disebut telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat atau sekitar 76,45 persen dari target 74,56 juta orang.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan luasnya jangkauan program yang menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) yang disampaikan, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi telah mencapai 27.485 unit.
Baca juga : 2 Tahun Prabowo-Gibran, Sumbar Policy Forum Apresiasi Pembenahan Pendidikan
Operasional dapur-dapur tersebut disebut menyerap 1,29 juta tenaga kerja langsung, termasuk penyandang disabilitas dan perempuan.
Selain itu, sebanyak 412.275 UMKM, badan usaha milik desa (BUMDes), dan koperasi disebut terlibat sebagai pemasok bahan baku makanan bagi SPPG.
Namun, Supriyanto menyoroti narasi yang beredar di media sosial yang mengaitkan pelaksanaan MBG dengan kenaikan harga sejumlah bahan pangan, mulai dari beras, ayam, telur, sayuran, buah-buahan, hingga susu.
Ia menilai kenaikan harga perlu dilihat dari keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan pangan.
“Menurut pandangan kami, hal ini karena belum terjadi peningkatan produksi pangan, tetapi kebutuhan meningkat. Permintaan meningkat, sedangkan penawaran tetap sehingga terjadi ketidakseimbangan harga di pasar,” tegas Antok, sapaan akrab Supriyanto, Senin (26/10/2026).
Baca juga : Survei IPO: 66 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo
Meski demikian, ia mengingatkan, persoalan pemenuhan gizi masyarakat tidak bisa dilepaskan dari kemampuan ekonomi keluarga.
Menurutnya, sebelum program MBG berjalan, masih banyak anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang kesulitan mendapatkan makanan dengan kandungan gizi memadai.
“Ketika tidak ada MBG dengan produksi pangan yang ada, harganya murah. Artinya, permintaan rendah karena ketidakmampuan ekonomi sebagian besar saudara kita yang hidup dalam kemiskinan, tinggal di kampung kumuh perkotaan dan pelosok desa,” ujarnya.
Ia menilai ketika pemerintah hadir membiayai penyediaan makanan bergizi, konsumsi pangan meningkat dan turut mendorong kenaikan permintaan bahan pangan.
Karena itu, Supriyanto meminta kementerian terkait dan pemerintah daerah segera mendorong peningkatan produksi pangan di setiap daerah.
Baca juga : Bamsoet Dorong Capaian 2 Tahun Prabowo Jadi Modal Besar Menuju Indonesia Mandiri
“Pemerintah dalam hal ini kementerian terkait dan pemerintah daerah diharapkan segera melakukan peningkatan produksi di setiap daerah,” bebernya.
Di sisi lain, Supriyanto menyampaikan data BGN yang menyebutkan adanya penurunan persentase siswa yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar, dari 56 persen menjadi 16 persen.
Sementara itu, konsumsi protein hewani pada anak-anak disebut meningkat dari sekitar 26 persen menjadi 84 persen.
Menurutnya, program MBG sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan, penanganan kelaparan, serta pembukaan lapangan kerja.
“Pemerintah mewujudkan amanat pendiri bangsa dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum, sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, serta sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan sejak 6 Januari 2025,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya