Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Bhayangkara Presisi Lampung FC mulai menghadapi pekerjaan rumah serius di lini pertahanan. Memasuki pekan keempat BRI Super League 2026/27, gawang The Guardian sudah lima kali bobol.
Teranyar, Bhayangkara FC gagal membawa pulang kemenangan setelah bermain imbang 2-2 melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/10). Hasil tersebut sekaligus membuat catatan kebobolan tim asuhan Oscar Bruzon menjadi lima gol dari empat pertandingan.
Pelatih Bhayangkara FC Oscar Bruzon mengakui pertahanan timnya masih memiliki sejumlah persoalan. Terutama ketika kehilangan bola dan menghadapi situasi bola mati.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, dua aspek tersebut menjadi fokus utama evaluasi setelah pertandingan melawan Arema.
Baca juga : Carlos Pena Evaluasi Persita Usai Empat Laga, Bidik Persija
“Salah satu masalah yang kami hadapi dalam empat pertandingan pertama musim ini adalah momen-momen ketika kami kehilangan bola,” ujar Oscar Bruzon.
Oscar menjelaskan, timnya sebenarnya telah menyiapkan strategi untuk meredam kekuatan Arema FC. Transisi cepat dan situasi set piece menjadi perhatian utama dalam persiapan tersebut.
Namun, rencana yang sudah disusun justru gagal diterapkan secara maksimal. Dua gol Arema FC bahkan lahir dari situasi yang sebelumnya sudah diantisipasi.
“Jadi kali ini kami memiliki rencana, terutama kemarin kami berbicara tentang menghentikan transisi Arema dan tidak kebobolan dari set piece. Gol pertama adalah transisi Arema, dan gol kedua adalah set piece Arema,” tambahnya.
Baca juga : Osmar Loss Frustrasi Dewa United Gagal Menang atas Persib
Sebelum menghadapi Arema, Bhayangkara FC telah kebobolan tiga gol dari tiga pertandingan. Mereka kemasukan satu gol saat menghadapi Persebaya Surabaya dan dua gol ketika bertemu Dewa United.
Satu-satunya clean sheet The Guardian diraih ketika menghadapi Isenmulang Kalteng FC.
Dengan lima gol dari empat laga, rata-rata kebobolan Bhayangkara FC mencapai 1,25 gol per pertandingan. Catatan tersebut berbanding terbalik dengan produktivitas lini depan yang telah mencetak tujuh gol.
Oscar menegaskan, pembenahan pertahanan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemain belakang. Menurutnya, seluruh pemain harus bertanggung jawab ketika tim memasuki fase bertahan.
Baca juga : Java United Akhirnya Menang, Taklukkan Borneo
“Jadi kami bekerja keras, kami mencoba memperbaiki bagian itu, karena jika kami ingin menjadi tim yang dominan, jika kami ingin memenangkan lebih banyak pertandingan, tentu saja kami harus lebih konsisten dan efisien dalam bertahan. Dan ini bukan hanya tentang lini pertahanan, ini tentang semua pemain di momen bertahan atau tahap bertahan,” tegas Bruzon.
Dengan kompetisi yang masih panjang, Bhayangkara FC memiliki waktu untuk memperbaiki kelemahan tersebut. Oscar pun dituntut menemukan keseimbangan antara produktivitas lini depan dan kekuatan pertahanan agar The Guardian bisa bersaing lebih konsisten di BRI Super League 2026/27.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya