Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perkuat Penyuluh Pertanian, Amran-Tito Terbitkan Surat Edaran Bersama
- Kemenekraf Dorong Daya Saing Produk Lokal Lewat Workshop Sinergi Desain
- ILeague Kecam Kekerasan Terhadap Persib U-18 di Rest Area Batang
- Persib Kecam Penyerangan Rombongan EPA U18
- Man United Vs Atletico Madrid, Waspada Tren Positif Tuan Rumah
RM.id Rakyat Merdeka - Liverpool dituntut segera bangkit setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Manchester City di Premier League. Bek The Reds, Milos Kerkez, menegaskan kemenangan menjadi hal terpenting bagi timnya yang kini harus mengalihkan fokus ke Liga Champions.
Kekalahan di Anfield pada Minggu (11/10/2026) itu menjadi hasil buruk pertama Liverpool di bawah arahan Andoni Iraola. Namun, kesempatan untuk bangkit sudah menanti saat mereka bertandang ke markas klub Austria, LASK, pada matchday kedua Liga Champions, Rabu (14/10/2026) malam waktu setempat.
Kerkez mengakui Liverpool harus segera memperbaiki hasil pertandingan jika ingin memenuhi ekspektasi sebagai klub besar.
“Yang terpenting dalam sepak bola adalah hasil. Jelas, hasil pertandingan,” kata Kerkez kepada Stadium Astro.
Baca juga : Setan Merah Akan Diuji Neraka Metropolitano
“Kami harus memenangkan pertandingan. Klub ini harus memenangkan pertandingan, jadi kami harus melakukannya,” tegasnya.
Kekalahan dari Manchester City terasa semakin menyakitkan karena Liverpool sebenarnya mampu memberikan perlawanan sebelum kehilangan Ryan Gravenberch yang menerima kartu merah pada menit ke-62. Setelah bermain dengan 10 orang, The Reds akhirnya kebobolan tiga gol.
Kerkez mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, Liverpool sempat menunjukkan permainan yang cukup solid, baik ketika menyerang maupun saat bertahan.
“Kami jelas frustrasi. Saya pikir kami bermain bagus pada babak pertama. Kami banyak menekan dan ketika harus bertahan, saya rasa kami melakukannya dengan sangat baik,” ujarnya.
Baca juga : Inter vs Club Brugge, Berebut Kebangkitan di Liga Champion
Ia menambahkan, Liverpool juga memulai babak kedua dengan baik sebelum kartu merah mengubah jalannya pertandingan. Situasi tersebut membuat mereka kesulitan menghadapi Manchester City yang dikenal piawai menguasai bola.
“Pada awal babak kedua, ketika menyerang, kami juga menekan mereka dan bertahan dengan baik,” kata Kerkez.
“Setelah itu, kartu kuning kedua ini membuat situasinya sulit. Tidak mudah bermain melawan mereka dengan satu pemain lebih sedikit,” lanjutnya.
Kerkez menilai pertandingan sebenarnya masih terbuka sebelum Gravenberch diusir keluar lapangan. Kedua tim sama-sama memiliki peluang dan Liverpool masih berusaha memberikan tekanan kepada tuan rumah.
Baca juga : Arsenal Vs Lille, Arteta Waspada Lawan Tangguh
“Pertandingan masih terbuka, skornya 0-0 dan kami terus menekan mereka. Mereka memiliki beberapa peluang, tetapi kami bertahan dengan baik dan kembali menekan. Pertandingan masih terbuka. Tinggal menunggu siapa yang mencetak gol lebih dulu,” tuturnya.
Namun, situasi berubah setelah Liverpool kehilangan satu pemain. Manchester City semakin leluasa menguasai bola dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengendalikan pertandingan.
“Pada akhirnya, inilah sepak bola. Kami mendapat kartu merah dan setelah itu mereka lebih banyak menguasai bola. Mereka sangat bagus dalam penguasaan bola, sehingga situasinya menjadi sulit,” pungkas Kerkez.
Kini, Liverpool harus segera mengalihkan perhatian ke Liga Champions. Laga melawan LASK menjadi kesempatan bagi The Reds untuk merespons kekalahan sekaligus menjaga peluang melangkah lebih jauh di kompetisi Eropa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya