Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
RM.id Rakyat Merdeka - Keamanan penggunaan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) perlu menjadi perhatian masyarakat untuk mencegah kebocoran yang berisiko memicu kebakaran hingga ledakan. Pemasangan yang benar, penggunaan peralatan sesuai standar, dan pemahaman prosedur darurat menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan.
Manager ArsyGas Jawa Barat Wahyu Ibrahim mengatakan, keselamatan penggunaan LPG merupakan tanggung jawab bersama. Hal ini berlaku bagi pengguna rumah tangga, rumah makan, hotel, maupun berbagai unit usaha lainnya.
“Keselamatan di tingkat pengguna akhir menjadi mutlak,” ujar Wahyu dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Ia mengimbau masyarakat memeriksa kondisi tabung saat diterima. Tabung sebaiknya tidak digunakan jika ditemukan penyok, benjol, atau goresan dalam. Pengguna juga perlu memastikan regulator dan selang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menurut Wahyu, regulator sebaiknya memiliki bodi logam yang kokoh dan dilengkapi fitur pengaman otomatis atau automatic cut-off. Fitur tersebut dapat membantu menghentikan aliran gas ketika kondisi tertentu memicu sistem pengaman.
Penempatan tabung juga perlu diperhatikan. Tabung LPG harus berdiri tegak di atas lantai yang datar dan stabil. Jaraknya perlu dijaga sekitar 1 hingga 1,5 meter dari kompor atau sumber panas.
Baca juga : ArsyGas Ambil Bagian Dalam Haul Kanjeng Sunan Giri
“Tabung harus diletakkan pada posisi tegak di permukaan lantai yang datar dan stabil serta diberi jarak aman minimal 1 hingga 1,5 meter dari kompor atau sumber panas,” jelasnya.
Selain penempatan tabung, ventilasi dapur perlu mendapat perhatian. Wahyu menjelaskan, uap LPG lebih berat daripada udara sehingga gas yang bocor dapat terkumpul di dekat lantai.
Karena itu, dapur perlu memiliki ventilasi yang memadai, termasuk bukaan di bagian bawah dinding. Sirkulasi udara tersebut membantu gas mengalir keluar dan mengurangi risiko penumpukan.
“Harus diingat jika uap LPG itu tak berwarna dan densitasnya lebih berat daripada udara, sehingga apabila ada gas yang bocor, itu akan mengendap di permukaan lantai. Harus ada bukaan ventilasi supaya uap gas bocor langsung mengalir ke luar,” ujarnya.
Wahyu juga menyarankan pemeriksaan dan perawatan peralatan LPG secara berkala. Selang karet dapat diganti setiap dua hingga tiga tahun, sedangkan regulator setiap tiga hingga lima tahun. Penggantian tetap perlu mengikuti kondisi peralatan dan petunjuk produsen.
Selang dan regulator juga harus dijaga kebersihannya. Tumpahan minyak goreng dan sisa makanan dapat merusak material peralatan. Kebersihan juga membantu mengurangi risiko kerusakan akibat gigitan tikus.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Tambah 9 Juta Tabung LPG 3 Kg saat Iduladha
Wahyu mengingatkan masyarakat agar mengenali tanda kebocoran, seperti bau gas menyengat atau suara desis dari instalasi LPG. Jika hal tersebut terjadi, pengguna perlu segera mengambil langkah pengamanan.
Apabila aman dilakukan, kompor harus dimatikan. Pintu dan jendela juga perlu dibuka untuk memperlancar sirkulasi udara. Masyarakat tidak boleh menyalakan atau mematikan sakelar listrik, mencabut steker, maupun mengoperasikan perangkat elektronik karena berisiko menimbulkan percikan api.
Pengguna harus menjauh dari area kebocoran dan menghubungi petugas darurat dari lokasi aman. Tabung hanya boleh dipindahkan jika tindakan tersebut dapat dilakukan tanpa membahayakan diri atau memicu percikan api.
Jika gas yang bocor sudah terbakar, masyarakat tidak boleh mencoba memadamkan api selama aliran gas belum dapat dihentikan dengan aman. Penanganan perlu diserahkan kepada petugas terlatih. Warga diminta menjauh dan menghubungi pemadam kebakaran atau layanan darurat setempat.
Salah seorang pengguna ArsyGas, Rohman Sazman, mengaku merasa terbantu dengan standar keamanan produk dan edukasi yang diberikan perusahaan.
“Alhamdulillah saya merasa aman. Arsy adalah gas yang baik,” kata Rohman.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Saat Libur Panjang
ArsyGas merupakan produk LPG dari PT ARSynergy NiX Indonesia. Perusahaan menyatakan tabung produknya telah memiliki sertifikasi SNI dan menjalani pengujian di laboratorium nasional.
ArsyGas juga menggunakan teknologi radio frequency identification (RFID) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung pelacakan secara waktu nyata. Khusus tabung berukuran 12 kilogram, perusahaan menyebut produknya dilengkapi sistem penguncian otomatis untuk membantu mencegah kebocoran.
Produk ArsyGas tersedia dalam ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram. Produk tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran, kafe, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta industri. Perusahaan juga mengadakan edukasi berkala mengenai penggunaan tabung LPG yang aman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya