RM.id Rakyat Merdeka - Manajemen PT Kimia Farma Diagnostika mengimbau masyarakat agar tidak tertipu iklan lowongan kerja yang mengatasnamakan perusahaannya, sebagaimana viral di media sosial.
Poster lowongan kerja yang dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) itu menawarkan posisi Pelaksana Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), Pelaksana Perawat, Asisten Dokter Gigi, Asisten Apoteker, dan Business Support dengan penempatan di seluruh Indonesia. Lengkap dengan link lowongan kerja.
"Waspada penipuan. Jangan terburu-buru klik link lowongan kerja yang mengatasnamakan PT Kimia Farma Diagnostika. Pastikan informasi dan link yang kamu terima berasal dari kanal resmi kami, sebelum mengisi data pribadi," imbau Manajemen Kimia Farma Diagnostika via Instagram, Senin (21/9/2026).
Informasi resmi tentang Kimia Farma Diagnostika dapat diperoleh melalui akun Instagram @akhlakwarrior.kfd, @kimiafarmadiagnostika.id, @kimiafarmalab_klinik.
Kenali Link Berbahaya
Baca juga : Edabu BPJS Kesehatan 100 Persen Hoax, Lindungi Data Pribadi Anda
Link berbahaya masih menjadi salah satu metode yang digunakan dalam kejahatan siber. Melalui tautan yang tampak meyakinkan, pelaku dapat mengarahkan korban ke situs palsu untuk mencuri data pribadi, mengambil alih akun, hingga menyebabkan kerugian finansial. Berikut sejumlah ciri link berbahaya atau palsu (phishing):
1. Struktur URL Tidak Lazim atau Manipulatif
Domain palsu link penipuan dibuat menyerupai situs resmi. Pelaku kejahatan dapat menggunakan nama domain yang dibuat mirip dengan situs atau merek resmi, misalnya dengan menambahkan huruf, angka, atau karakter tertentu.
Link juga kerap menggunakan kombinasi karakter yang mencurigakan. Alamat tautan dapat memuat rangkaian angka, tanda hubung, atau karakter acak yang tidak lazim.
Selain itu, link juga seringkali menggunakan subdomain yang mengecoh. Nama merek atau instansi bisa ditempatkan di bagian awal URL, sementara domain utama sebenarnya merujuk ke situs lain.
2. Menggunakan Rekayasa Sosial (Social Engineering)
Baca juga : FBI Dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global W3LL, Ribuan Korban Terungkap
Pesan phishing biasanya dirancang untuk membuat korban segera bertindak, misalnya dengan memberikan batas waktu, mengancam pemblokiran akun, atau menawarkan keuntungan tertentu. Modusnya bisa berupa berbagai macam narasi, termasuk hadiah, bantuan sosial, promo, hingga lowongan kerja yang menggiurkan.
3. Meminta Data Sensitif atau Mengunduh File Mencurigakan
Waspadai tautan yang mengarahkan pengguna ke formulir untuk memasukkan data sensitif, seperti kata sandi, PIN, kode OTP, atau informasi identitas. Pengguna juga perlu berhati-hati jika tautan meminta pengunduhan file atau aplikasi dari sumber yang tidak resmi.
File tersebut dapat digunakan untuk menyebarkan malware (malicious software), yaitu perangkat lunak berbahaya yang dapat mencuri data, mengganggu sistem, atau memberikan akses tanpa izin ke perangkat.
4. Tidak Menggunakan HTTPS
Ketiadaan protokol HTTPS dapat menjadi salah satu tanda bahwa sebuah situs tidak aman. Namun, HTTPS bukan jaminan bahwa sebuah situs bebas dari penipuan, karena situs phishing juga dapat menggunakan HTTPS.
Baca juga : Perkuat Edukasi Anti-Phishing, BNI Kenalkan Panduan Aman PERIKSA untuk Nasabah Korporasi
Oleh sebab itu, jangan hanya melihat ada atau tidaknya ikon gembok. Periksa juga alamat domain secara teliti dan pastikan informasi berasal dari kanal resmi. Intinya, selalu teliti sebelum mengklik tautan yang diterima, terutama jika berasal dari sumber yang tidak dikenal.
Jangan terburu-buru mengisi data pribadi atau mengunduh file. Jika menemukan informasi mencurigakan, lakukan pengecekan melalui kanal resmi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.