Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Tren negatif PSS Sleman di BRI Super League 2026/2027 belum berakhir. Super Elang Jawa kembali menelan kekalahan setelah takluk 1-3 dari tuan rumah Garudayaksa FC pada pekan kedelapan di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (1/11/2026) malam.
Kekalahan tersebut sekaligus menggagalkan ambisi PSS untuk membalas kekalahan sebelumnya. Hasil minor ini juga menjadi kekalahan ketiga secara beruntun bagi tim besutan Pieter Huistra.
Sebelumnya, PSS harus mengakui keunggulan Borneo FC Samarinda dengan skor 1-2 di kandang sendiri. Mereka kemudian kembali kalah dengan skor serupa saat bertandang ke markas Persik Kediri.
Menghadapi Garudayaksa FC, PSS sebenarnya sudah berada dalam tekanan sejak babak pertama. Dua gol tuan rumah yang dicetak Brian Rubio pada menit ke-12 dan Jayro Jean pada menit ke-18 membuat tim tamu tertinggal 0-2.
Baca juga : Kelelahan Bukan Alasan Kalah, Carlos Pena Puji Mental Juara Persita
PSS sempat membuka harapan untuk bangkit setelah Gustavo Tocantins mencetak gol pada menit ke-71. Namun, upaya mengejar ketertinggalan justru semakin sulit setelah Cleberson mencetak gol bunuh diri pada menit ke-76 saat berusaha menghalau pergerakan Brian Rubio.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengakui buruknya performa lini pertahanan menjadi salah satu penyebab timnya kembali kehilangan poin.
Menurutnya, dua gol yang bersarang pada babak pertama terjadi terlalu mudah. Kesalahan dalam mengantisipasi serangan lawan juga menjadi persoalan yang terus berulang dalam beberapa pertandingan terakhir.
"Pertandingan malam ini tentu mengecewakan untuk kami. Kami kebobolan dua gol dengan terlalu mudah. Dan cara kita membiarkan gol-gol tercipta di pertandingan akhir-akhir ini membuat segalanya menjadi sulit bagi tim kita sendiri," ujar Huistra seusai pertandingan.
Baca juga : Borneo FC Kehilangan Poin Di Markas PSIM Yogyakarta
Pelatih asal Belanda itu menegaskan, sektor pertahanan menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi. Ia meminta para pemain bekerja lebih keras agar kesalahan serupa tidak kembali terulang.
"Secara defensif, kita tidak cukup baik saat ini. Kita harus bekerja keras lagi untuk memperbaiki itu, kita harus terus bekerja keras untuk memperbaikinya," tegasnya.
Selain persoalan pertahanan, Huistra juga menyoroti kartu merah yang diterima Kevin Gomes. Menurutnya, kehilangan satu pemain turut memengaruhi jalannya pertandingan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kartu merah tersebut tidak boleh dijadikan alasan atas kekalahan yang dialami timnya.
Baca juga : Bali United Sukses Karena Tak Bergantung pada Striker
"Kartu merah yang didapat mengubah jalannya pertandingan. Hanya saja memang kami tidak boleh menjadikannya sebagai alasan. Yang pasti, ada banyak yang harus diperbaiki, khususnya untuk lini pertahanan," pungkas Huistra.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya