Dark/Light Mode

Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Langsung Sabet Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 06:31 WIB
Abdil Majid Rahman. (Foto : Kemenpora)
Abdil Majid Rahman. (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bendera Merah Putih berkibar di podium tertinggi Asian Para Games 2026 berkat aksi gemilang Abdil Majid Rahman. Perenang muda berusia 17 tahun asal Kabupaten Kampar, Riau, itu langsung meraih medali emas pada penampilan perdananya di ajang olahraga disabilitas terbesar Asia, Kamis (22/10/2026).

Majid menjadi yang tercepat pada nomor 100 meter gaya dada klasifikasi SB7 yang berlangsung di Nagoya City General Gymnasium (Rainbow Hall).

Ia mencatatkan waktu 1 menit 20,26 detik, mengungguli perenang China, Zhang Yilong, yang finis dalam 1 menit 21,98 detik, serta atlet Malaysia, Shahafiq bin Abdullah, dengan waktu 1 menit 36,41 detik.

Senyum bahagia terpancar dari wajah atlet kelahiran 21 Februari 2009 itu. Tak pernah menyangka, penampilan perdananya di ajang olahraga disabilitas terbesar Asia langsung berbuah medali emas.

“Pertandingannya sangat seru dan menegangkan karena baru pertama kali ini bertanding di Asia,” kata Abdil Majid Rahman, Kamis (22/10).

Meski mengaku gugup, Majid mampu mengendalikan diri sebelum berlomba. Ia bahkan tak merasakan tekanan berlebihan hingga mengganggu waktu istirahatnya. Sehari sebelum pertandingan, ia bisa tidur pada pukul 22.00.

“Ya dibilang nervous ya nervous karena baru pertama kan bertanding di Asia. Ya deg-degan tetapi saya berusaha untuk mengendalikan itu tadi,” tuturnya.

Baca juga : Satgas PKH Cabut IUP PT KEL, Menambang Emas Ilegal di Papua

Medali emas ini dipersembahkan Majid kepada orang tua, para pelatih, serta pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya hingga mampu bersaing di level Asia.

“Medali ini saya persembahkan terutama untuk orang tuaku. Terima kasih untuk pelatih juga, pelatih yang sudah melatihku Mas Agni, Mas Nano, Mbak Nonik dan juga semua yang dari SKODI,” ucapnya.

Prestasi Majid di Asian Para Games 2026 menjadi buah dari kerja keras yang telah dirintis sejak bergabung dengan Sentra Khusus Olahragawan Disabilitas Indonesia (SKODI) pada 2023.

Sejak saat itu, kemampuannya terus berkembang. Namanya mulai diperhitungkan di level Asia setelah memborong empat medali emas dan dua perak pada Asian Youth Para Games 2025 di Uni Emirat Arab.

Majid kemudian kembali menunjukkan konsistensi prestasinya dengan meraih dua medali emas dan empat perak pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

Kini, koleksi prestasinya bertambah dengan satu emas dari Asian Para Games 2026. Majid pun bersyukur bisa mencapai pencapaian tersebut di usia yang masih sangat muda.

“Rasanya ya, aku bersyukur di umur 17 tahun sudah dapat emas di Asian Para Games,” ungkapnya.

Baca juga : KSP Kawal Industrialisasi Dan Lapangan Pekerjaan

Namun, Majid tak ingin berhenti sampai di sini. Ia kini membidik kesempatan tampil di Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Insya Allah ngejar sih, ada (waktu) dua tahun lagi ngejar ke Los Angeles 2028,” ujarnya.

“Saya akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan tiket di Los Angeles 2028,” lanjutnya.

Koordinator pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, mengapresiasi perkembangan pesat yang ditunjukkan Majid. Menurutnya, semangat belajar dan kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan menjadi modal penting bagi sang atlet.

“Progresnya luar biasa pesat ya, karena memang anaknya semangat, mau belajar, yang jelas ya itu. Jadi kalau hasilnya bagus ya mungkin sudah sesuai dengan proyeksi,” kata Agni.

Agni mengungkapkan, pihaknya sebenarnya tidak secara khusus membebankan target medali emas kepada Majid. Pasalnya, nomor SB7 kerap digabung dengan SB8 karena jumlah pesertanya relatif sedikit.

Namun, pada Asian Para Games kali ini, nomor SB7 dapat dipertandingkan secara terpisah karena jumlah atlet yang memenuhi syarat cukup untuk mengikuti perlombaan.

Baca juga : GoPay Perkenalkan Fitur Investasi Emas Digital

“Sebenarnya, Majid kan tidak kita target ya, karena kelas SB7 itu sepi, biasanya digabung dengan SB8. Tapi ternyata di sini SB7 bisa dilombakan sendiri, pesertanya cukup. Sehingga ya sesuai dengan ranking Asia terakhir ya, juara dan runner-up-nya sama, Majid dan yang dari China (Zhang Yilong) itu,” jelasnya.

Tambahan emas dari Majid membuat cabang para renang Indonesia telah mengoleksi tiga medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Raihan tersebut melampaui target awal yang ditetapkan, yakni satu medali emas.

Agni pun menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap persiapan dan perjuangan para atlet Indonesia di Asian Para Games 2026.

“Kita ya Alhamdulillah bersyukur. Support dari negara, dari NPC Indonesia dan sebagainya untuk menghadapi event ini luar biasa,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.