Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rumah Indonesia Gelar Haul-Zikir Akbar di Istiqlal
Puti Soekarno: Mencintai Indonesia adalah Pekerjaan Seumur Hidup
Minggu, 8 November 2026 20:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan menjaga persatuan, merawat kebudayaan, dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.
Semangat tersebut ditegaskan cucu Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno, Puti Guntur Soekarno, dalam acara Haul dan Zikir Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Rumah Indonesia tersebut sekaligus menjadi momentum mengenang jasa Bung Karno dan Fatmawati serta memperingati 40 hari wafatnya Guruh Soekarnoputra.
"Mencintai Indonesia adalah pekerjaan seumur hidup," ujar Puti di hadapan para jemaah.
Acara yang berlangsung pukul 13.00 hingga 18.00 WIB itu mengangkat tema "Merawat Doa, Mengenang Jasa, Melanjutkan Perjuangan".
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya putra sulung Bung Karno dan Fatmawati, Guntur Soekarno, Ketua Pelaksana Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, serta sejumlah tokoh lainnya.
Dalam sambutannya, Puti mengajak masyarakat meneladani pengabdian Bung Karno dan Fatmawati.
Menurutnya, kedua tokoh tersebut berjuang untuk kemerdekaan tanpa mengharapkan penghargaan, kemewahan, maupun panggung kehormatan.
Baca juga : Menag Terpilih Jadi Presiden Majelis Grand Imam Internasional dalam IGIC 2026
Secara khusus, Puti mengenang perjuangan Fatmawati yang menjahit Bendera Merah Putih untuk dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Saat itu, neneknya menjahit bendera dalam kondisi hamil besar. Pengorbanan tersebut bukan perkara sederhana.
Sebab, mengibarkan Merah Putih pada masa penjajahan merupakan tindakan berisiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
"Beliau tidak pernah berpikir bahwa suatu saat ketika menjahit bendera, dirinya akan menjadi Ibu Negara. Tidak ada keinginan untuk mencari panggung atau memamerkan jasanya," tutur Puti.
Menurutnya, keteladanan Fatmawati harus menjadi pengingat bagi generasi sekarang agar tidak menyia-nyiakan kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan besar.
Puti juga mengingatkan pesan Bung Karno yang dikenal melalui semboyan Jas Merah atau jangan sekali-kali melupakan sejarah.
Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa harus terus dikenalkan agar generasi muda memahami perjalanan Indonesia.
Selain meneladani perjuangan para pendiri bangsa, Puti menyoroti pentingnya menjaga Pancasila sebagai perekat persatuan di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat.
Baca juga : 400 Imam Besar Dunia Akan Hadiri IGIC 2026 di Masjid Istiqlal
Ia mencontohkan Masjid Istiqlal yang dirancang Friedrich Silaban, seorang arsitek beragama Kristen Protestan.
Menurutnya, keberadaan masjid tersebut menjadi salah satu gambaran nyata semangat persatuan dan toleransi dalam kehidupan berbangsa.
Kepada kaum perempuan, Puti juga mengajak masyarakat meneladani keteguhan Fatmawati. Ia menegaskan, perempuan harus mampu memberikan nilai dan manfaat bagi keluarga, lingkungan, serta bangsa.
"Jadilah perempuan yang bermartabat. Bukan karena status kita, tetapi karena memberikan nilai di dalam kehidupan. Untuk anaknya, rumah tangganya, lingkungannya, dan Indonesia," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Puti turut mengenang pesan pamannya, Guruh Soekarnoputra, agar masyarakat tidak berhenti memperjuangkan cita-cita bangsa.
"Jangan pernah berhenti berjuang. Karena mencintai Indonesia adalah pekerjaan seumur hidup," tuturnya mengutip pesan Guruh.
Guruh Soekarnoputra merupakan putra bungsu Bung Karno dan Fatmawati yang wafat pada 26 September 2026 dalam usia 73 tahun.
Semasa hidupnya, Guruh dikenal sebagai seniman sekaligus politikus. Di bidang seni, ia mendirikan kelompok musik Guruh Gipsy pada 1975 yang memadukan musik modern dengan gamelan Bali.
Baca juga : ArsyGas Ambil Bagian Dalam Haul Kanjeng Sunan Giri
Guruh juga menghasilkan sejumlah pergelaran besar, di antaranya "Untukmu Indonesiaku".
Sementara di dunia politik, Guruh pernah menjadi anggota DPR RI dalam beberapa periode, termasuk periode 1992-1997 hingga 2019-2024.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Rumah Indonesia, Irmawati Mukhtar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga sejarah dan mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.
"Jadikan momentum Hari Pahlawan sebagai pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Tugas generasi hari ini adalah menjaga persatuan, merawat kebudayaan, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, dan melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa melalui tindakan nyata," kata Irma.
Diketahui, Rumah Indonesia berdiri pada 17 Agustus 2020 dengan lima bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, teknologi informasi, dan kebudayaan.
Melalui bidang kebudayaan, organisasi ini berkomitmen menjaga dan mewariskan kekayaan budaya bangsa, termasuk memperkuat nilai sejarah, karakter, dan identitas nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya