Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Inggris Vs Spanyol, Kenangan Final Euro 2024
- Jelang GP Azerbaijan, McLaren Rombak MCL40
- Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman, Kemenimipas Investigasi Lapas Cibinong
- ASDP Hadir Dalam Duka Sampaikan Tali Kasih Bagi Keluarga Korban KM Arupadhatu I
- Safrizal Dorong Penguatan NTPD 112: Bukan Sekadar Nomor, Tapi Kecepatan Respons
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar tidak berhenti setelah struktur kepengurusan partai terbentuk. Menurutnya, struktur organisasi harus aktif bekerja dan hadir di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Ia mengapresiasi DPD PSI Kota Bandung yang telah menyelesaikan struktur kepengurusan hingga tingkat DPRt.
"Kota Bandung, DPC sudah 100 persen selesai. DPRt juga 100 persen selesai. Kenapa saya dan Ketum (Kaesang Pangarep) datang, karena Bandung sudah 100 persen," kata Jokowi.
Namun, Jokowi mengingatkan capaian tersebut tidak boleh membuat kader berpuas diri. Menurutnya, keberadaan struktur organisasi akan memiliki arti jika mampu bergerak dan membangun hubungan dengan masyarakat.
"Kalau struktur selesai, kita mau apa? Yang paling penting struktur itu harus hidup, struktur harus bekerja," tegas Jokowi.
Jokowi kemudian menjelaskan sejumlah bentuk konkret yang dapat dilakukan struktur PSI. Salah satunya dengan membangun jaringan bersama berbagai komunitas di daerah.
Baca juga : Jokowi Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra
"Konkretnya seperti apa? Saudara harus bisa membangun jaringan. Kalau di Kota Bandung, jaringan semua komunitas yang ada. Kan di Bandung komunitas banyak sekali. Ada komunitas olahraga, budaya, buruh dan komunitas lain," tuturnya.
Menurut Jokowi, kader PSI juga harus mampu membangun hubungan dengan berbagai komunitas tersebut. Selain itu, hubungan baik perlu dibangun dengan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat.
"Harus bisa membangun jaringan dengan berbagai komunitas di Bandung," pesan Jokowi.
"Dan kedua, harus bisa membangun hubungan yang baik dengan tokoh di sini. Baik tokoh masyarakat, agama, pemuda, perempuan, semuanya kita harus memiliki hubungan yang baik dengan beliau," lanjutnya.
Jokowi juga meminta kader PSI aktif dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat. Ia menilai kerja politik tidak hanya dilakukan melalui kegiatan partai, tetapi juga dengan terlibat dalam aktivitas warga sehari-hari.
"Kemudian ketiga, aktif dalam kegiatan sosial. Baik kerja bakti, baik gotong royong. Ikuti semuanya. Baik itu Sabtu-Minggu, baik itu malam. Kerja politik itu yang seperti itu dan struktur itu harus bekerja ke sana," tuturnya.
Baca juga : Ijazah SMA Gibran Digugat Ke MK, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Selain kegiatan sosial, Jokowi mendorong kader PSI memanfaatkan ruang publik untuk membangun komunikasi dengan masyarakat.
Kader diminta tidak hanya hadir dalam agenda formal, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan masyarakat.
"Kemudian juga, membangun ruang publik untuk berkomunikasi. Diskusi apa, datang di acara apa, datang dan nongkrong bersama. Semua harus aktif membangun, ikut dalam ruang publik yang ada. Kalau di Bandung, kegiatan kebudayaan di sini," ujarnya.
Terakhir, Jokowi menekankan pentingnya membangun jejaring personal dengan masyarakat.
Menurutnya, dukungan rakyat tidak dapat dibangun hanya melalui struktur organisasi, tetapi membutuhkan kehadiran langsung kader di tengah warga.
"Dan terakhir, membangun networking personal dengan masyarakat. Kita ini yang kita cari dukungan rakyat, warga dalam kegiatan. Apa pun harus bisa hadir. Di depan pintu rakyat harus hadir," tandas Jokowi.
Baca juga : Grace: Yang Bilang Jokowi Terlambat ke NTT Tak Paham Tahapan Penanganan Bencana
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana mengatakan, ini menjadi momen penting bagi partai berlambang gajah itu. Sekaligus, menjadi motor menuju kemenangan PSI di Pemilu 2029 mendatang.
"Dengan bergabungnya Pak Jokowi dalam keluarga besar PSI. Kita semakin optimis, PSI akan menang di Pemilu 2029 mendatang," ucapnya.
Dalam Rakorda PSI Bandung ini turut hadir Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Umum DPP PSI Andi Saiful Haq, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Anggota Dewan Pembina PSI Isyana Bagoes Oka dan Rusdi Masse Mappuasessu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya